news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kejuaraan Tinju Piala Wali Kota Surabaya.
Sumber :
  • tim tvOne

Kejuaraan Tinju Piala Wali Kota Surabaya Jadi Ajang Pemetaan Atlet Menuju Porprov Jatim 2027

Persaingan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 mulai menghangat.
Senin, 29 Juni 2026 - 17:15 WIB
Reporter:
Editor :

Surabaya, tvOnenews.com - Persaingan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 mulai menghangat. Sebanyak 206 petinju dari berbagai daerah ambil bagian dalam Kejuaraan Tinju Piala Wali Kota Surabaya yang digelar di Kompleks Olahraga Gelora Pancasila pada 26–28 Juni 2026. Selain menjadi ajang kompetisi, kejuaraan ini dimanfaatkan sebagai pemetaan kekuatan atlet menjelang Porprov Jatim 2027, dengan Surabaya sebagai tuan rumah.

Salah satu atlet yang mencuri perhatian dalam kejuaraan tersebut adalah Alkamora Victoria Lopes. Petinju putri kelahiran 1 Mei 2017 itu berhasil meraih juara pertama pada kategori usia di bawah 13 tahun kelas 30 kilogram setelah mengalahkan Felize Hasibuan, petinju asal Sumatera Utara, di partai final.

Prestasi tersebut diraih di tengah masa libur sekolah. Siswi kelas 3 sekolah dasar itu mengaku tetap menjalani latihan secara rutin hingga akhirnya mampu meraih gelar juara.

“Saya sangat senang sekali. Selama masa liburan sekolah saya tetap fokus berlatih keras. Ternyata hasilnya manis, juara ini jadi hadiah indah buat saya sekaligus tanda kenaikan kelas nanti,” ungkap Amora usai pertandingan.

Keberhasilan Amora juga melengkapi pencapaian atlet-atlet dari Sasana Tinju Pirih Surabaya yang berhasil meraih prestasi di sejumlah kelas pertandingan. Pembina sasana, Joa Lopes da Costa, menyebut hasil tersebut merupakan buah dari latihan yang dilakukan secara konsisten.

“Tak hanya Amora, sejumlah peserta lain binaan Sasana Pirih juga berhasil meraih juara di setiap kelas yang diikuti. Saya sangat bangga atas pencapaian mereka semua,” ujar Joa.

Joa, yang juga merupakan anggota Polisi Militer Koarmada II, mengatakan pembinaan di sasananya tidak hanya berfokus pada prestasi olahraga. Menurutnya, olahraga tinju juga menjadi sarana untuk mengarahkan energi remaja ke kegiatan yang lebih positif, termasuk bagi mereka yang sebelumnya terlibat dalam aksi tawuran.

Ia berharap pembinaan atlet usia dini dan remaja mendapat dukungan lebih luas agar semakin banyak generasi muda yang memiliki kesempatan berprestasi melalui olahraga.

“Masih banyak anak muda yang energinya terbuang sia-sia hanya untuk tawuran. Kalau ada wadah dan dukungan, mereka bisa berubah menjadi atlet hebat dan membanggakan daerah ini,” harapnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Surabaya, Hery Purwadi, mengapresiasi tingginya antusiasme peserta dalam kejuaraan tersebut. Menurutnya, partisipasi lebih dari 200 petinju menjadi indikator positif perkembangan olahraga tinju di Kota Surabaya.

Ia menilai kompetisi tingkat daerah menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet menuju level yang lebih tinggi.

“Kami berharap prestasi tidak berhenti hanya di tingkat kota atau provinsi. Atlet-atlet yang lahir dari ajang ini harus terus ditempa hingga mampu bersaing di kancah nasional bahkan internasional,” tegas Hery.

Pemerintah Kota Surabaya berkomitmen memperkuat pembinaan olahraga melalui sinergi bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Surabaya dan Pengurus Cabang Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina). Upaya tersebut dilakukan sebagai persiapan menghadapi Porprov Jawa Timur 2027 sekaligus mencetak atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (gol)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:07
02:04
02:11
01:50
04:26
07:57

Viral