- Tim tvOne - Aditya Bayu
Pertama Ikut Sea Games, Gadis Asal Kabupaten Semarang Langsung Sabet Emas di Cabang Wushu
Semarang, tvOnenews.com - Tharisa Dea Florentina (22), gadis asal Desa Domplang Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, yang baru pertama kali ikut ajang SEA Games, berhasil meraih medali emas dalam SEA Games Kamboja 2023 cabang olahraga Wushu nomor Sanda (tanding) kelas 52 kilogram.
Prestasi membanggakan ini ia raih berkat kerja keras dan semangat berlatih sejak usia dini serta melewati tantangan yang cukup besar, seperti melakukan training center (TC) selama dua bulan di China untuk mempersiapkan SEA Games Kamboja.
Tharisa Dea Florentina menceritakan saat training center (TC) di China dirinya benar-benar digembleng dengan porsi latihan dua kali sehari latihan mulai dari sparing langsung dengan atlet China. Hingga dirinya juga merelakan lebaran tahun ini di China.
“Latihan terus di sana ya kalau lebaran tidak ada perayaan. Biasa saja karena harus fokus berlatih. Di China itu dituntut harus fokus dan benar-benar harus siap menghadapi kejuaraan ini," ceritanya pada Jumat(19/5/2023).
Tharisa mengungkapkan sempat grogi saat turun bertanding karena ini merupakan pengalaman pertamanya ikut dalam ajang SEA Games.
“Lebih deg-degan juga sea games pertama kali sempat nervous juga,” ungkapnya.
Menurutnya lawan terberat saat SEA Games Kamboja, yakni dari negara Vietnam karena sama-sama memiliki fisik yang kuat.
“Karena mungkin sama-sama kuat dipukul dan dibanting juga kuat atlet Vietnam,” ujarnya.
Sebelum menjuarai SEA Games, Tharisa juga pernah menjuarai berbagai ajang olahraga tingkat dunia seperti di Korea Selatan, China, Brazil, dan Turki.
“Kalau ajang internasional semua pernah mendapatkan medali. Kecuali yang di Shanghai China itu lawannya memang cukup berat,” katanya.
Sementara itu, ibunda dari Tharisa, Erowati mengungkapkan sebagai orang tua, ia telah mengenalkan olahraga beladiri sejak masih Taman Kanak-kanak (TK) karena sering ikut ayahnya untuk berlatih karate.
“ Mulai TK itu sampai SD sering ikut bapaknya latihan karate. Kebetulan bapaknya kan pelatih karate,” ujarnya.
Karena melihat banyaknya peluang di olahraga wushu, masuki tingkat SMP Tharisa diarahkan ke olahraga wushu.