- KOVO
Sampai Latihan Pukul Bola Voli yang Diisi Pasir, Pevoli Semarang Berusia 13 Tahun Ini Terobsesi Jadi Penerus Megawati Hangestri
tvOnenews.com - Demi jadi penerus Megawati Hangestri, pevoli putri berusia 13 tahun ini sampai dilatih keras oleh sang ayah sejak kecil.
Terbukti, atlet voli putri asal Semarang ini sekarang bisa latihan bareng dengan Megawati Hangestri ketika Livoli Divisi Utama 2025 kemarin.
Belakangan ini, mulai banyak sosok pemain voli muda Indonesia yang mendapat julukan sebagai calon penerus Megawati Hangestri.
Tidak heran jika anggapan itu semakin masif dikatakan. Pasalnya, Megawati Hangestri menjadi satu-satunya pevoli putri Indonesia yang kariernya moncer di luar negeri.
Sempat nama Junaida Santi digadang-gadang akan ikuti jejak sang senior. Apalagi, Megawati Hangestri pernah bilang jika juniornya itu sudah layak abroad.
Setelah direkomendasikan pelatihnya, Junaida Santi yang baru berusia 18 tahun kini gabung agensi pemain dari Turki CAAN Athletics. Walau begitu, belum jelas kapan ia abroad.
Lain halnya dengan Junaida Santi, Lintang Yulia Prasasti baru-baru ini juga mendapat julukan demikian. Posturnya bahkan mendekati Megatron.
- Instagram @sumutfalcons
Kendati demikian, ada satu lagi atlet voli putri Indonesia yang kini disebut sebagai penerus Megawati Hangestri. Sang ayah bahkan sudah melatihnya sejak kecil.
Adalah Arimbi Syifana Andayani, pevoli putri asal Semarang yang mencuri perhatian di Livoli Divisi Utama 2025 lantaran debut di usianya yang baru menginjak 13 tahun.
Arimbi Syifana Andayani yang masih duduk di bangku SMP terang-terangan bilang kalau Megawati Hangestri merupakan sosok yang dia idolakan.
“Kak Megawati — karena mainnya bagus banget,“ tegas Arimbi saat ditanya siapa idolanya.
Lahir di Semarang, Jawa Tengah pada Mei 2012, Arimbi yang berpostur 176 cm sudah menjalani debut bersama tim senior Rajawali O2C di Livoli Divisi Utama 2025.
Arimbi Syifana Andayani kemudian berkesempatan jumpa Megawati Hangestri d Livoli Divisi Utama 2025. Ketika itu, ia bersama Rajawali O2C melawan Bank Jatim.
Meski berhadapan sebagai pemain lawan, namun Arimbi Syifana Andayani mengaku gugup ketika berada satu lapangan dengan sang idola.
- Instagram @arwimbi
Bukan cuma itu, ia berkesempatan latihan di tempat yang sama dengan Megawati Hangestri. Selain gugup, Arimbi juga senang bertemu Mega.
“Gugup terus sama senang,“ ucap Arimbi saat bertemu Megawati Hangestri dikutip dari YouTube Moji TV.
“Waktu dia mau servis sama waktu mau mukul (bola),” jelasnya saat ditanya apa yang ingin dicontoh dari Megawati Hangestri.
Sementara itu, impian pevoli dengan julukan 'Bocah Terbang' itu bertemu Megawati Hangestri ternyata didapat dengan proses yang cukup panjang.
Pelatih Octavian menjadi sosok yang berjasa dalam melihat potensi Arimbi Syifana Andayani hingga memboyongnya ke skuad Rajawali O2C.
Hal ini diceritakan oleh sang ayah Sulaiman yang mengungkapkan bahwa dirinya harus melatih sang putri dengan metode yang luar biasa keras.
“Betul, sampai nangis-nangis harus tetap jalan,“ kata ayah Arimbi saat menjelaskan pola latihan sang putri.
- Kolase tvOnenews.com / Instagram Manisa BBSK / Instagram Arwimbi
Bahkan untuk mencapai tahap seperti sekarang, ayah Arimbi menceritakan kalau dia sampai memberikan pola latihan berupa memukul bola voli dengan isian pasir.
Saking kerasnya pola latihan tersebut, tangan Arimbi Syifana Andayani kabarnya sampai bengkak. Si Bocah Terbang itu sesekali juga menangis karena kelelahan.
“Pertama lari dulu, terus stretching, terus latihan speed, terus latihan lompat palangan itu, rintangan, lompat meja, terus mukul bola gantung tapi dalamnya pasir, sampai tangannya bengkak,” ujar sang ayah.
Pengorbanan itu akhirnya membuahkan hasil. Arimbi Syifana Andayani kini jadi andalan tim Rajawali O2C. Pelatih Timnas Voli Putri Indonesia Marcos Sugiyama bahkan sudah memantau bakatnya.
(han)