- ANTARA
Sempat Tertekan di Set Penentuan, Naomi Osaka Bangkit Dramatis di Laga Pembuka Australian Open
Jakarta, tvOnenews.com - Unggulan ke-16 Naomi Osaka harus bekerja keras pada laga pembuka Australian Open untuk melaju ke babak berikutnya.
Petenis asal Jepang itu membutuhkan waktu dua jam 22 menit sebelum akhirnya menaklukkan debutan asal Kroasia, Antonia Ruzic, dengan skor 6-3, 3-6, 6-4.
Osaka bahkan sempat berada dalam posisi tertekan setelah tertinggal satu break pada set ketiga.
Namun, juara empat kali Grand Slam tersebut mampu bangkit dan membalikkan keadaan pada momen-momen krusial.
“Saya rasa level permainan saya cukup bagus,” kata Osaka seusai pertandingan, dikutip dari WTA, Rabu (21/1/2026).
“Jika dia bermain di level yang lebih tinggi dari saya sepanjang waktu, maka dia pantas menang. Jelas saya tidak ingin itu terjadi. Tetapi jika itu terjadi, maka itu di luar kendali saya karena saya benar-benar sudah melakukan yang terbaik,” ujar Osaka menambahkan.
Meski Osaka tampil mencolok dengan busana unik yang memadukan payung, kerudung, ekor gaun, serta hiasan kepala bermotif kupu-kupu, Ruzic justru menunjukkan kepercayaan diri tinggi. Petenis yang pekan lalu menembus semifinal turnamen WTA pertamanya di Hobart itu tampil berani dan konsisten dari garis belakang.
Ruzic mampu mengimbangi permainan Osaka dan bahkan membalikkan defisit 2-0 pada set penentuan untuk unggul 4-3 setelah mematahkan servis Osaka. Dalam situasi terdesak tersebut, Osaka meningkatkan intensitas permainannya dan mulai menemukan ritme terbaik.
Petenis berusia 27 tahun itu memenangi 12 dari 15 poin terakhir untuk memastikan kemenangan. Pada kedudukan 4-4, Osaka melepaskan empat servis tak terbalas secara beruntun, termasuk dua ace bersih.
“Saya mencoba sedikit mengubah strategi. Saya tahu dia memiliki backhand yang sangat bagus, jadi saya mencoba lebih banyak memukul ke arah forehand-nya,” kata Osaka.
“Saya mencoba bermain lebih solid, lalu berakselerasi ketika saya bisa,” ujarnya.
Secara statistik, Osaka unggul dalam reli pendek dengan memenangi 62 poin dari reli empat pukulan atau kurang, berbanding 47 poin milik Ruzic. Namun, pada reli panjang lima pukulan atau lebih, Ruzic sedikit lebih unggul dengan 45 poin, sementara Osaka mengoleksi 40 poin.