news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Ski.
Sumber :
  • REUTERS/Kai Pfaffenbach

Suntikkan Zat ke Penis, Atlet Ski Jadi Sorotan di Olimpiade Musim Dingin Milan

Laporan media Jerman, BILD, atlet lompat ski sengaja menyuntikkan zat pada penis agar mengubah ukuran tubuh resmi. 
Senin, 9 Februari 2026 - 19:33 WIB
Editor :

akarta, tvOnenews.com - Badan Anti Dopping Dunia (WADA) mempertimbangkan penyelidikan awal atas kasus penyimpangan di Olimpiade Musim Dingin Milan 2026. 

Laporan media Jerman, BILD, atlet lompat ski sengaja menyuntikkan zat pada penis agar mengubah ukuran tubuh resmi. 

Dugaan ini muncul karena zat asam hialuronat dapat mengubah ukuran penis. Dalam olahraga lompat ski, setiap ukuran tubuh dapat mempengaruhi pakaian mereka gunakan. Jika pakaian sedikit lebih besar, potensi lompatan mereka justru bisa jauh lebih tinggi. 

Bagi atlet lompat ski, pakaian bukan hanya untuk pelengkap olahraga, tapi justru menjadi bagian penting dalam setiap lompatan. 

Sebelum Olimpiade digelar, setiap atlet akan melakukan scan tubuh secara 3D untuk mengukur badan secara spesifik  agar digunakan untuk pembuatan pakaian khusus. 

Dilansir dari laman Open Oline, pakaian yang lebih longgar, meningkatkan luas permukaan yang terpapar udara dan menghasilkan daya angkat lebih. 

Keunggulan itu dapat membuat perbedaan dalam hal hasil dan juga perolehan medali. 

Direktur Balapan Putra Federasi Ski Internasional, Sadro Pertile menegaskan bahwa setiap hitungan sentimeter akan sangat berarti. 

"Jika luas permukaan pakaian meningkat bahkan hanya lima persen, lompatan akan menjadi lebih panjang, semua orang mendorong aturan hingga batasnya, karena semua orang ingin menang," kata Sandro Pertile. 

Penggunaan zat asam hialuronat ini menjadi hal baru bagi WADA. Karena digunakan jauh sebelum bertanding, bukan ketika pertandingan seperti zat lain yang jelas dilarang WADA. 

WADA berfokus pada penggunaan zat ini sebagai pembesar penis, di mana suntikan dilakukan agar meningkatkan lingkar penis yang bisa berlangsung selama beberapa bulan. 

Asam hialuronat pun bukan termasuk zat doping karena tidak meningkatkan kekuatan, daya tahan atau waktu pemulihan. 

WADA pun membuka kasus ini ke publik karena masuk ke area abu-abu yang mana masuk dalam patrik manipulasi atau pengabaian teknis secara sengaja. 

Dalam konferensi persenya, Direktur Jenderal WADA Olivier Niggli mengklarifikasi bahwa saat ini tak ada indikasi bahwa suntikan zat pembesar penis itu benar-benar terjadi. Tapi pihaknya terbuka untuk menyelidiki masalah ini jika bukti kredibel muncul. 

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:18
01:01
01:52
05:54
07:49
05:37

Viral