- KOVO
Red Sparks Makin Suram Usai Ditinggal Megawati Hangestri: 22 Kekalahan, Badai Cedera, hingga Juru Kunci V-League
tvOnenews.com - Kontestan V-League 2025/2026 Red Sparks menjadi sorotan setelah pada kompetisi liga Korea musim ini ditinggal bintangnya, Megawati Hangestri.
Pasalnya, Red Sparks yang dilatih oleh Ko Hee-jin tersebut jadi tim pesakitan di klasemen V-League. Padahal di musim sebelumnya, mereka finis sebagai runner-up.
Megawati Hangestri kini memilih untuk berkarier di Proliga terlebih dahulu setelah dalam dua musim terakhir abroad ke Korea Selatan dan Turki.
Walau begitu, kehebatan Megawati Hangestri tetap teruji saat ia main di Proliga. Buktinya, Megatron mampu bersaing dengan para pemain asing top dari Eropa.
Mengutip dari Instagram @proliga_official, Megawati Hangestri berada di posisi lima besar top skor Proliga 2026 dengan torehan 153 poin hingga pekan kelima.
Yang lebih luar biasanya lagi, Megawati Hangestri menjadi satu-satunya pemain lokal Indonesia di jajaran pencetak poin terbanyak Proliga 2026.
Selain itu, Mega bahkan mampu membawa Jakarta Pertamina Enduro naik ke puncak klasemen Proliga 2026 dengan rincian 21 poin dari sembilan laga yang dijalani.
Di sisi lain, kegemilangan Megawati Hangestri di kompetisi domestik diam-diam masih dipantau oleh publik Korea, tempat Megatron berkarier dulu.
- Instagram Red Sparks
Keadaan Red Sparks sekarang yang hancur lebur di V-League jadi faktor utamanya. Apalagi, Elisa Zanette, pengganti Mega juga kurang maksimal.
Kedatangan pemain Asia dilakukan Red Sparks juga tak berdampak. Wipawee Srithong dicoret, bahkan rookie Mongolia Jamiyanpurep Enkhsoyol tampak belum siap.
Tak ayal jika media lokal Korea Selatan sempat berandai-andai kalau Megawati Hangestri bisa kembali lagi ke V-League setidaknya pada musim depan.
“Ko Hee-jin bekerja keras untuk merekrut pemain tim nasional Indonesia Megawati Pertiwi, yang dianggap sebagai pemain kuota Asia terbaik untuk musim 2024-2025,“ harap Yonhap beberapa waktu lalu.
Kondisi Red Sparks Setelah Ditinggal Megawati Hangestri
Kehilangan Vanja Bukilic, Pyo Seung-ju dan Megawati Hangestri di awal musim membuat Red Sparks mencari pengganti dalam diri Elisa Zanette serta Wipawee Srithong.
Tapi faktanya, hal itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Red Sparks yang musim lalu finis sebagai runner-up malah terjerembab di dasar klasemen.
Sejauh ini, skuad arahan Ko Hee-jin tersebut hanya mencatatkan enam kemenangan di V-League dan 22 kekalahan dengan sembilan di antaranya kalah berturut-turut.
Ini menjadi alarm bahaya bagi tim yang bermarkas di kota Daejeon itu. Bahkan, rasanya hampir sulit apabila mereka ingin lolos ke play-off.
Hasil minor Red Sparks pada musim ini diperparah dengan cederanya beberapa pemain inti. Terbaru, rekan Megawati Hangestri yakni Jung Ho-young harus absen.
Middle Blocker Timnas Korea Selatan itu mengalami cedera jari tengah kiri saat melakukan block terhadap spike pemain GS Caltex, Gyselle Silva pada 7 Februari silam.
Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan di rumah sakit, jari tengah Jung Ho-young ternyata patah. Ia membutuhkan waktu setidaknya empat minggu untuk pemulihan.
Ini artinya Jung Ho-young akan menyudahi musim lebih awal bersama Red Sparks mengingat kompetisi V-League bakal selesai pada bulan Maret mendatang.
Kehilangan Jung Ho-young sangat terasa bagi Ko Hee-jin. Bagaimana tidak, sejauh ini dia mampu cetak 290 poin dalam 27 laga (99 set) dengan rata-rata 0,667 blok per set.
Cederanya Jung Ho-young juga diikuti oleh pemain Asia Jamiyanpurep Enkhsoyol yang mengalami pembengkakan pergelangan kaki saat melompat.
Walau begitu, Inkush, nama panggilannya, pulih lebih cepat. Ia kemungkinan besar sudah bisa dimainkan ketika Red Sparks berhadapan dengan Pink Spiders pada 22 Februari.
Kendati demikian, di tengah badai yang menghantui Red Sparks itu, muncul rookie Park Yeo-reum yang catatkan 10 poin dalam tiga pertandingan beruntun.
(han)