- KOVO
Media Korea Soroti Seruan Pemecatan Ko Hee-jin Usai Red Sparks Alami 10 Kekalahan Beruntun
tvOnenews.com - Media Korea menyoroti kondisi Jung Kwan Jang Red Sparks yang diarsiteki Ko Hee-jin setelah tim tersebut menderita 10 kekalahan beruntun di V-League 2025/2026.
Tim yang musim lalu berhasil lolos ke final Liga Voli Putri Korea 2024/2025 kini justru berjuang di papan bawah klasemen, dengan 23 kekalahan, 6 kemenangan dan total hanya mengumpulkan 19 poin.
Kekalahan telak 0-3 dari Pink Spiders pada 14 Februari di Incheon Samsan World Gymnasium menambah daftar panjang kekalahan mereka. Sebelumnya, tim juara bertahan menundukkan Red Sparks 3-0 (25-22, 25-11, 25-13).
- Instagram Red Sparks
Rentetan hasil buruk ini telah berlangsung lebih dari 40 hari, dimulai sejak kekalahan 0-3 dari Heungkuk Life Insurance pada 4 bulan lalu.
Kondisi ini terasa sangat kontras dibanding musim sebelumnya, ketika Red Sparks tampil impresif dan memaksa Pink Spiders bermain hingga Game 5 di seri final, era di mana MVP seperti Megawati Hangestri, Vanja Bukilic, dan Pyo Seung-ju bersinar.
Megawati Hangestri keluar sebagai pahlawan di final dengan mencetak masing 13 poin, 25 poin, 40 poin, 38 poin, dan akhirnya 37 poin.
Megatron berhasil mengumpulkan 153 poin di partai final Liga Voli Korea 2024/2025.
Selain rentetan 10 kekalahan, Red Sparks juga sempat mengalami dua kali empat kekalahan berturut-turut, hingga dijuluki sebagai “mesin pencetak poin” bagi tim lawan.
Musim ini, dari 23 kekalahan yang mereka alami (dengan 6 kemenangan), lebih dari setengahnya—14 pertandingan—berakhir dengan skor telak 0-3, menandakan kelesuan performa tim.
Dalam pertandingan sehari sebelumnya melawan Pink Spiders, setelah kalah di set pertama 0-1, Red Sparks kebobolan sembilan poin beruntun di set kedua (11-16) hingga kalah telak 11-25 dengan selisih 14 poin.
Media Korea pun menyinggung seruan pemecatan Ko Hee-jin. Mereka menilai kombinasi pertahanan dan serangan tim yang buruk musim ini menjadi penyebab utama krisis.
"Singkatnya, ini benar-benar kacau. Ini menjelaskan banyaknya seruan pemecatan pelatih Ko Hee-jin di kalangan komunitas voli sebagai bentuk terapi kejut," tulis Yonhap.
- KOVO
Kasus serupa juga terjadi sebelumnya. IBK Industrial Bank of Korea, yang bermain di divisi putri, kehilangan mantan pelatih Kim Ho-cheol setelah tim menderita tujuh kekalahan beruntun.