- KOVO
Padahal Sudah Satu Musim Tinggalkan Negeri Ginseng, Tapi Media Korea Tiba-tiba Beri Julukan Baru untuk Megawati Hangestri
tvOnenews.com - Bintang voli Indonesia, Megawati Hangestri, kembali menjadi sorotan publik Korea Selatan dalam beberapa hari terakhir.
Belakangan, nama Megawati Hangestri tiba-tiba kembali menjadi perbincangan di Korea Selatan.
Bukan tanpa alasan, nama pevoli asal Jember itu ramai diperbincangkan terkait peluang tampil lagi di Liga Voli Korea musim depan.
- ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wpa/aa
Isu tersebut mencuat seiring performa impresifnya dalam dua musim terakhir dengan Red Sparks di Liga Voli Korea.
Namun, rencana comeback itu terancam batal akibat cedera lutut yang belum pulih.
Kabar ini pun banyak diulas media Korea Selatan. Salah satu yang menarik perhatian datang dari laporan media Korea, Sports Chosun.
Pada salah satu artikelnya, media Korea tersebut memberikan julukan baru untuk Megawati Hangestri.
Dalam judul artikelnya, ia disebut sebagai sosok pemain spesial dari Indonesia dan setara dengan legenda voli di negeri ginseng.
"'Kim Yeon-koung dari Indonesia' Mega Tak Bisa Datang ke Bola Voli Korea," tulis Sports Chosun.
- KOVO
Julukan itu merujuk pada sosok Kim Yeon-koung, legenda voli Korea Selatan yang dijuluki sebagai Ratu Voli Korea.
Kim Yeon-koung dikenal sebagai pemain ikonik yang memiliki pengaruh besar di Liga Voli Korea maupun Timnas Voli.
Penyematan julukan tersebut tak lepas dari kontribusi Megawati bersama Red Sparks.
Selama dua musim di Liga Voli Korea, pevoli berjuluk Megatron itu tampil konsisten sebagai salah satu pemain kunci Red Sparks.
Mega telah membuktikan dirinya sebagai salah satu penyerang top V-League saat bermain dua musim bersama Red Sparks.
- KOVO
Pada musim 2024/2025, performanya mencapai puncak bersama Vanja Bukilic.
Melansir dari laman Sport Chosun, Mega menempati peringkat ketiga top skor Liga Voli Korea 2024/1015 dengan torehan 802 poin.
Selain itu, ia juga memimpin efektivitas serangan dengan tingkat keberhasilan 48,06%.
Catatan tersebut mengukuhkan statusnya sebagai opposite hitter yang patut diperhitungkan di Liga Voli Korea musim itu.