- Instagram.com/@akuatikindo
Kejurnas Akuatik 2026 Hadirkan Banyak Talenta Baru di Cabang Loncat Indah, Persaingan Atlet Semakin Ketat
Jakarta, tvOnenews.com - Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Akuatik 2026 menjadi ajang munculnya bibit-bibit muda potensial di cabang loncat indah Indonesia. Para atlet muda mampu memberi persaingan ketat kepada para senior.
Saat ini sedang berlangsung Kejurnas Akuatik 2026 cabang loncat indah yang berlangsung di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta pada Selasa (5/5/2026) hingga Kamis (7/5/2026).
Hari pertama Kejurnas Akuatik 2026 berlangsung menarik, di mana bibit-bibit muda potensial mulai menunjukkan tajinya pada Selasa (5/5/2026).
Hal ini juga diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi Teknik Loncat Indah Akuatik Indonesia, Ronaldy Herbintoro. Ia menulai bahwa Kejurnas Akuatik 2026 cabang loncat indah menjadi sinyal positif bagi perkembangan olahraga tersebut di Indonesia.
Menurut Ronaldy, regenerasi atlet mulai terlihat maupun peningkatan kualitas atlet lapis kedua terlihat cukup signifikan dibanding beberapa tahun sebelumnya. Bahkan, sejumlah penampilan atlet muda dinilai mampu mengejutkan pelatih maupun atlet senior.
“Kalau melihat Kejurnas kali ini, banyak kejutan, terutama dari atlet lapis kedua. Mereka sudah mulai menunjukkan teknik dan power yang lebih baik, bahkan membuat pelatih dan senior cukup terkejut,” kata Ronaldy.
Ia menjelaskan bahwa regenerasi atlet loncat indah nasional kini mulai berjalan dengan baik. Jika sebelumnya dominasi atlet senior masih sulit diganggu, kini persaingan di beberapa nomor mulai semakin kompetitif.
“Dulu senior masih cukup aman, belum ada yang mendekati. Sekarang sudah mulai ketat. Ini yang membuat kami optimistis pembinaan berada di jalur yang benar,” tambahnya.
- Instagram/@akuatikindo
Selain kualitas atlet yang meningkat, jumlah peserta Kejurnas Akuatik 2026 juga mengalami kenaikan dibanding edisi sebelumnya.
Pada edisi kali ini, tercatat ada sebanyak 84 atlet yang ikut ambil bagian, terdiri dari 49 atlet putra dan 35 atlet putri yang mewakili 12 tim.
Ronaldy menilai peningkatan jumlah peserta tersebut dipengaruhi oleh sistem yang memperbolehkan satu daerah mengirim lebih dari satu tim.
Kebijakan itu ternyata memberikan positif karena memperluas kesempatan atlet tampil sekaligus memperketat persaingan di setiap nomor pertandingan.
Ronaldy turut menyoroti munculnya kekuatan baru dari sejumlah daerah yang mulai mampu bersaing dengan wilayah-wilayah dominan seperti DKI Jakarta dan Jawa Timur.