- Instagram @bjtmvolleyball
Baru Gabung Hillstate, Posisi Megawati Hangestri Sudah Terancam Regulasi Baru, Kok Bisa?
tvOnenews.com - Kabar kurang menyenangkan datang untuk Megawati Hangestri Pertiwi jelang musim debutnya bersama Suwon Hyundai Hillstate di V-League 2026/2027.
Pelatih kepala timnas voli putri Korea Selatan, Cha Sang-hyun, menegaskan pentingnya menciptakan sistem yang memberi lebih banyak kesempatan bermain bagi pemain domestik. Wacana tersebut dinilai bisa berdampak pada menit bermain pemain asing, termasuk Megawati.
Seperti diketahui, Megawati akan memulai petualangan barunya di Liga Voli Korea bersama Hyundai Hillstate setelah dua musim sukses bersama Daejeon JungKwanJang Red Sparks.
- Instagram @red__sparks
Kehadiran Megatron di V-League sebelumnya sukses mengangkat performa Red Sparks yang sempat dianggap tim underdog hingga mampu menembus final V-League 2024/2025 menghadapi Incheon Heungkuk Life Pink Spiders yang diperkuat Kim Yeon-koung.
Bahkan, Kim Yeon-koung nyaris gagal menutup kariernya dengan manis setelah Red Sparks memberikan perlawanan sengit hingga laga kelima final.
Namun kondisi Megawati yang mengalami cedera membuat Red Sparks akhirnya harus puas menjadi runner-up.
Penampilan impresif Mega juga membuat media Korea memberikan julukan baru kepadanya.
"'Kim Yeon-koung-nya Indonesia' Mega Menghentikan Semua Aktivitas Tim Nasional," tulis media Korea, My Daily.
Di sisi lain, Cha Sang-hyun mulai menyoroti dampak sistem pemain asing di V-League terhadap perkembangan pemain lokal Korea Selatan.
“Setidaknya pada tahun-tahun ketika Asian Games atau Olimpiade diadakan, sekitar setengah dari jadwal V-League harus dimainkan secara eksklusif oleh pemain domestik,” ujar Cha Sang-hyun.
Menurutnya, sistem kuota pemain asing dan kuota Asia saat ini membuat kesempatan tampil pemain lokal semakin terbatas.
Dalam banyak pertandingan, dua slot inti hampir selalu diisi pemain asing dan kuota Asia. Situasi itu membuat pemain domestik kesulitan mendapat menit bermain reguler.
Posisi opposite spiker disebut menjadi yang paling terdampak karena hampir seluruh klub memilih menggunakan pemain asing di sektor tersebut.
Akibatnya, pemain lokal hanya berperan sebagai pelapis untuk menjaga stamina pemain asing dan jarang dijadikan sumber serangan utama.
Cha Sang-hyun khawatir kondisi tersebut akan berdampak langsung terhadap daya saing tim nasional Korea Selatan di masa depan.
Sementara itu, V-League juga dikabarkan tengah mempertimbangkan penambahan kuota pemain Asia yang berpotensi semakin mempersempit peluang pemain domestik.
Meski demikian, usulan memainkan liga khusus pemain lokal juga dinilai akan menjadi tantangan besar bagi klub dan operator liga karena dikhawatirkan menurunkan kualitas kompetisi.
- Instagram @red__sparks
Sebagai alternatif, muncul usulan untuk menambah jumlah pertandingan dalam semusim agar klub mau tidak mau melakukan rotasi pemain lebih luas.
Saat ini, V-League masih menggunakan format 36 pertandingan. Namun beberapa klub mulai mendorong penambahan jadwal pertandingan agar seluruh pemain, termasuk pemain domestik, mendapatkan kesempatan bermain lebih besar.
Kontrak hak siar V-League sendiri akan berakhir setelah musim 2026/2027 sehingga perubahan regulasi dinilai baru berpotensi dilakukan setelah periode tersebut.