- Istimewa
Liga Voli Korea Diguncang Skandal, Pelatih Tim Voli Putri Terseret Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Jelang V-League 2026-2027
Jakarta, tvOnenews.com - Liga Voli Korea saat ini tengah diguncang skandal jelang bergulirnya kompetisi musim 2026-2027. Pasalnya salah satu klub peserta liga putri dilaporkan tengah dilanda gejolak internal setelah salah satu pelatihnya terseret dugaan kasus pelecehan seksual terhadap seorang pemain.
Berdasarkan laporan media Korea Selatan, Starnews, skandal ini bermula dari seorang pemain muda yang mengajukan laporan resmi kepada klub terkait tindakan yang diduga dilakukan pelatih berinisial A saat acara makan bersama tim pada Januari lalu.
Saat itu pemain muda yang menjadi korban tersebut mengaku mengalami pelecehan seksual akibat tindakan sang pelatih.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak klub pun langsung mengambil langkah dengan memisahkan aktivitas terduga pelaku yakni pelatih A dengan sang korban. Pelatih tersebut juga dikabarkan telah mengajukan surat pengunduran diri.
Sementara itu, Pusat Etika Olahraga (Sports Ethics Center) di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan saat ini telah membuka penyelidikan setelah menerima laporan dari orang tua korban.
Proses investigasi hingga saat ini masih berlangsung karena melibatkan banyak saksi, termasuk sejumlah pemain dan staf yang kini sudah berpindah klub.
Laman tersebut juga mengabarkan bahwa hasil penyelidikan diperkirakan akan segera diumumkan. Jika terbukti tidak bersalah, pelatih A berpeluang kembali ke tim. Sebaliknya, apabila terbukti melanggar, ia dapat dikenai sanksi disiplin.
Pelatih kepala klub yang diketahui hadir dalam acara makan bersama tersebut memilih tidak memberikan komentar apapun alias bungkam terkait kasus yang sedang diinvestigasi. Meski demikian, ia mengakui persoalan tersebut bukan masalah ringan.
"Karena ini masih merupakan kasus yang sedang diselidiki secara tertutup, saya tidak bisa memberikan komentar. Jika persoalan ini mencuat ke permukaan sekarang, bukan hanya klub kami, tetapi juga dunia voli akan menghadapi beban yang cukup besar." katanya.
Selain itu klub juga dikejutkan dengan pergantian mendadak posisi manajer tim di tengah proses investigas yang berlangsung. Namun mantan manajer menegaskan bahwa pergantian jabatannya sama sekali tidak berkaitan dengan dugaan kasus pelecehan.
"Sama sekali bukan karena kasus tersebut. Itu murni keputusan mutasi dari perusahaan," ucap manajer klub tersebut.
Ia menambahkan bahwa penyelesaian kasus kini sepenuhnya menunggu hasil investigasi dari Pusat Etika Olahraga.
"Penyelidikan dari Pusat Etika Olahraga masih berlangsung. Bergantung pada hasil penyelidikan, kasus ini bisa saja berakhir sebagai kesalahpahaman semata, atau memang perlu diambil tindakan yang sesuai."
Hingga saat ini belum ada bocoran siapa klub dan pelatih yang diduga pelaku pelecehan seksual terhadap pemain tersebut. Namun yang pasti, skandal ini tengah menjadi perbincangan hangat jelang bergulirnya Liga Voli Korea 2026-2027.
(nad)