- YouTube/Hyundai E&C Hillstate
Fans Megawati Hangestri Wajib Tahu! Mengenal 10 Istilah Voli yang Sering Muncul di V-League Korea
tvOnenews.com - Sejak Megawati Hangestri berkarier di Liga Voli Korea Selatan, perhatian penggemar Indonesia terhadap kompetisi tersebut ikut meningkat.
Setiap kali Megatron tampil, banyak suporter Tanah Air mengikuti pertandingan, baik melalui siaran televisi maupun layanan streaming.
Namun, ada satu hal yang terkadang membuat penggemar Indonesia harus lebih teliti ketika membaca laporan pertandingan V-League, yakni penggunaan istilah-istilah bahasa Korea dalam statistik.
- Instagram/hdecvolleyballteam
Sejumlah istilah tersebut sebenarnya merujuk pada statistik yang cukup familiar dalam olahraga voli. Bahkan, beberapa di antaranya secara rutin muncul dalam tabel statistik resmi pertandingan yang dipublikasikan Korea Volleyball Federation (KOVO).
Supaya tidak lagi bingung ketika melihat statistik pertandingan Megawati bersama Hyundai Hillstate, berikut 10 istilah yang penting untuk diketahui.
1. Beom-sil (범실)
Beom-sil merupakan istilah yang berarti kesalahan atau error. Dalam statistik KOVO, kategori ini digunakan untuk mencatat kesalahan yang menghasilkan keuntungan bagi lawan.
Jumlah beom-sil penting diperhatikan karena kesalahan sendiri dapat memberikan poin secara langsung kepada tim lawan.
2. Deuk-jeom (득점)
Deuk-jeom berarti perolehan poin atau scoring.
Istilah ini termasuk yang paling sering muncul dalam statistik pertandingan. Ketika seorang pemain mencetak banyak poin, angka tersebut akan tercatat pada kolom deuk-jeom.
- Instagram @red__sparks
Dalam statistik KOVO, perolehan poin pemain juga dipisahkan berdasarkan sumbernya, seperti poin serangan, blok, dan servis.
3. Gong-gyeok Seong-gong-ryul (공격성공률)
Kalau penggemar melihat istilah Gong-gyeok Seong-gong-ryul, artinya adalah attack success rate atau persentase keberhasilan serangan.
KOVO menghitung statistik tersebut dengan rumus jumlah serangan berhasil dibagi total percobaan serangan, kemudian dikalikan 100.
Semakin tinggi persentasenya, semakin banyak percobaan serangan yang berhasil menghasilkan poin.
4. Gong-gyeok Hyo-yul (공격효율)
Berbeda dengan attack success rate, Gong-gyeok Hyo-yul berarti attack efficiency.
Statistik ini tidak hanya melihat berapa banyak serangan yang menghasilkan poin. KOVO juga memperhitungkan serangan yang menjadi kesalahan serta serangan yang berhasil diblok lawan.
5. Gong-gyeok Jeom-yu-ryul (공격점유율)
Gong-gyeok Jeom-yu-ryul berarti attack share atau persentase porsi serangan.
- KOVO
Statistik ini menunjukkan seberapa besar bagian dari total percobaan serangan tim yang dilakukan oleh seorang pemain.
KOVO menghitungnya berdasarkan jumlah percobaan serangan individu dibandingkan total percobaan serangan tim.
Statistik tersebut menarik untuk melihat seberapa besar seorang pemain terlibat dalam pola serangan tim. Pemain dengan attack share tinggi berarti mendapatkan porsi serangan yang besar.
6. Beul-lo-king (블로킹)
Beul-lo-king merupakan istilah Korea untuk blocking.
Blocking adalah usaha pemain di dekat net untuk membendung serangan lawan. Dalam statistik pertandingan KOVO, poin dari blocking juga dicatat secara terpisah.
Selain jumlah blok yang menghasilkan poin, KOVO juga mencatat effective blocking, yakni blok yang berhasil membantu tim mempertahankan atau melanjutkan reli.
7. Seo-beu (서브)
Seo-beu berarti serve atau servis.
Servis menjadi pukulan pertama untuk memulai sebuah reli. Dalam statistik KOVO, poin yang diperoleh melalui servis juga dicatat sebagai bagian dari perolehan poin pemain.
Karena itu, ketika membaca statistik seorang pemain, penggemar dapat melihat apakah kontribusi poinnya berasal dari serangan, blocking, atau servis.
8. Ri-si-beu Hyo-yul (리시브효율)
Ri-si-beu Hyo-yul berarti receive efficiency atau efektivitas penerimaan servis.
Statistik ini sangat penting bagi pemain yang bertugas menerima servis lawan, terutama outside hitter dan libero.
KOVO menjelaskan receive efficiency sebagai perhitungan antara penerimaan akurat dikurangi kesalahan penerimaan, kemudian dibandingkan dengan jumlah percobaan receive.
Dengan melihat angka ini, penggemar bisa mendapatkan gambaran mengenai seberapa efektif seorang pemain ketika menghadapi servis lawan.
9. Di-geu (디그)
Di-geu berasal dari istilah dig, yakni upaya menyelamatkan bola dari serangan lawan agar reli tetap berlangsung.
Aksi dig biasanya terlihat ketika pemain bertahan berusaha mengangkat bola yang datang dengan keras dari serangan lawan.
Statistik pertahanan seperti ini penting karena tidak semua kontribusi pemain terlihat dari jumlah poin. Seorang pemain bisa memberikan kontribusi besar dengan mempertahankan bola agar timnya tetap memiliki kesempatan membangun serangan.
10. Ju-po (주포)
Berbeda dengan beberapa istilah sebelumnya, Ju-po bukan kategori statistik.
Istilah tersebut digunakan untuk menyebut pemain yang menjadi ujung tombak atau andalan utama dalam serangan sebuah tim.
Dalam konteks pertandingan V-League, istilah ini dapat digunakan ketika media Korea membahas pemain yang menjadi sumber utama perolehan poin tim.
Bagi penggemar Megawati, istilah tersebut cukup menarik karena posisi opposite memang sering menjadi salah satu tumpuan utama dalam sistem serangan sebuah tim.
Memahami istilah-istilah tersebut akan membuat penggemar Indonesia lebih mudah mengikuti pertandingan V-League, terutama ketika melihat statistik setelah Megawati Hangestri dan Hyundai Hillstate bertanding. (asl)