news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Megawati Hangestri saat berseragam Red Sparks dan Hyundai Hillstate.
Sumber :
  • Instagram.com/@hdecvolleyballteam - KOVO

Megawati Hangestri Sudah Berseragam Hyundai Hillstate, Media Korea Masih Saja Singgung Masa Kejayaannya di Red Sparks

Media Korea menyoroti performa Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate. Torehan 15 poinnya mengingatkan pada masa kejayaannya bersama Red Sparks.
Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:55 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Megawati Hangestri Pertiwi kembali menjadi sorotan media Korea Selatan setelah memperlihatkan kemampuan menyerang yang menjanjikan bersama Suwon Hyundai E&C Hillstate.

Meski kini telah meninggalkan Daejeon JungKwanJang Red Sparks, penampilan pemain voli Indonesia tersebut masih dikaitkan dengan masa-masa terbaiknya saat berkarier di Korea Selatan.

Sorotan itu muncul setelah Megawati tampil produktif ketika Hyundai Hillstate menghadapi GS Caltex Seoul KIXX dalam KOVO Cup 2026.

Di tengah hasil kurang memuaskan yang diraih timnya, Megawati justru mampu menunjukkan ketajaman serangan yang mengingatkan media Korea pada kiprahnya bersama Red Sparks.

Oh My News menyoroti kontribusi Megawati dalam pertandingan tersebut. Pemain berusia 27 tahun itu mengoleksi 15 poin dengan tingkat keberhasilan serangan mencapai 50 persen, sekaligus menjadi pencetak angka terbanyak Hyundai Hillstate dalam laga tersebut.

"Terlepas dari hasil mengecewakan Hyundai E&C, Mega mencatatkan skor tertinggi di tim dengan 15 poin dan tingkat keberhasilan serangan 50%," tulis Oh My News.

Catatan itu menjadi salah satu hal positif bagi Hyundai Hillstate, meskipun mereka harus menerima kekalahan.

Bukan hanya produktivitasnya bersama Hyundai Hillstate yang menarik perhatian.

Media Korea juga menyoroti bagaimana permainan Megawati pada set ketiga mengingatkan pada penampilannya saat memperkuat Red Sparks.

Setelah hanya mencetak lima poin dalam dua set pertama, Megawati mampu menambah 10 poin pada set ketiga, termasuk satu angka melalui blok.

Peningkatan tersebut memperlihatkan ketajamannya ketika memasuki fase akhir pertandingan.

Oh My News menilai penampilan itu memperlihatkan kembali daya ledak Megawati yang pernah menjadi salah satu kekuatannya saat membela klub asal Daejeon tersebut.

Dalam ulasannya, media itu menyatakan, "Secara khusus, Mega, yang hanya mencetak 5 poin di dua set pertama, meledak dengan 10 poin di set ketiga saja—termasuk satu blok—menunjukkan kekuatan eksplosif yang mengingatkan pada masa-masanya bersama Jung Kwan Jang. Itu adalah penampilan yang cukup untuk membangkitkan semangat Pelatih Kepala Kang Sung-hyung dan penggemar Hyundai E&C."

Penyebutan Red Sparks dalam ulasan tersebut memperlihatkan bahwa kiprah Megawati bersama klub lamanya masih menjadi bagian penting ketika media Korea membahas performanya.

Pengalaman selama dua musim di V-League telah membuat pemain Indonesia itu dikenal karena kemampuannya menghasilkan banyak poin.

Media Korea tersebut juga menyinggung catatan Megawati selama memperkuat Jeong Kwan Jang, nama yang digunakan Red Sparks pada periode tersebut.

Dalam dua musim, ia disebut mengumpulkan total 1.538 poin, sebuah pencapaian yang memperkuat reputasinya sebagai pemain dengan daya serang yang menonjol.

"Mega, yang mendominasi V-League dengan 1.538 poin selama dua musim, meninggalkan panggung Korea tanpa memperbarui kontraknya dengan Jeong Kwan Jang," sambung Oh My News.

Perjalanan Megawati setelah meninggalkan Red Sparks turut menjadi bagian dari sorotan media Korea.

Menurut laporan tersebut, Megawati tidak memperpanjang kontraknya dengan Jeong Kwan Jang setelah dua musim berkarier di Korea Selatan. 

Keputusan itu dikaitkan dengan persoalan kesehatan ibunya, yang disebut membesarkannya sebagai orang tua tunggal.

Pada musim berikutnya, Megawati sempat menandatangani kontrak dengan Manisa BBK, klub yang berkompetisi di divisi kedua Liga Turki. 

Namun, kerja sama tersebut berakhir berdasarkan kesepakatan bersama, dan Megawati kemudian melanjutkan kariernya di kompetisi domestik Indonesia.

Setelah absen selama satu musim dari V-League, Megawati akhirnya kembali ke Korea Selatan. Ia menandatangani kontrak dengan Hyundai Hillstate pada 11 Mei 2026, sekaligus membuka babak baru dalam kariernya di liga voli Negeri Ginseng.

Kepindahan tersebut membuat Megawati kembali berhadapan dengan persaingan yang sudah dikenalnya, tetapi kali ini dengan seragam klub berbeda.

Ia harus membangun hubungan permainan dengan rekan-rekan setim baru, termasuk setter Kim Da-in dan Jordan Wilson.

Meski penampilan Megawati mendapat sorotan, Hyundai Hillstate belum memperoleh hasil maksimal di KOVO Cup 2026.

Mereka gagal melaju ke semifinal setelah menelan dua kekalahan beruntun dari Korea Expressway Hi-Pass dan GS Caltex Seoul KIXX, masing-masing dengan skor 0-3.

Hasil tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi pelatih Kang Sung-hyung dan seluruh pemain.

Hyundai Hillstate perlu memperbaiki koordinasi antarpemain, efektivitas serangan, serta konsistensi permainan sebelum menghadapi kompetisi reguler.

Namun, kegagalan di turnamen pramusim tidak serta-merta menentukan perjalanan sebuah tim di V-League 2026/2027.

KOVO Cup dapat menjadi kesempatan untuk mengevaluasi komposisi pemain dan mematangkan strategi sebelum persaingan liga berlangsung lebih panjang.

Bagi Megawati, kesempatan bermain di KOVO Cup juga menjadi bagian dari proses adaptasi setelah kembali ke Korea Selatan.

Pelatih Kang Sung-hyung sebelumnya mempertimbangkan kondisi kebugaran Megawati, tetapi akhirnya memberinya kesempatan tampil untuk membangun keselarasan dengan setter dan rekan-rekan setimnya.

Kini, tantangan Megawati bukan hanya mengulang ketajaman yang pernah diperlihatkannya bersama Red Sparks, melainkan juga membantu Hyundai Hillstate tampil lebih konsisten.

Sorotan media Korea menjadi pengingat atas rekam jejaknya, sedangkan kompetisi V-League 2026/2027 akan menjadi kesempatan untuk membuktikan kontribusinya bersama klub baru.

(tsy)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:02
14:03
08:06
08:08
08:29
08:13

Viral