news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Megawati Hangestri reuni dengan eks rekan setim di Red Sparks, Yeum Hye-seon dan Vanja Bukilic..
Sumber :
  • Tangkapan layar Youtube Red Sparks

Ditinggal Megawati Hangestri, Red Sparks Kini Jadi Sorotan Media Korea, Ada Apa?

Media Korea menyoroti Red Sparks yang terpuruk ke posisi terakhir setelah ditinggal Megawati Hangestri dan Banja Bukiric usai mencapai final V-League.
Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:26 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Perjalanan Daejeon Jung Kwan Jang Red Sparks di Liga Voli Korea menjadi sorotan media setempat setelah tim yang pernah mencapai final pada musim 2024–2025 itu justru terpuruk ke posisi terbawah pada musim berikutnya.

Kepergian Megawati Hangestri Pertiwi dan Vanja Bukilic disebut sebagai salah satu faktor penting di balik kemerosotan performa klub tersebut.

Media Korea Selatan, Oh My News, menyoroti perubahan nasib Red Sparks yang sebelumnya mampu bersaing di papan atas, tetapi kemudian mengalami kesulitan setelah kehilangan dua pemain andalannya.

Megawati kini memperkuat Suwon Hyundai E&C Hillstate, sedangkan Bukiric kembali membela Red Sparks pada musim 2026–2027.

"Jung Kwan Jang, yang hampir memenangkan kejuaraan dengan finis sebagai runner-up di final musim 2024-2025, terpuruk ke posisi terakhir untuk pertama kalinya dalam tujuh musim setelah duo bintangnya, Vanja Bukilic dan Megawati Pertiwi (Hyundai Hillstate), meninggalkan tim," tulis Oh My News.

Megawati Hangestri dan Vanja Bukilic saat di Red Sparks
Sumber :
  • KOVO

Sorotan tersebut memperlihatkan besarnya kontribusi kedua pemain dalam perjalanan Red Sparks sebelum akhirnya berpisah.

Megawati dan Bukilic pernah menjadi kombinasi serangan yang diandalkan Red Sparks pada musim 2024–2025.

Keduanya membantu tim menembus final kejuaraan untuk pertama kalinya dalam 13 tahun, meskipun pada akhirnya harus puas menjadi runner-up setelah kalah dari Heungkuk Life Pink Spiders.

Oh My News menyoroti produktivitas kedua pemain tersebut selama musim reguler. Keduanya disebut mencetak total 1.440 poin sebelum memutuskan tidak memperpanjang kontrak dengan Red Sparks.

"Mega dan Bukilic, "penyerang kembar" terkuat di liga yang mencetak total 1.440 poin di musim reguler saja, menolak untuk memperbarui kontrak mereka dengan Jung Kwan Jang, Jeong Kwan Jang terpuruk ke posisi terakhir untuk pertama kalinya dalam tujuh musim sejak musim 2018-2019, dengan catatan 8-28 (26 poin)," tulis Oh My News lagi.

Kepergian Megawati menjadi perhatian tersendiri bagi penggemar voli Korea. Pemain asal Jember, Jawa Timur, itu sebelumnya memperkuat Red Sparks selama dua musim, yakni 2023–2024 dan 2024–2025.

Pada musim pertamanya, Megawati turut membantu Red Sparks kembali menembus babak playoff setelah tujuh tahun.

Penampilannya kemudian semakin menonjol pada musim berikutnya ketika ia berduet dengan Bukilic dan membawa tim tersebut mencapai final.

Namun, keduanya memilih melanjutkan karier di tempat berbeda. Megawati menerima tawaran Hyundai Hillstate, sedangkan Bukilic kembali ke Red Sparks setelah sempat bermain di Eropa.

Kepindahan Megawati membuat Hyundai Hillstate mendapatkan tambahan kekuatan di sektor serangan.

Sebaliknya, Red Sparks harus menyusun ulang strategi permainan untuk mengisi peran yang sebelumnya dijalankan pemain asal Indonesia tersebut.

Menurut pemberitaan Oh My News, kemerosotan Red Sparks tidak hanya berkaitan dengan kepergian Megawati dan Bukilic. Klub tersebut juga kehilangan sejumlah pemain penting serta menghadapi persoalan di jajaran kepelatihan.

Salah satu pemain yang hengkang adalah Pyo Seung-ju. Negosiasi untuk mempertahankan outside hitter veteran tersebut tidak membuahkan hasil sehingga Red Sparks kehilangan opsi tambahan dalam memperkuat serangan.

Persoalan lainnya muncul ketika pemain kuota Asia, Wipawi Sitong, yang direkrut dari Thailand, tidak sempat tampil bersama Red Sparks.

Pemain tersebut kembali ke negaranya tanpa memainkan satu pertandingan pun dengan seragam klub asal Daejeon itu.

Red Sparks kemudian merekrut Inkushi dari Mongolia untuk mengisi posisi pemain kuota Asia. Namun, berdasarkan laporan media tersebut, performanya belum mampu memenuhi ekspektasi tim.

Di sektor pemain asing, Red Sparks juga mendatangkan Elisa Zanette dari Italia.

Akan tetapi, pemain tersebut disebut mengalami kesulitan beradaptasi dengan karakter permainan V-League yang sangat mengandalkan kontribusi pemain asing dalam menghasilkan poin.

Kombinasi berbagai persoalan tersebut membuat Red Sparks kesulitan menemukan performa terbaik. Mereka akhirnya menutup musim dengan catatan delapan kemenangan dan 28 kekalahan, mengumpulkan 26 poin, serta menempati posisi terakhir untuk pertama kalinya sejak musim 2018–2019.

Situasi itu menjadi kontras dengan pencapaian mereka pada musim 2024–2025. Ketika itu, Red Sparks mampu bersaing hingga final dan menunjukkan potensi untuk menjadi salah satu kekuatan utama di kompetisi voli putri Korea Selatan.

Masalah Red Sparks berlanjut setelah kompetisi berakhir. Pelatih kepala Ko Hee-jin mengundurkan diri pada Agustus 2026 di tengah kontroversi yang melibatkan seorang anggota staf pelatih.

Keputusan tersebut menambah tantangan bagi klub yang sedang berusaha membangun kembali kekuatannya. Red Sparks kemudian menunjuk Kwon Soon-chan sebagai pelatih kepala pada 6 Oktober 2026.

Namun, waktu persiapan yang terbatas menjadi kendala tersendiri. Kwon ditunjuk hanya dua hari sebelum Red Sparks menjalani pertandingan di KOVO Cup 2026.

Dalam turnamen tersebut, Red Sparks belum mampu menunjukkan hasil yang diharapkan. Mereka kalah 1-3 dari Heungkuk Life Pink Spiders pada pertandingan yang berlangsung di Jinnam Gymnasium, Yeosu, pada 11 Oktober 2026.

Red Sparks sebenarnya berhasil merebut set pertama dengan skor 25-18. Namun, Pink Spiders kemudian bangkit dan memenangkan tiga set berikutnya dengan skor 25-23, 25-16, dan 27-25.

Kekalahan tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Kwon dalam membangun kembali koordinasi dan konsistensi permainan tim.

Hasil turnamen pramusim itu juga menunjukkan bahwa Red Sparks masih membutuhkan waktu untuk menemukan komposisi terbaik setelah mengalami sejumlah perubahan.

Kepergian Megawati memang menjadi salah satu kehilangan besar bagi klub. Namun, tantangan Red Sparks juga mencakup kegagalan adaptasi sejumlah pemain baru, hengkangnya pemain penting, serta perubahan di kursi pelatih.

(tsy)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:02
14:03
08:06
08:08
08:29
08:13

Viral