- NPC Indonesia
Indonesia Lampaui Target di Asian Para Games 2026, CdM Ungkap Pekerjaan Rumah Atlet
Jakarta, tvOnenews.com - Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia, Reda Manthovani mengungkapkan bahwa mereka masih memiliki pekerjaan rumah meski tim Merah Putih berhasil melampaui target di Asian Para Games 2026 dengan mengoleksi 15 medali emas, melewati target awal pemerintah yang hanya tujuh emas.
Indonesia berhasil menutup Asian Para Games 2026 di peringkat kedelapan klasemen akhir dengan total 73 medali, terdiri atas 15 emas, 21 perak, dan 37 perunggu.
Reda Manthovani, menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama yang solid antara atlet, pelatih, National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, serta seluruh pihak yang mendukung perjuangan kontingen Merah Putih.
“Ini berkat kerja sama yang solid antara NPC, atlet, para pelatih, dan juga para pendukung lainnya. Dengan kekompakan ini, soliditas ini, akhirnya kita bahu-membahu di pertandingan,” kata Reda seusai tiba bersama kontingen Indonesia di Bandara Internasional Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Minggu.
Capaian di Nagoya sekaligus menunjukkan bahwa atlet Indonesia mampu melampaui ekspektasi meski menghadapi persaingan ketat di tingkat Asia. Reda menyatakan bahwa prestasi tidak semata-mata ditentukan oleh perhitungan sebelum kompetisi, melainkan oleh perjuangan dan kemampuan atlet ketika bertanding.
“Kalau dihitung di atas kertas, target kita kan hanya 7 emas, 8 perak, 17 perunggu, berdasarkan catatan. Tetapi saya selalu bilang, prestasi itu ditentukan di medan pertandingan, tidak di atas kertas,” tambahnya.
Meski demikian, Reda menilai Indonesia masih perlu memperkuat persiapan agar mampu mempertahankan bahkan meningkatkan pencapaian pada kompetisi berikutnya.
Salah satu evaluasi yang disorot adalah kondisi fisik atlet, terutama mereka yang belum berhasil meraih medali emas meskipun memiliki kemampuan teknik dan strategi yang baik.
“Saya melihat beberapa atlet yang belum mendapatkan medali, ataupun yang baru hanya perunggu, itu kalah lebih banyak karena fisik. Kalau teknik, strategi, mereka sudah bagus-bagus, tetapi kalah di fisik. Karena pelatnasnya cuma tiga bulan,” jelasnya.
Sehingga Reda berharap pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga dapat memperpanjang masa pemusatan latihan nasional (pelatnas) agar atlet memiliki waktu persiapan yang lebih memadai.
Dukungan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR juga diharapkan dapat membantu memperkuat pembinaan atlet penyandang disabilitas.
Sementara itu, Ketua Umum NPC Indonesia Senny Marbun mengapresiasi perjuangan kontingen Merah Putih yang mampu melampaui target medali di Asian Para Games 2026.
“Kita dapat emas 15 dari target 7, sudah luar biasa,” kata Senny.
Keberhasilan di Nagoya diharapkan menjadi pijakan bagi Indonesia untuk kembali bersaing memperebutkan gelar juara umum ASEAN Para Games 2027 sekaligus memperkuat persiapan menuju Paralimpiade Los Angeles 2028.
(nad)