news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Atlet Panjat Tebing Indonesia, Putra Tri Ramadani, di Asian Games 2026.
Sumber :
  • NOC Indonesia/Mochammad Rifqi Priyadiansah

Bangga! Atlet Panjat Tebing Indonesia Putra Tri Ramadani Raih Medali Perak di World Climbing Series Santiago 2026

Tim panjat tebing Indonesia kembali mencatatkan prestasi gemilang. Kali ini melalui Putra Tri Ramadani yang berhasil membawa pulang medali perak di ajang World Climbing Series Santiago 2026.
Senin, 26 Oktober 2026 - 10:02 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Tim panjat tebing Indonesia kembali mencatatkan prestasi gemilang. Kali ini melalui Putra Tri Ramadani yang berhasil membawa pulang medali perak di ajang World Climbing Series Santiago 2026.

Putra Tri Ramadani menjadi salah satu dari tujuh atlet Indonesia yang berlaga di seri penutup World Climbing Series Santiago 2026, yang berlangsung di Chile pada Jumat (23/10/2026) hingga Minggu (25/10/2026) waktu setempat.

Hasilnya Putra Tri Ramadani atau yang akrab disapa Srondeng itu mampu meraih medali perak dari nomor lead putra dalam ajang World Climbing Series Santiago 2026 pada Senin (26/10/2026) WIB.

Srondeng mencatatkan skor 49, ia hanya kalah unggul dari Jonas Utelli asal Swiss yang meraih medali perak usai menjadi juara dengan skor 52 di partai final.

Melansir dari World Climbing, Srondeng mampu mengungguli sejumlah atlet unggulan dunia dalam babak final nomor lead putra.

Bahkan Srondeng unggul atas Neo Suzuki (Jepang) yang finis di posisi ketiga dengan skor 47+, Neo pun meraih medali perunggu di ajangh bergengsi tersebut.

Putra sendiri memang tampil gemilang sejak awal. Bahkan pada partai semifinal, ia menduduki posisi pertama dengan capaian 33+. Unggul atas Neo Suzuki yang berada di posisi kedua (32+) dan Alberto Gines Lopez di posisi ketiga (31+).

Sementara Jonas Utelli sempat berada di posisi keempat (31+) di babak semifinal. Namun ia berhasil bangkit saat partai final dan akhirnya menjadi juara di World Climbing Series Santiago 2026.

Sedangkan Alberto Lopez yang sempat berada di posisi ketiga di semifinal, harus puas berakhir di peringkat kedelapan dengan skor 25 di partai pamungkas.

Putra Tri Ramadani bukan satu-satunya atlet panjat tebing Indonesia yang mencatatkan prestasi di ajang penutup World Climbing Series tersebut. Sebelumnya ada Raharjati Nursamsa yang lebih dulu meraih medali perak nomor speed putra.

Saat itu Raharjati Nursamsa mencatatkan waktu 5,06 detik pada partai final. Ia kalah cepat dari atlet China Zhao Yicheng, yang mencatatkan waktu 4,74 detik pada final yang berlangsung pada Minggu (25/10/2026) dini hari WIB.

(ant/nad)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:02
14:03
08:06
08:08
08:29
08:13

Viral