- Tangkapan Layar
Sahabat Megawati Hangestri di Red Sparks Ungkap Tekanan Berat, Bertekad Bangkit di Musim Baru
tvOnenews.com - Park Hye-min, pemain outside hitter Daejeon Jung Kwan Jang Red Sparks yang dikenal sebagai sahabat Megawati Hangestri, bertekad meningkatkan performanya pada Liga Voli Korea musim 2026/2027.
Setelah berhasil tampil dalam seluruh pertandingan liga untuk pertama kalinya sejak debutnya pada musim lalu, Park Hye-min kini berusaha menjaga konsistensi sekaligus membantu Red Sparks meraih hasil yang lebih baik.
Sementara itu, Megawati Hangestri akan memulai perjalanan baru di Liga Voli Korea musim 2026/2027 bersama Hyundai Hillstate. Pemain yang akrab disapa Megatron tersebut telah tampil dalam turnamen pramusim KOVO Cup 2026, meski performanya belum maksimal karena kondisi fisiknya belum sepenuhnya pulih.
- Instagram.com/@hdecvolleyballteam
Bersama klub barunya, Megawati juga harus beradaptasi dengan sistem permainan yang berbeda di bawah arahan pelatih Kang Sung-hyung. Selain itu, ia akan berhadapan dengan sejumlah mantan rekan setimnya di Red Sparks, termasuk Yeum Hye-seon, Park Eung-jin, Vanja Bukilic, dan Park Hye-min.
Di sisi lain, Park Hye-min masih memiliki pekerjaan besar bersama Red Sparks. Pada musim sebelumnya, ia tampil dalam 36 pertandingan dan mengumpulkan 255 poin, dengan tingkat keberhasilan serangan sebesar 35,38 persen serta efisiensi penerimaan servis 25,86 persen.
Meskipun kontribusinya belum mampu membawa Red Sparks keluar dari posisi terbawah klasemen, keberhasilannya menuntaskan musim dalam kondisi sehat menjadi pencapaian tersendiri. Kini, Park berusaha memanfaatkan pengalaman tersebut untuk memperbaiki performanya pada musim 2026/2027.
Red Sparks seolah menerima banyak cobaan pada musim lalu, usai Megawati Hangestri pergi, tim berjuluk Red Force itu tumpul penyerangannya hanya mampu menjadi juru kunci klasemen.
Dalam wawancara terbaru, pevoli berusia 25 tahun itu mengungkapkan bahwa dirinya tetap menjalani latihan selama masa jeda kompetisi demi mempersiapkan diri menghadapi musim baru.
"Saya tidak ingin berolahraga selama liburan musim off-season (tertawa). Tapi saya tidak bisa menahan diri untuk berolahraga. Saya mempersiapkan diri untuk musim ini dengan melakukan latihan rehabilitasi, serta yoga dan Pilates," ucapnya dilansir dari My Daily.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian Park adalah tugasnya dalam menerima servis lawan. Pada musim lalu, ia menjadi pemain dengan jumlah penerimaan servis terbanyak di liga voli putri Korea Selatan, yakni 1.048 kali. Park dan Yuk Seo-young dari IBK Altos, yang mencatatkan 1.014 penerimaan, menjadi dua pemain yang berhasil melampaui angka 1.000 penerimaan servis.
Catatan tersebut menunjukkan besarnya tanggung jawab yang harus dipikul Park Hye-min di lapangan. Ia mengakui bahwa tugas menerima servis secara konsisten memberikan tekanan tersendiri, terlebih karena sistem permainan tim mengandalkannya untuk mengemban porsi besar dalam pertahanan awal.
"Tekanannya sangat besar. Pada dasarnya ini adalah sistem penerimaan servis dua orang. Saya mungkin menerima servis terbanyak di liga. Stresnya sangat berat. Sangat melelahkan. Ini adalah pengalaman pertama saya seperti itu."
Park Hye-min juga mengaku baru benar-benar memahami sulitnya menjalankan peran tersebut setelah merasakannya sendiri. Ia semakin menghargai para pemain senior yang sebelumnya mengemban tanggung jawab serupa, karena harus menjaga konsistensi sekaligus menghadapi tekanan sepanjang pertandingan.
"Setelah bermain di lapangan sendiri, saya menyadari betapa hebatnya para pemain senior yang pernah bermain di posisi ini sebelumnya. Saya merasa tidak mudah bermain sambil berada di bawah tekanan dan terus-menerus khawatir setiap hari."
Bagi Hye-min, tanggung jawabnya bukan hanya soal menerima servis dengan baik. Ia juga diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam serangan, terutama untuk menjaga keseimbangan permainan Red Sparks.
Dalam beberapa musim terakhir, keberhasilan Red Sparks tidak terlepas dari kontribusi para pemain penyerang luar domestik. Pada musim 2023/2024, ketika tim mencapai babak playoff, Lee So-young tampil menonjol. Sementara itu, pada musim 2024/2025, saat Red Sparks melaju ke final kejuaraan, Pyo Seung-ju turut memberikan kontribusi penting.
Kini, Park Hye-min diharapkan mampu menjalankan peran serupa. Ia harus menjaga performanya di sektor outside hitter dan berkontribusi dalam serangan bersama Zhong Hui, mantan pemain tim nasional China.
Park mengaku menyadari besarnya ekspektasi tersebut. Namun, ia justru menjadikan kesempatan berlatih bersama Zhong Hui sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuannya.
"Saya juga sering mendengar hal itu. Saya merasa perlu memberikan dukungan yang baik. Ketika saya melihat Jong-hwi, dia benar-benar luar biasa. Dia adalah pemain kunci dalam kemenangan medali emas Tiongkok di Asian Games Hangzhou 2022. Ketika saya berlatih dengannya, saya sering berpikir dia adalah pemain yang benar-benar hebat. Ada begitu banyak yang bisa dipelajari darinya. Saya banyak belajar dengan mengamatinya. Ada begitu banyak momen di mana saya merasa, 'Itu benar-benar cerdas,' ketika menontonnya bermain."
Red Sparks dijadwalkan memulai perjalanan mereka di kompetisi musim ini dengan menghadapi Heungkuk Life pada 4 November. Pertandingan tersebut menjadi awal dari rangkaian kompetisi yang akan berlangsung selama sekitar enam bulan.
Menghadapi musim baru, Park Hye-min menegaskan bahwa dirinya ingin terus berkembang dan tidak terjebak dalam ketakutan melakukan kesalahan. Ia mengaku mendapatkan banyak pelajaran dari musim sebelumnya, terutama setelah berdiskusi dengan pelatih kepala Kwon Soon-chan.
- KOVO
Menurut Park, sang pelatih membantunya mengubah pola pikir, khususnya dalam menghadapi situasi ketika penerimaan servis tidak berjalan sempurna. Ia kini berusaha lebih percaya diri dan melihat serangan sebagai kesempatan untuk memperbaiki situasi di lapangan.
"Tidak ada jalan lain selain maju. Saya banyak belajar saat menyelesaikan musim lalu. Di masa lalu, saya memiliki pola pikir yang sangat kuat bahwa saya benar-benar harus menghindari kesalahan saat bertahan atau menerima servis," tuturnya.
"Namun, saya banyak berubah setelah berbicara dengan Pelatih Kepala Kwon Soon-chan. Dia mengatakan kepada saya bahwa bahkan jika saya menerima servis dengan tidak benar, saya dapat menyelesaikannya dengan serangan. Jadi, tanpa merasa cemas, saya ingin menunjukkan sisi ofensif saya seperti yang dikatakan pelatih. Saya akan bekerja keras," sambungnya.
Dengan pengalaman tampil dalam seluruh pertandingan liga musim lalu, Park Hye-min kini bertekad melangkah lebih jauh bersama Red Sparks. Ia ingin meningkatkan kontribusi dalam pertahanan maupun serangan, sekaligus membantu tim bangkit dari hasil mengecewakan sebelumnya.
Sementara itu, kepindahan Megawati Hangestri ke Hyundai Hillstate akan menghadirkan cerita tersendiri pada musim 2026/2027. Pertemuan Megawati dengan mantan rekan-rekannya di Red Sparks, termasuk Park Hye-min, menjadi salah satu hal yang menarik untuk dinantikan dalam persaingan Liga Voli Korea musim ini.