news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Wakil Ketua Umum PBSI, Taufik Hidayat.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Ilham Giovani Pratama

PBSI Siapkan Evaluasi Besar-besaran Usai Gagal di Piala Thomas 2026, Taufik Hidayat: Pelatih Bisa Diganti Kapan Saja

Evaluasi besar-besaran tengah disiapkan federasi Bulu Tangkis Indonesia (PBSI) usai hasil buruk yang didapatkan oleh Indonesia pada ajang Piala Thomas 2026.
Jumat, 8 Mei 2026 - 17:54 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Evaluasi besar-besaran tengah disiapkan PBSI usai hasil buruk yang didapat tim bulutangkis Indonesia pada ajang Piala Thomas 2026.

Salah satu langkah yang berpotensi diambil adalah melakukan perubahan di jajaran pelatih.

Wakil Ketua Umum PBSI, Taufik Hidayat, menegaskan bahwa evaluasi tidak hanya menyasar atlet. Menurutnya, seluruh tim pendukung termasuk pelatih akan ikut dinilai berdasarkan performa selama turnamen berlangsung.

Wakil Ketua Umum PBSI, Taufik Hidayat
Sumber :
  • tvOnenews.com/Ilham Giovani Pratama

Kegagalan Indonesia di Piala Thomas 2026 memang menjadi pukulan besar. Tim putra Merah Putih harus tersingkir sejak fase grup setelah kalah bersaing di Grup D.

Hasil tersebut tercipta usai Indonesia takluk 1-4 dari Prancis pada laga penentuan yang berlangsung di Forum Horsens, Denmark, pada 29 April lalu. Kekalahan itu membuat Indonesia gagal melaju ke babak gugur.

Situasi tersebut menjadi catatan sejarah kelam bagi bulutangkis Indonesia. Pasalnya, sejak pertama kali mengikuti Piala Thomas pada 1958, Indonesia belum pernah tersingkir di fase grup.

Tradisi panjang lolos ke babak gugur pun akhirnya terputus. Kondisi itu membuat publik pecinta bulutangkis nasional meluapkan kekecewaan mereka di berbagai media sosial.

PBSI pun mulai menyiapkan langkah evaluasi menyeluruh. Taufik menyebut perubahan bisa saja terjadi di berbagai sektor apabila dinilai tidak menunjukkan perkembangan yang diharapkan.

Ia mengisyaratkan kemungkinan adanya promosi dan degradasi, baik untuk atlet maupun pelatih.

Menurut Taufik, prestasi menjadi tolok ukur utama untuk menentukan posisi seseorang di pelatnas.

"Sangat mungkin, kenapa tidak. Apakah ada perubahan di sektor tunggal, bisa saja. Promosi degradasi bisa kapan saja dan begitu juga dengan pelatih," ujar Taufik dalam konferensi pers pada Jumat (8/5/2026).

Taufik menilai dunia olahraga profesional tidak bisa memberi terlalu banyak toleransi terhadap performa yang stagnan. Karena itu, setiap elemen tim harus mampu menunjukkan hasil nyata.

Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di Piala Thomas 2026.
Sumber :
  • PBSI

Ia juga menegaskan bahwa evaluasi tidak hanya menyasar pelatih teknik semata. Seluruh tim pendukung akan ikut diperiksa demi memastikan sistem pembinaan berjalan maksimal.

"Kalau tidak perform buat apa dipertahankan. Olahraga tidak bisa menunggu-nunggu. Tidak hanya pelatih teknik tapi juga tim pendukung yang kalau tidak maksimal, kami cari lagi yang baru," kata Taufik.

Dalam kesempatan tersebut, Taufik turut membahas perubahan karakter atlet di era modern. Ia menilai pendekatan kepelatihan saat ini berbeda jauh dibanding masa ketika dirinya masih aktif bermain.

Menurutnya, pelatih modern harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Mereka juga dituntut lebih peka terhadap kondisi mental dan kebutuhan atlet di tengah tekanan kompetisi internasional.

"Kami tidak bisa bandingkan dengan atlet zaman dulu. Kalau dulu, pelatih ngomong apa atlet ikut saja. Sekarang tidak bisa begitu. Pelatih juga harus sensitif sekarang," ucap Taufik.

Selain membahas evaluasi, Taufik juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Indonesia atas hasil yang diraih di Thomas Cup dan Uber Cup 2026.

Ia mengakui ekspektasi publik terhadap bulutangkis Indonesia memang sangat tinggi karena sejarah prestasi yang panjang.

Wakil Ketua Umum I PBSI, Taufik Hidayat dan (Kabid Binpres) PP PBSI, Eng Hian
Sumber :
  • tvOnenews.com/Ilham Giovani Pratama

"Mungkin ini yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang untuk tanggapan Thomas Cup dan Uber Cup. Tentu pengurus ada kecewa tapi kita harus lihat dari sisi atlet," kata Taufik.

"Kita harus realistis. Kita tahu ekspektasi terhadap bulutangkis begitu besar dan kita punya sejarah yang bagus 10-20-30 tahun lalu di Piala Thomas Cup dan Uber," sambunganya.

Taufik mengaku memahami reaksi masyarakat yang kecewa dengan pencapaian tim nasional. Meski demikian, ia memastikan para atlet sudah berjuang maksimal demi membawa nama Indonesia.

"Kita lihat bahasa di media sosial banyak orang kecewa. Kami tidak menutupi. Secara umum perjuangan atlet sudah maksimal. Mereka menunjukkan semangat dan kerja keras untuk Indonesia," jelas Taufik.

"Tapi kami juga harus jujur bahwa pencapaian tidak sesuai ekspektasi. Atas nama PBSI kami memohon maaf terhadap pencapaian di Thomas Cup dan Uber Cup. Memang olahraga seperti itu, kalau menang disanjung dan kalau kalah pasti ada banyak orang kecewa," lanjutnya.

Sementara itu, tim putri Indonesia masih mampu membawa pulang medali perunggu dari Uber Cup 2026. Indonesia kalah 1-3 dari Korea Selatan di semifinal, dengan satu-satunya poin kemenangan disumbangkan oleh Thalita Ramadhani Wiryawan.

(igp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:02
02:11
01:30
05:41
02:16
05:19

Viral