news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ganda putra Indonesia, Muhammad Rian Ardianto/Daniel Edgar Marvino juara di Polytron Kudus Indonesia Masters 2026..
Sumber :
  • PBSI

Indonesia Borong 3 Gelar di Polytron Kudus Indonesia Masters 2026, Richie hingga Rian/Daniel Bersinar

Indonesia menutup Polytron Kudus Indonesia Masters 2026 dengan menjadi juara umum, usai berhasil memborong tiga gelar juara, dari nomor tunggal putra, ganda putra dan ganda putri di ajang BWF World Tour Super 100 tersebut.
Senin, 26 Oktober 2026 - 08:00 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Indonesia menutup Polytron Kudus Indonesia Masters 2026 dengan menjadi juara umum, usai berhasil memborong tiga gelar juara, dari nomor tunggal putra, ganda putra dan ganda putri di ajang BWF World Tour Super 100 tersebut.

Tiga gelar juara tersebut disumbangkan oleh Richie Duta Richardo selaku tunggak putra Indonesia. Lalu ada pasangan ganda putra, Muhammad Rian Ardianto/Daniel Edgar Marvino dan ganda putri, Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine yang berhasil bersinar di Polytron Kudus Indonesia Masters 2026.

Richie memastikan gelar tunggal putra setelah melewati pertandingan sengit melawan wakil China, Dong Tian Yao, di GOR Djarum Arena, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (25/10/2026). Sempat kehilangan gim pembuka dengan skor 17-21, pebulu tangkis Indonesia itu bangkit dan merebut dua gim berikutnya dengan skor 21-12 dan 21-16.

Kemenangan ini pun sangat istimewa bagi Richie karena menjadi gelar pertamanya di turnamen Super 100 setelah beberapa kali mengikuti kompetisi pada level yang sama. 

Kudus juga memiliki arti tersendiri baginya karena kota tersebut menjadi salah satu tempat ia menempa kemampuan sejak masih berstatus pemain junior di klub Djarum sebelum masuk Pelatnas.

"Pastinya saya senang bisa menyelesaikan turnamen Super 100 di Kudus ini dengan baik, tanpa cedera atau hal-hal yang tidak diinginkan. Saya juga senang bisa menjuarai Super 100 di Kudus, kota yang sudah saya kenal sejak masih junior dan menjadi tempat saya berproses sebelum masuk Pelatnas dari klub Djarum," kata Richie.

Keberhasilan Richie tidak diraih dengan mudah karena ia harus mengubah pendekatan permainan setelah kalah pada gim pertama. 

Berdasarkan evaluasi bersama pelatih Ikhsan, Richie berusaha mengurangi bola-bola mudah, menambah tekanan, serta lebih banyak mengarahkan pukulan menurun agar Dong tidak leluasa mengembangkan permainan cepatnya.

"Pastinya saya terharu karena sebelumnya sudah beberapa kali mengikuti turnamen Super 100, tetapi belum pernah menjadi juara. Ini gelar pertama saya di level Super 100," jelasnya.

Sementara itu, Rian/Daniel menyumbangkan gelar dari sektor ganda putra setelah menaklukkan pasangan Korea Selatan, Jin Yong/Jo Song Hyun, dalam dua gim langsung. Mereka mengamankan kemenangan dengan skor 21-19 dan 21-12 untuk memastikan Indonesia meraih gelar kedua pada partai final hari itu.

Kemenangan ini juga terasa istimewa bagi Rian, karena menjadi momen penting setelah cukup lama tidak merasakan gelar juara turnamen. Ia juga mengaku tidak menyangka bisa menutup kompetisi dengan hasil terbaik setelah sebelumnya tersingkir pada babak pertama Polytron Surabaya Indonesia Challenge.

"Pastinya bersyukur, saya sudah lama juga tidak merasakan juara. Sangat senang bisa juara bersama Daniel, bisa bawa junior juara," kata Rian.

Rian menjelaskan bahwa dirinya dan Daniel berusaha memperbaiki penampilan setelah hasil mengecewakan di turnamen sebelumnya, terutama dalam hal kepercayaan diri dan mengurangi kesalahan sendiri. Menurutnya, keduanya perlu terus meningkatkan chemistry meskipun sudah mulai menemukan kecocokan saat bermain bersama.

"Secara chemistry sudah cukup baik, tetapi perlu ditingkatkan lagi karena tidak mudah juga. Kemarin hampir kalah juga, jadi perlu ada evaluasi," tukasnya.

Daniel turut menyambut positif gelar yang mereka raih di Kudus dan berharap kemenangan tersebut menjadi modal untuk tampil lebih percaya diri pada turnamen berikutnya. Ia juga ingin pencapaian itu menjadi awal bagi mereka untuk mengumpulkan lebih banyak gelar bersama.

"Alhamdulillah berjalan lancar tanpa cedera serta diberikan kemenangan. Dengan gelar juara ini pastinya sangat senang. Semoga ke depannya bisa lebih banyak gelar lagi dan kami bisa lebih percaya diri," ujar Daniel.

Selain tunggal putra dan ganda putra, Indonesia mengamankan gelar dari sektor ganda putri melalui Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine. Pasangan tersebut mengalahkan wakil Thailand, Hathaithip Mijad/Napapakorn Tungkasatan, sehingga Indonesia mengoleksi tiga gelar dari lima nomor yang dipertandingkan.

Dua gelar lainnya menjadi milik China melalui Xu Wen Jing di sektor tunggal putri dan pasangan Li Hong Yi/Huang Ke Xin pada ganda campuran. 

(ant/nad)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:02
14:03
08:06
08:08
08:29
08:13

Viral