news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

An Se-young.
Sumber :
  • tvOnenews-M Indmas

An Se-young Tak Terbendung, 10 Gelar Dikantongi Sepanjang 2026: Terasa Luar Biasa

An Se-young kembali ke Korea Selatan dengan membawa 10 gelar sepanjang musim 2026 setelah menjuarai Denmark Open dan French Open secara beruntun. Bidik rekor.
Rabu, 28 Oktober 2026 - 01:51 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - An Se-young kembali ke Korea Selatan dengan penuh kebanggaan setelah meraih gelar juara Denmark Open dan French Open secara beruntun. Pebulu tangkis nomor satu dunia di sektor tunggal putri itu kini mengoleksi 10 gelar sepanjang musim ini.

Tim bulu tangkis nasional Korea Selatan tiba di Bandara Internasional Incheon pada tanggal 27 dengan membawa hasil positif dari rangkaian turnamen Eropa.

An Se-young menjadi sosok yang paling menyita perhatian setelah berhasil berdiri di podium tertinggi Denmark Open dan French Open secara berturut-turut.

Tungga putri Korea Selatan, An Se-young.
Sumber :
  • REUTERS/Bhawika Chhabra

Pencapaian tersebut terasa semakin istimewa karena diraihnya di tengah kendala fisik yang sempat mengganggu penampilannya.

Pada gim ketiga final Denmark Open, An merasakan nyeri pada tendon Achilles kaki kanannya. Ia menceritakan pengalamannya saat menghadapi kondisi lapangan yang licin di turnamen tersebut.

“Tidak apa-apa di Prancis, tetapi lapangan di Denmark Open sangat licin. Saya banyak tergelincir, sehingga banyak keringat di lapangan,” ungkapnya dilansir dari Newsis.

Ia juga menjelaskan kesulitannya ketika berusaha mengatasi kondisi lapangan tersebut.

“Saya mencoba membersihkannya sendiri, tetapi wasit mengatakan itu tidak diperbolehkan, jadi saya bingung harus berbuat apa.”

Meski merasa tidak nyaman, An tetap melanjutkan pertandingan karena tidak merasakan adanya cedera serius.

“Saya merasa tidak nyaman, tetapi sepertinya saya tidak cedera, jadi saya terus bermain,” tuturnya.

Prestasi An Se-young semakin mengukuhkan dominasinya di sektor tunggal putri. Gelar Denmark Open membawanya melampaui rekor 46 gelar internasional tunggal putri yang sebelumnya dipegang oleh legenda bulu tangkis Indonesia, Susi Susanti. Setelah kembali menjuarai French Open, koleksi gelar internasional An bertambah menjadi 48.

Tidak hanya dari segi jumlah gelar, konsistensi An sepanjang musim ini juga terbilang luar biasa. Dari 67 pertandingan yang telah dijalani, ia mencatatkan 66 kemenangan dan hanya satu kekalahan, dengan persentase kemenangan mencapai 98,5 persen. Ia juga telah membukukan 50 kemenangan beruntun sejak kalah pada final All England Open, Maret lalu.

Di balik pencapaian gemilang tersebut, An Se-young mengaku tidak memiliki banyak waktu untuk menikmati keberhasilannya. Jadwal pertandingan yang padat membuatnya harus segera mengalihkan perhatian ke turnamen berikutnya.

“Memenangkan pertandingan terasa luar biasa dan membuat saya bahagia, tetapi saya mencoba melupakannya setelah hari berlalu," ucapnya.

"Karena ada pertandingan dan turnamen mendatang, saya tidak punya waktu untuk terlalu banyak merayakan. Itulah mengapa saya merasa sedikit menyesal,” sambungnya. 

Kini, An Se-young berpeluang mencetak rekor baru untuk jumlah gelar terbanyak dalam satu musim. Pada 2025, ia meraih 11 gelar dan menyamai rekor gelar tunggal terbanyak dalam satu musim yang dicatatkan pebulu tangkis Jepang, Kento Momota, pada 2019.

Kento Momota
Sumber :
  • BWF Badminton

Untuk melampaui pencapaian tersebut, atlet berjuluk 'Real Baby Alien' itu perlu meraih tiga gelar tambahan dari turnamen yang tersisa musim ini. Saat ini, masih ada empat turnamen level Super 500 ke atas, termasuk BWF World Tour Finals yang mempertemukan para pemain terbaik dunia.

Turnamen berikutnya yang berpotensi diikutinya adalah Korea Open, yang dijadwalkan berlangsung di Yeosu pada 3–8 November. Namanya telah tercantum dalam daftar peserta, tetapi keikutsertaannya belum dipastikan.

Setelah menjalani rangkaian pertandingan yang padat, An Se-young berencana mengevaluasi kondisi fisiknya terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan. Ia menegaskan bahwa pemulihan menjadi prioritas agar dapat kembali bertanding dalam kondisi optimal.

“Saya telah berlari tanpa henti, jadi saya butuh waktu untuk memulihkan diri. Jika kondisi fisik saya memburuk setelah beristirahat, saya tidak punya pilihan selain tidak bisa bermain,” kata atlet berusia 24 tahun itu.

“Saya akan mempertimbangkan [berpartisipasi] setelah memeriksa kondisi fisik saya,” tambahnya. 

Dengan torehan 10 gelar sepanjang musim ini dan rentetan 50 kemenangan beruntun, An Se-young masih memiliki peluang untuk menorehkan sejarah baru. Namun, keputusan untuk tampil di turnamen berikutnya akan bergantung pada kondisi fisiknya setelah menjalani musim yang melelahkan.
 

 
 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:02
14:03
08:06
08:08
08:29
08:13

Viral