- Instagram.com/@zuffaboxing
Kronologi IBF Resmi Cabut Gelar Juara Milik Jai Opetaia, Gara-gara Langgar Aturan
Jakarta, tvOnenews.com - Federasi Tinju Internasional (IBF) resmi mencabut gelar juara kelas penjelajah (cruiserweight) milik Jai Opetaia usai sang atlet dinilai telah melanggar aturan.
Sejatinya drama antara IBF dengan Jai Opetaia sudah berlangsung sejak Februari 2026 lalu. Saat itu badan tinju dunia tersebut mencabut pengakuan untuk pertarungan juara dunia kelas penjelajah antara Jai Opetaia (30-0, 23 KO) vs Brandon Glanton (21-4, 18 KO).
Jai Opetaia saat itu memang dijadwalkan bertarung melawan Brandon Glanton, untuk perebutan gelar juara kelas penjelajah di kartu utama Zuffa Boxing 04 di Meta Apex, Las Vegas, Amerika Serikat pada 9 Maret lalu.
Sehingga saat itu duel antara Opetaia vs Glaton di Zuffa Boxing 04 berlangsung tanpa pengakuan resmi dari IBF. Jika pertarungan tetap berjalan, maka gelar juara dunia kelas penjelajah IBF miliknya akan dinyatakan kosong.
Namun Opetaia mengabaikannya, dan dirinya saat itu berhasil mengalahkan Glaton dalam perebutan gelar juara dunia pertama di Zuffa Boxing.
- Instagram.com/@zuffaboxing
Nyatanya hal ini berbuntut panjang, setelah IBF resmi merilis fakta-fakta dalam masalah ini yang kemudian berakhir dengan mencabut status gelar juara cruiserweight milik Jai Opetaia, karena dianggap telah melanggar aturan.
"Persetujuan pertarungan tersebut merupakan hasil dari diskusi yang dimulai pada 11 Februari, ketika Presiden IBF Daryl Peoples, setelah mengetahui tentang jadwal pertarungan melalui media sosial, mengingatkan perwakilan Opetaia mengenai Aturan IBF Pasal 5 yang mengatur tentang juara dan pertarungan unifikasi," tulis IBF.
"Michael Francis, pimpinan Tasman Fighters sekaligus promotor resmi Opetaia di IBF, kemudian mengajukan permohonan agar pertarungan tersebut disetujui sebagai pertahanan opsional gelar IBF kelas cruiser. Namun, IBF menolak memberikan persetujuan berdasarkan Aturan IBF 5.E.2, yang menyatakan: “Untuk tujuan unifikasi gelar, juara utama dari WBA, WBC dan WBO dapat ditetapkan sebagai ‘elite contender’ dan diperbolehkan bertarung untuk gelar unifikasi.”." tambahnya.
Lebih lanjut IBF menjelaskan bahwa Francis kemudian meminta komite untuk meninjau kembali keputusan tersebut, dengan alasan bahwa pertarungan itu bukan untuk unifikasi, melainkan gelar Zuffa Boxing akan dipertandingkan bersamaan dengan gelar IBF, seperti halnya gelar IBO yang pernah dipertandingkan dalam laga yang melibatkan juara IBF.
Lalu Daryl Peoples menjelaskan bahwa IBF mengakui IBO, dan menambahkan bahwa seperti organisasi penyelenggara lainnya dalam tinju profesional di Amerika Serikat, IBF tunduk pada kerangka regulasi federal yang sama. Persetujuan pun tetap ditolak.
Diskusi kemudian berlanjut dengan Joshua Dubin, seorang pengacara yang menyatakan bahwa dirinya ditunjuk untuk mewakili Opetaia, serta Sean Gibbons dari Manny Pacquiao Promotions (MP) dan Knucklehead Boxing.
Menurut Gibbons, ia diminta menjadi mediator atas permintaan Harrison Whitman, yang bekerja bersama para eksekutif TKO. Dalam email tertanggal 28 Februari 2026, Gibbons menulis, “Setiap permintaan sebelumnya terkait pertarungan ini tidak sah dan harus diabaikan.”.
Setelah itu, IBF tidak lagi berkomunikasi dengan Michael Francis, dan seluruh komunikasi dilanjutkan antara Gibbons dan Dubin. Pada 1 Maret 2026, IBF menerima permohonan dari Gibbons untuk memberikan persetujuan terhadap pertarungan Opetaia vs Glanton untuk gelar IBF kelas cruiser di bawah promosi MP.
Selanjutnya pada 3 Maret 2026, IBF menerima surat dari Dubin atas nama Opetaia yang menegaskan bahwa “Zuffa Boxing … tidak akan mengiklankan atau mempromosikan pertarungan ini sebagai ‘unifikasi’.”
Surat tersebut juga menyatakan bahwa “sabuk apa pun yang diberikan akan dianggap sebagai trofi atau simbol penghargaan.” Gibbons juga menyampaikan kepada Presiden Peoples bahwa gelar Zuffa tidak akan dipertandingkan. Berdasarkan kondisi tersebut, IBF akhirnya memberikan persetujuan terhadap pertarungan itu.
Namun, bertentangan dengan pernyataan tersebut, dalam konferensi pers di Las Vegas pada 6 Maret 2026 ditegaskan bahwa pertarungan Opetaia vs Glanton akan memperebutkan “Zuffa World Cruiserweight Championship.”.
IBF kemudian memberitahu Gibbons bahwa persetujuan untuk pertarungan tersebut telah dicabut setelah konferensi pers berlangsung. Akibatnya, pertarungan itu dikategorikan sebagai pertarungan tanpa persetujuan (unsanctioned contest) berdasarkan Aturan IBF 5.H, yang menyatakan:
“Pertarungan tanpa persetujuan adalah pertarungan yang tidak secara resmi disetujui oleh IBF atau di mana persetujuannya telah dicabut secara resmi. Jika seorang juara mengikuti pertarungan tanpa persetujuan dalam batas kelas beratnya, maka gelar akan dinyatakan kosong, baik juara tersebut menang maupun kalah.”
Biaya persetujuan yang telah dibayarkan kepada IBF oleh Gibbons pada 6 Maret pun dikembalikan pada 7 Maret.
Kemudian pada 19 Maret 2026, Dewan Direksi IBF mengadakan rapat melalui telekonferensi untuk membahas status gelar kelas cruiser IBF yang dipegang oleh Jai Opetaia. Di akhir rapat, dewan memutuskan untuk mengosongkan gelar tersebut sesuai dengan Aturan 5.H.
Hal ini pun berakhir dengan gelar kelas cruiser IBF resmi dinyatakan kosong usai title milik Jai Opetaia resmi dicabut.
(nad)