GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tingkatkan Profesionalisme, Tagana Digembleng Kopassus

Komando Pasukan Khusus (Kopassus) merupakan salah satu mitra Kemensos dalam meningkatkan profesionalitas Tagana.
Selasa, 21 Februari 2023 - 17:00 WIB
Komando Pasukan Khusus (Kopassus) merupakan salah satu mitra Kemensos dalam meningkatkan profesionalitas Tagana.
Sumber :
  • Humas Kemensos

Jakarta - Komando Pasukan Khusus (Kopassus) merupakan salah satu mitra Kemensos dalam meningkatkan profesionalitas Tagana. Asisten Teritorial (Aster) Kopassus Letkol. Inf. Irfan Amir menyambut baik dan mengapreasiasi pelatihan pembentukan Task-Force Tagana sebagai upaya menciptakan Tagana yang berkarakter disiplin dan bertanggungjawab, serta memiliki jiwa kemanusiaan dan berwawasan kebangsaan.

“Melalui pelatihan ini, peserta akan diberikan pelatihan dan pemahaman pembentukan karakter disiplin, serta tanggung jawab. Diharapkan, ke depannya, akan terbentuk karakter positif yang dapat melatih ketahanan mental Tagana, bahkan ketika harus menghadapi situsi tersulit apapun saat bencana,” ujar Irfan Amir di Cijantung, Jakarta Timur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pelatihan pembentukan Task-Force Tagana, yang diikuti oleh 30 peserta ini, dilaksanakan selama empat belas hari, sejak Rabu (8/2) dan rampung hari ini (21/2). 

Tiga hari pertama, pelatihan diberikan oleh pasukan elite yang dipusatkan di Markas Kopassus di Cijantung, Jakarta Timur. Sementara, hari keempat dan selanjutnya dilakukan di Tagana Center di Sentul dan di Sentra Terpadu “Inten Soeweno” di Cibinong.

Sejumlah pihak terkait yang turut memberikan pelatihan pembentukan Task-Force Tagana yaitu Kopassus, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Palang Merah Indonesia (PMI), dan Vertical Rescue Indonesia (VRI).

Adapun, materi pelatihan yang diberikan yakni cara melakukan layanan tanggap darurat bencana, hingga Vertical Rescue atau cara melakukan penyelamatan dari lokasi-lokasi sulit menggunakan Teknik evakuasi korban, termasuk teknik yang dapat digunakan untuk mendistribusikan bantuan logistik dengan mengutamakan keamanan dan kerja sama tim.

Salah seorang peserta pelatihan pembentukan Task-Force Tagana dari Kota Surabaya, Nur Abadi mengaku bangga lantaran mendapat kesempatan mengikuti kegiatan ini.

“Alhamdulillah, saya diberi kesempatan untuk bisa mengikuti beberapa pelatihan, termasuk pelatihan yang pertama, tiga hari di Makopassus, kemudian lanjut, di Tagana Center. Tentunya, sebagai salah satu orang terpilih, saya merasa senang dan bangga memiliki kesempatan mengikuti pelatihan Task-Force Tagana,” kata pria asal Surabaya ini.

Menurutnya, pelatihan ini memberinya banyak sekali pembelajaran berupa ilmu dan teknik-teknik yang bisa diterapkannya sekembalinya ke tempat penugasan atau saat diterjunkan ke lokasi-lokasi rawan dan terdampak bencana.

“Alhamdulillah, dalam pelatihan ini, kami mendapatkan banyak sekali ilmu dan manfaat. Kami sudah diajari berbagai macam ilmu, termasuk Vertical Rescue. Pada pelatihan Vertical Rescue, kami diajarkan tali temali, apa itu shelter, simulasi dan kebutuhannya, observasi lingkungan sebelum mendirikan tenda, hingga uji coba evakuasi korban dengan cara penyeberangan,” ucapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Senada dengan Nur Abadi, peserta pelatihan pembentukan Task-Force Tagana dari Kabupaten Jember, Nur Kholis mengungkapkan kunci dari pelatihan yang ia ikuti selama empat belas hari bersama pelatih dari sejumlah pihak terkait, yaitu kekompakan dan ketepatan tim saat bertugas di lapangan.

“Kesan yang kami dapatkan adalah ini membentuk teamwork, kesolidan kami, kecepatan kami, ketepatan kami, kehati-hatian kami dalam bekerja juga. Di sini, kita mendapatkan ilmu itu. Intinya, pelatihan ini keren! Mantap!” katanya usai mengikuti pelatihan pembentukan Task-Force Tagana.
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Terpopuler News: Ada Orang Internal Ponpes Diduga Bantu Kiai Cabul Pati Lakukan Aksi, Seorang Warga Bekasi Ikut Terlibat

Terpopuler News: Ada Orang Internal Ponpes Diduga Bantu Kiai Cabul Pati Lakukan Aksi, Seorang Warga Bekasi Ikut Terlibat

Kiai Ashari diduga dibantu oleh pengurus internal ponpes untuk melancarkan aksinya. Seorang warga Bekasi diduga ikut terlibat dalam kasus pencabulan Kiai Ashari
Dedi Mulyadi Sebut Cirebon "Mini Pluralisme Indonesia": Ajarkan Tentang Islam Inklusif

Dedi Mulyadi Sebut Cirebon "Mini Pluralisme Indonesia": Ajarkan Tentang Islam Inklusif

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa sejarah bukanlah sekadar cerita usang yang harus ditinggalkan. 
Upaya Berantas Penyelundupan BBL,  Presiden Diminta Bentuk Satgas

Upaya Berantas Penyelundupan BBL, Presiden Diminta Bentuk Satgas

Founder dan Owner Bandar Laut Dunia Grup atau Balad Grup, HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur menyorot sederet kasus penyelundupan Benih Bening Lobster atau BBL ke luar negeri.
Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

LPSK mengambil langkah proaktif untuk melindungi puluhan santriwati yang menjadi korban dugaan pencabulan di Pesantren Tahfidzul Qur’an Ndholo Kusumo, Pati. 
Sudah Lapor sejak 2024, Ayah Santriwati Korban Pencabulan di Pati Ngaku Dapat Tekanan 'Timun Kok Musuh Duren'

Sudah Lapor sejak 2024, Ayah Santriwati Korban Pencabulan di Pati Ngaku Dapat Tekanan 'Timun Kok Musuh Duren'

Sudah lapor sejak 2024, ayah santriwati korban pencabulan di Ponpes Pati mengaku dapat tekanan dan diremehkan oleh sejumlah pihak 'timun kok musuh duren'.
Waspada Cuaca di Tanah Suci, PPIH Minta Jamaah Haji 2026 Disiplin Kendalikan Komorbid

Waspada Cuaca di Tanah Suci, PPIH Minta Jamaah Haji 2026 Disiplin Kendalikan Komorbid

Pengaturan aktivitas fisik menjadi perhatian utama bagi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tahun ini. 

Trending

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Aksi bejat yang dilakukan Kiai Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah perlahan terbongkar oleh kesaksian para korban. Kini oknum telah jadi tersangka
Kesaksian Korban Terkait Modus Sehari-hari Kiai Ashari terhadap Santriwati: Biasanya Selesai Pijit Dicium Pipi

Kesaksian Korban Terkait Modus Sehari-hari Kiai Ashari terhadap Santriwati: Biasanya Selesai Pijit Dicium Pipi

Seorang santriwati Ponpes Ndholo Kusumo Pati akhirnya bicara kepada publik terkait modus Kiai Ashari sebelum melancarkan aksinya dengan mencabuli para korban.
Seorang Santriwati Bongkar Alasan Para Korban Turuti Ajakan Tidur Kiai Ashari: Dibilang Obat Penyakit Hati

Seorang Santriwati Bongkar Alasan Para Korban Turuti Ajakan Tidur Kiai Ashari: Dibilang Obat Penyakit Hati

Seorang santriwati dari Ponpes Ndholo Kusumo Pati mewakili 50 korban membeberkan alasan kenapa para korban mau menuruti permintaan temani tidur Kiai Ashari.
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Setelah Ketangkap Basah di Tempat Persembunyiannya, Ashari Sempat Tak Mengaku Dirinya Seorang Kiai

Setelah Ketangkap Basah di Tempat Persembunyiannya, Ashari Sempat Tak Mengaku Dirinya Seorang Kiai

Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo yang diduga mencabuli 50 santriwati sejak 2008 sempat tak akui identitasnya sebagai seorang kiai ketika diringkus polisi.
Reaksi Unik Dedi Mulyadi saat Tahu Rambut 18 Siswi SMK di Garut Dipotong Guru, Langsung Dibawa ke Salon

Reaksi Unik Dedi Mulyadi saat Tahu Rambut 18 Siswi SMK di Garut Dipotong Guru, Langsung Dibawa ke Salon

Langkah unik diambil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), dalam menangani trauma psikologis yang dialami 18 siswi SMKN 2 Garut usai rambut mereka dipotong secara sepihak di sekolah, 
Selengkapnya

Viral