News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kebangkitan Nasional: Zaman Baru dan Sejumlah Kemarahan Cipto Mangunkusumo  

Kebangkitan nasional yang menandai zaman baru Indonesia dihuni pribadi pemberang semacam Cipto Mangunkusumo. 
Sabtu, 20 Mei 2023 - 15:15 WIB
Kebangkitan nasional yang menandai zaman baru Indonesia dikerek oleh pribadi pemberang semacam Cipto Mangunkusumo.
Sumber :
  • Sumber: Good News From Indonesia

tvOnenews-  Kebangkitan nasional yang menandai zaman baru Indonesia dihuni pribadi pemberang semacam Cipto Mangunkusumo

Pada usia 23 tahun, ia dengan percaya diri memacu delmannya masuk ke alun alun Keraton Surakarta, tempat ada larangan bagi selain Sunan dan pangeran mengendarai apapun di wilayah itu. Tentu Sunan marah, tapi tak bisa berbuat banyak. Saat itu Cipto sudah menjadi kelas terpandang, dokter bumiputera lulusan sekolah dokter Jawa,  Stovia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Apalagi dua tahun sebelumnya ia menulis artikel menyerang budaya feodal dengan sangat keras.di koran De Locomotief. Dalam tulisannya ia menolak jabatan bupati diwariskan turun temurun. Bagi Cipto, orang modern ditentukan oleh kemampuan dan dan pengetahuan, bukan keturunan. 

Kebenciannya pada “tata-krama”, “unggah ungguh” seperti berurat berakar. Pembangkangan Cipto  pada feodalisme tak hanya sekali itu. Dalam kata katanya lewat sebuah surat ia pernah menulis  kritik pada sikap orang Jawa, yang menurut Cipto terlalu banyak berkata: “ya dan “amin”.

Dalam buku Takashi Shiraishi yang diterjemahkan Hilmar Farid dengan apik: Zaman Bergerak–yang menyoal akar radikalisme di tanah Jawa antara 1912-1926, Cipto menyebut orang Jawa telah kehilangan sikap mandiri dan teguh. Akibatnya, terjadi kemerosotan moral di kalangan orang Jawa. 

Cipto juga menolak tampil seperti bangsawan Jawa. Ia jarang menggunakan kepala terbungkus mondholan. Rambutnya kerap ia biarkan terurai keluar dari songkoknya. Sebagai dokter Ia lebih kerap menggunakan kain lurik dan sarung. Juga  rokok kretek di tangan.

Ketika aktif di Budi Utomo, Ia paling menentang jika organisasi ini hanya dijadikan organisasi untuk kebudayaaan Jawa. Saat kongres pertama pada Agustus 1908, Cipto menyampaikan gugatan dengan berani di depan kaum elit Jawa saat itu.  Ia menyebut selama berabad abad, Jawa hanya jadi wilayah pribadi para pangeran saja. “Tak seorang pun mengacuhkan rakyat kecil,” ujar  Cipto seperti ditulis Goenawan Mohamad dalam Catatan Pinggir, C.M (7 September 1985). 

Cipto juga tak hanya bicara, ia membuktikan keluar dari Budi Utomo saat organisasi ini dikendalikan pejabat kolonial. Bersama Ki Hajar Dewantara dan Douwes Dekker ia membangun Indische Partij, organisasi campuran yang lebih radikal memperjuangkan nasionalisme dan kemerdekaan Hindia. 

Pemberang kelahiran Ambarawa pada 1886 ini sangat bangga dengan kelas kromonya. 

Pengalaman bergaul dengan kaum kromo didapatkan dari Stovia. Pada sekolah dokter Jawa ini ternyata hanya 25 persen mahasiswanya yang berasal dari menak, bupati, patih. dan wedana. Dari statistik, sebagian besar justru berasal dari anak anak pejabat  kelas menengah, seperti guru dan mantri. Bahkan ada anak pedagang, klerk dan lurah. Cipto sendiri  bukan anak seorang bangsawan Jawa, tapi dilahirkan dari seorang guru saja.

Di Stovia, anak sulung dari sembilan bersaudara ini memilih indekost di kampung di sekitar sekolah. Ia bermain bola, makan dan minum, serta  bermain dengan anak anak kampung,merasakan sendiri  ketimpangan zaman itu. . 

tvonenews

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Akibatnya, setelah lulus pada 1905 ia tak kikuk berhadapan dengan rakyat jelata. Saat pandemi menyerang Malang pada 1910 ia terjun ke kampung kampung mengobati rakyat. Kiprahnya menjadi sukarelawan mengatasi wabah membuat ia diganjar bintang jasa Ridder Kruis dari pemerintah kolonial. (bwo)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Indonesia dan 7 Negara Desak Dunia Ikuti Jejak Inggris Larang Impor dari Permukiman Israel Ilegal

Indonesia dan 7 Negara Desak Dunia Ikuti Jejak Inggris Larang Impor dari Permukiman Israel Ilegal

Indonesia bersama tujuh negara lainnya mendorong masyarakat internasional memperluas tekanan terhadap aktivitas permukiman Israel ilegal di Wilayah Pendudukan Palestina.
Jumlah Penumpang KA YIA PSO Meningkat, Wates-Bandara YIA Kian Terhubung

Jumlah Penumpang KA YIA PSO Meningkat, Wates-Bandara YIA Kian Terhubung

KAI Bandara mencatat pertumbuhan positif jumlah pengguna KA Bandara YIA Reguler (PSO) sepanjang periode 1 Januari–31 Agustus 2026 sebanyak 1.230.728 penumpang
Sekda Muara Enim Diperiksa KPK Terkait Kasus Bupati Edison

Sekda Muara Enim Diperiksa KPK Terkait Kasus Bupati Edison

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Sekretaris Daerah (Sekda) Muara Enim, Yulius, Kamis (10/9/2026).
BAP Aliran Uang Rp40 Miliar Kasus TPPU Eks Jampidsus Dinilai Lemah Pembuktian

BAP Aliran Uang Rp40 Miliar Kasus TPPU Eks Jampidsus Dinilai Lemah Pembuktian

Isu terkait dugaan pemberian uang Rp40 miliar dari pengusaha properti Tan Kian kepada sejumlah pejabat di Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait dugaan TPPU yang menyeret eks Jampidsus, Febrie Adriansyah tengah menjadi sorotan.
Mahasiswa Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Korupsi UIN Jakarta

Mahasiswa Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Korupsi UIN Jakarta

Ratusan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar aksi unjuk rasa.
Bea Cukai Sumbagbar Musnahkan 44,6 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp68,8 Miliar

Bea Cukai Sumbagbar Musnahkan 44,6 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp68,8 Miliar

Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Sumatera Bagian Barat (Sumbagbar) & Bea Cukai Bandar Lampung musnahkan barang kena cukai (BKC) berupa 44.698.060 batang rokok

Trending

KLH Dukung PPLI Perkuat Pengelolaan Limbah PCB, Targetkan Zero PCB 2028

KLH Dukung PPLI Perkuat Pengelolaan Limbah PCB, Targetkan Zero PCB 2028

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menegaskan komitmennya mendukung PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) dalam memperkuat kapasitas pengelolaan limbah
Kasus Pungli Rekrutmen Mengemuka, DPRD Surabaya Minta Sistem Dievaluasi

Kasus Pungli Rekrutmen Mengemuka, DPRD Surabaya Minta Sistem Dievaluasi

DPRD Kota Surabaya meminta Pemerintah Kota Surabaya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem rekrutmen tenaga kerja di lingkungan pemerintah daerah.
Jumlah Penumpang KA YIA PSO Meningkat, Wates-Bandara YIA Kian Terhubung

Jumlah Penumpang KA YIA PSO Meningkat, Wates-Bandara YIA Kian Terhubung

KAI Bandara mencatat pertumbuhan positif jumlah pengguna KA Bandara YIA Reguler (PSO) sepanjang periode 1 Januari–31 Agustus 2026 sebanyak 1.230.728 penumpang
Indonesia dan 7 Negara Desak Dunia Ikuti Jejak Inggris Larang Impor dari Permukiman Israel Ilegal

Indonesia dan 7 Negara Desak Dunia Ikuti Jejak Inggris Larang Impor dari Permukiman Israel Ilegal

Indonesia bersama tujuh negara lainnya mendorong masyarakat internasional memperluas tekanan terhadap aktivitas permukiman Israel ilegal di Wilayah Pendudukan Palestina.
BAP Aliran Uang Rp40 Miliar Kasus TPPU Eks Jampidsus Dinilai Lemah Pembuktian

BAP Aliran Uang Rp40 Miliar Kasus TPPU Eks Jampidsus Dinilai Lemah Pembuktian

Isu terkait dugaan pemberian uang Rp40 miliar dari pengusaha properti Tan Kian kepada sejumlah pejabat di Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait dugaan TPPU yang menyeret eks Jampidsus, Febrie Adriansyah tengah menjadi sorotan.
Mahasiswa Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Korupsi UIN Jakarta

Mahasiswa Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Korupsi UIN Jakarta

Ratusan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar aksi unjuk rasa.
Sekda Muara Enim Diperiksa KPK Terkait Kasus Bupati Edison

Sekda Muara Enim Diperiksa KPK Terkait Kasus Bupati Edison

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Sekretaris Daerah (Sekda) Muara Enim, Yulius, Kamis (10/9/2026).
Selengkapnya

Viral