News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Memanasnya Kursi Cawapres 2024, Dua Koalisi Saling Ancam Capres untuk Deklarasi Pasangannya

Penempatan tokoh di kursi Cawapres 2024 kini memanas. Bahkan, dua kualisa disebut-sebut saling ancam Capresnya untuk segera deklarasikan Cawapresnya. Tak lain
Jumat, 9 Juni 2023 - 06:35 WIB
Memanasnya Kursi Cawapres 2024, Dua Koalisi Saling Ancam Capres untuk Deklarasi Pasanganya, Ini Kata Demokrat dan PKB
Sumber :
  • Kolase tim tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com - Penempatan tokoh di kursi Cawapres 2024 kini memanas. Bahkan, dua kualisa disebut-sebut saling ancam Capresnya untuk segera deklarasikan Cawapresnya. Tak lain Partai Demokrat dan PKB. 

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Demokrat yang merupakan bagian Koalisi Perubahan, telah menyatakan sikap melalui Ketumnya, yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

AHY mengatakan, bahawa keputusan untuk menentukan Cawapres sebegai pasangan Anies Baswedan adalah Anies.

“Ada sejumlah kriteria calon wakil presiden yang sudah disepakati bersama oleh tiga partai, yang itu semua kami serahkan pada akhirnya ke bakal calon presiden kami Mas Anies Rasyid Baswedan untuk bisa menentukan siapa yang dianggap terbaik, dan bisa membawa kemenangan bersama kami,” kata Ketua Umum Demokrat selepas bersilaturahmi dengan Sekretariat Bersama KIB Pendukung Anies Baswedan di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Rabu (6/6/2023).  

AHY juga mengingatkan kepada Anies Baswedan agar segera menetapkan bakal calon wakil presiden.

tvonenews

“Kami juga sepakat bahwa perlu segera karena kami juga ingin lebih cepat membangun sinergi dan kolaborasi yang lebih terintegrasi secara utuh dari tingkat atas sampai dengan akar rumput,” kata dia.

Sementara itu Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra, menegaskan pernyataan AHY tersebut bukan bentuk desakan bagi koalisi untuk mengumumkan nama yang akan dipasangkan dengan Anies Baswedan.

Kekhawatiran Partai Demokrat lebih pada waktu penetapan pasangan bakal capres dan bakal cawapres, karena hal itu berpengaruh pada efektivitas kerja pemenangan untuk Pilpres 2024.

Berdasarkan data-data dan pengalaman Partai Demokrat, Herzaky menyampaikan waktu ideal untuk kerja pemenangan pilpres sekitar 6–8 bulan.

"Keliling (Indonesia) itu secara saintifik, pengalaman kami 6–8 bulan, karena di negara maju pun rata-rata butuh waktu 6 bulan sebelum (pemilihan), mesti mengumumkan (pasangan capres-cawapres). Ini yang menjadi patokan dan pembelajaran kami," katanya.

Dia menjelaskan situasi akan menjadi berbeda apabila tingkat elektabilitas Anies Baswedan, sebagaimana rilis beberapa lembaga survei, unggul jauh dari kompetitornya, yaitu Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.

- NasDem Berbicara soal Cawapres Anies Baswedan

Bendahara Umum DPP Partai NasDem Ahmad Sahroni angkat bicara terkait keinginan Partai Demokrat kepada bakal calon presiden (Bacapres) Anies Baswedan menentukan cawapresnya.

Menurut Sahroni, permintaan Demokrat bukan bagian dari desakan atau ancaman, melainkan imbauan.

"Nggak (desakan) lah. Jadi, semua sifatnya masih dinamis tidak ada yang belum pasti, semua belum komplit," kata Sahroni di DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (8/6/2023).

Namun, dia mengaku bahwa kondisi politik saat ini masih dinamis, sehingga tidak mudah menentukan dalam waktu cepat.

"Jadi, masih dinamis, ke kanan, ke kiri, atas, bawah semua masih dinamis," tegasnya.

Selain itu, Sahroni tidak menganggap keinginan Partai Demokrat meminta Anies Baswedan mengumumkan cawapresnya sebuah desakan.

Menurut dia, NasDem mengerti bahwa semua pihak menunggu-nunggu momen penentukan cawapres.

"Enggak, lah. Itu cuman imbauan saja. Kan, semua orang pengin tahu cawapres masing-masing. Jadi, desakan dari pada retorika yang terjadi belakangan hari ini karena kepengin diumumkan secepatnya," imbuhnya.

"Tapi, tidak semudah itu mengumumkan. Karena tiga partai koalisi masih terus berkomunikasi dengan signifikan. Kapan? Entah hari apa itu yang tahu hanya para Ketum," tambahnya.

- PKB Menyoalkan Kursi Cawapres Prabowo Subianto

Di sisi lain, PKB melalui Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid mengungkapkan, rencana alternatif Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin jika tidak menjadi cawapres Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

Dia menjelaskan pihaknya akan mengambil keputusan yang lebih rasional dengan mempertimbangkan sejumlah aspirasi dari berbagai pihak.

“Kita belum mengkalkulasi detail, kita belum menghitung secara detail, tetapi yang jelas PKB akan mengambil opsi yang lebih rasional, mendengarkan aspirasi dari semuanya juga,”kata Jazilul saat dihubungi, Selasa (9/5/2023).

“Karena koalisi itu bukan hanya sekedar mengusung capres maupun cawapres, tapi yang juga punya potensi untuk memenangkan di pilpres,” sambungnya.

Adapun sampai saat ini, Koalisi Gerindra-PKB atau disebut Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) belum mendeklarasikan capres dan cawapres. Di sisi lain, Ijtima Ulama Nusantara mendesak Prabowo dan Cak Imin agar segera mendeklarasikan capres dan cawapres.

“Bagi saya pribadi, ini desakan ini bukan hanya desakan tokoh, ini mulai dari kader-kader juga sudah menunggu, karena setelah Sekretariat Bersama, duduk bersama dengan Gerindra, menyusun berbagai hal, ini para kader PKB sudah mendesak agar Gus Muhaimin Segera memfinalisasi capres-cawapres dari KKIR,” jelas Jazilul.

“Jika itu tidak terlaksana atau keputusannya berbeda dengan harapan, tentu akan diambil opsi, langkah yang lebih rasional dan aspiratif,” tambah dia.

Meskipun tak ada tenggat waktu yang diatur dalam piagam kerjasama Gerindra-PKB. Namun, Jazilul menjelaskan bahwa para ulama hingga kader PKB menilai sudah saatnya deklarasi saat ini.

“Namun sekali lagi, kewenangan untuk memutuskan ada di tangan Pak Prabowo dan Gus Muhaimin dan disitu tidak ada. Namun para kiai, para kader berharap meskipun tidak ada tenggat waktu, ini segera difinalisasi dan diumumkan, mengingat keadaan sudah mulai, mesin sudah mulai hidup. Jadi jangan tunggu mesin adem lagi,” tandas Wakil Ketua MPR RI ini.

Kemudian dalam hal ini, Wakil Ketua Umum (Waketum) PKB Jazilul Fawaid mengaku akan mengevaluasi kaolisi dengan Gerindra, terkait persoalan capres dan cawapres.

Sementara, Ketua Harian DPP Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, ucapan tersebut bukan sebuah ancaman bagi koalisi, melainkan saran yang mesti dibicarakan.

"Saya pikir yang disampaikan Pak Jazilul itu tidak juga merupakan satu ancaman," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (8/6/2023).

Dasco melanjutkan apa yang disampaikan Jazilul yang mewakili PKB ialah sebuah masukan dalam koalisi dengan Gerindra.

Menurutnya, Gerindra menerima dengan baik masukan tersebut, sehingga bakal kembali berkomunikasi dengan PKB.

"Masukan itu tentu kami terima dan evaluasi bersama. Tentunya langkah-langkah itu akan diambil bersama-sama oleh Gerindra dan PKB," jelasnya.

Selain itu, Dasco memastikan Gerindra dan PKB bakal terus mejaga koalisi karena sudah meneken kerja sama. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, dinamika politik memang bisa terjadi soal bagaimana proses ke depan. Namun, dia menekankan bahwa keputusan capres dan cawapres akan ditentukan Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar.

"Apa pun dinamika yang ada di luar itu kita anggap dinamika saja. Dan tentunya, kita sambil menunggu waktu pendaftaran. Kita nikmati saja," tukasnya. (aag)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mengenal Kombes Pol Pribadi Sembiring, Dirresnarkoba Polda Sulteng yang Meninggal Dunia

Mengenal Kombes Pol Pribadi Sembiring, Dirresnarkoba Polda Sulteng yang Meninggal Dunia

Berikut profil & rekam jejak perjalanan Kombes Pol Pribadi Sembiring, Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) yang tutup usia.
Buntut Penyadapan Presiden Prabowo, Komisi III DPR Desak Bentuk Pansus Usut Tuntas Pengendali Perangkat LIMS

Buntut Penyadapan Presiden Prabowo, Komisi III DPR Desak Bentuk Pansus Usut Tuntas Pengendali Perangkat LIMS

Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah (Gus Abduh), secara tegas mendesak pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Penyadapan menyusul terungkapnya skandal besar penyad
Kabar Duka, Kombes Pol Pribadi Sembiring Direktur Reserse Narkoba Polda Sulteng Meninggal Dunia

Kabar Duka, Kombes Pol Pribadi Sembiring Direktur Reserse Narkoba Polda Sulteng Meninggal Dunia

Direktur Reserse Narkoba Polda Sulteng, Kombes Pol Pribadi Sembiring meninggal dunia di salah satu rumah sakit di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (7/11/2026).
Bursa Transfer Liverpool: Demi Permata Liga Inggris, The Reds Siap Rogoh Kocek Lebih dari Rp1,7 Triliun

Bursa Transfer Liverpool: Demi Permata Liga Inggris, The Reds Siap Rogoh Kocek Lebih dari Rp1,7 Triliun

Liverpool mulai bergerak mencari calon penerus Virgil van Dijk untuk memperkuat lini pertahanan. Bek muda Brighton, Luka Vuskovic, kini masuk daftar teratas.
Kejar Target Net Zero Emission 2060, Kemenhub Resmi Luncurkan Peta Jalan Dekarbonisasi Transportasi Nasional

Kejar Target Net Zero Emission 2060, Kemenhub Resmi Luncurkan Peta Jalan Dekarbonisasi Transportasi Nasional

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bergerak cepat mengakselerasi dekarbonisasi transportasi nasional melalui penerbitan Dokumen Peta Jalan Penurunan Emisi Gas -
Perempuan di Karawang Tewas Dianiaya Gegara Pacar Cemburu, Pelaku Sempat Buat Skenario Korban Meninggal karena Sakit

Perempuan di Karawang Tewas Dianiaya Gegara Pacar Cemburu, Pelaku Sempat Buat Skenario Korban Meninggal karena Sakit

Pemuda berinisial RHT (20) tega diduga melakukan penganiayaan hingga membuat pacar, AAP (22) meninggal dunia di Karawang. Motifnya diduga akibat cemburu buta.

Trending

Dalam 48 Jam Menlu Iran Kontak 12 Negara Demi Redam Ketegangan dengan AS

Dalam 48 Jam Menlu Iran Kontak 12 Negara Demi Redam Ketegangan dengan AS

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menggelar maraton diplomasi intensif dengan menghubungi 12 menteri luar negeri di kawasan Timur Tengah dan Mediterania -
Rizky Ridho Ungkap Kronologi Timnas Indonesia Batal Tanding di FIFA Matchday November 2026

Rizky Ridho Ungkap Kronologi Timnas Indonesia Batal Tanding di FIFA Matchday November 2026

Kapten Persija Jakarta, Rizky Ridho, mengungkapkan kronologi Timnas Indonesia batal melakoni laga uji coba dalam FIFA Matchday November 2026.
Kejar Target Net Zero Emission 2060, Kemenhub Resmi Luncurkan Peta Jalan Dekarbonisasi Transportasi Nasional

Kejar Target Net Zero Emission 2060, Kemenhub Resmi Luncurkan Peta Jalan Dekarbonisasi Transportasi Nasional

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bergerak cepat mengakselerasi dekarbonisasi transportasi nasional melalui penerbitan Dokumen Peta Jalan Penurunan Emisi Gas -
Di Hadapan KDM, Wali Kota Bekasi Ungkap Target Utama di Porprov XV Jawa Barat 2026: Kami Ingin Jadi Juara Umum

Di Hadapan KDM, Wali Kota Bekasi Ungkap Target Utama di Porprov XV Jawa Barat 2026: Kami Ingin Jadi Juara Umum

Kota Bekasi resmi menjadi tuan rumah perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026. 
Bursa Transfer Liverpool: Demi Permata Liga Inggris, The Reds Siap Rogoh Kocek Lebih dari Rp1,7 Triliun

Bursa Transfer Liverpool: Demi Permata Liga Inggris, The Reds Siap Rogoh Kocek Lebih dari Rp1,7 Triliun

Liverpool mulai bergerak mencari calon penerus Virgil van Dijk untuk memperkuat lini pertahanan. Bek muda Brighton, Luka Vuskovic, kini masuk daftar teratas.
Presiden Erdogan Serukan Reformasi Total PBB Usai Nilai Arsitektur Global Gagal Total

Presiden Erdogan Serukan Reformasi Total PBB Usai Nilai Arsitektur Global Gagal Total

Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan melontarkan kritik tajam terhadap tatanan geopolitik global saat menyampaikan pidato utama dalam Forum TRT World di Istanb
Buntut Penyadapan Presiden Prabowo, Komisi III DPR Desak Bentuk Pansus Usut Tuntas Pengendali Perangkat LIMS

Buntut Penyadapan Presiden Prabowo, Komisi III DPR Desak Bentuk Pansus Usut Tuntas Pengendali Perangkat LIMS

Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah (Gus Abduh), secara tegas mendesak pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Penyadapan menyusul terungkapnya skandal besar penyad
Selengkapnya

Viral