PT VKTR Teknologi Mobilitas Resmi Melantai di Bursa Efek Indonesia
- tvonenews/Muhammad Bagas
Jakarta, tvOnenews.com - PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. secara resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada Senin (19/6/2023), setelah mengadakan penawan umum perdana saham atau Intial Public Offering (IPO).
Direktur Utama dan CEO BNBR, Anindya N. Bakrie mengumumkan VKTR masuk ke dalam Bursa Efek Indonesia.
"VKTR ini akan melantai di Bursa Efek Indonesia, kita fokus pada pengadaan kendaraan listrik. Sudah setahun lebih 30 bus listrik VKTR-BYD mengaspal di Jakarta selama 14 bulan," kata dia, di The Convergence Indonesia, Jakarta Selatan, Senin (19/6/2023).
Lebih lanjut, dia menjelaskan dalam 14 bulan mengaspal kendaraan listrik pengadaan VKTR sudah menempuh jarak dua juta kilometer.
"Alhamdulillah, sudah dapat berkontribusi untuk membantu mengurangi polusi di Jakarta, tanpa adanya masalah operasional terhadap sekitar 10 juta penumpang," jelasnya.
Perlu diketahui, rencana penggunaan dana IPO VKTR ini sebagian besar akan dialokasikan untuk pengembangan kendaraan listrik.
VKTR mematok harga per saham senilai Rp100. Harga ini merupakan rentang bawah kisaran harga penawaran selama bookbuilding.
Emiten yang bergerak di bidang kendaraan listrik ini akan melepas 8,75 miliar saham baru dengan nominal Rp10 per saham.
Adapun jumlah ini mewakili 20 persen saham dari modal. VKTR diprediksi akan meraih dana IPO sebesar Rp875 miliar.
"Dua juta kilometer yang telah ditempuh bus listrik ini penting untuk dirayakan dan disyukuri karena setara dengan mengurangi 5,5 juta kilogram CO2. Yang mana CO2 sebanyak itu menyerapnya membutuhkan sekitar 6,000 hektare vegetasi atau 250 ribu pohon," pungkasnya.
Sebagai informasi, sekitar 44,61 persen dana hasil IPO akan digunakan untuk modal kerja atau operational expenditure (opex). Melakukan pembelian persediaan untuk penjualan bus dan truk listrik, serta sepeda motor listrik yang berkolaborasi dengan PT Gaya Abadi Sempurna Tbk. (SLIS).Â
Sepanjang tahun 2022 VKTR telah mencatat laba tahun berjalan sebesar Rp68,21 miliar. Angka ini naik dari tahun sebelumnya Rp43,41 miliar. Sumber laba tersebut yakni pertumbuhan penjualan hingga 57,70 persen year on year (yoy) mencapai Rp1,07 triliun. (agr/mii)
Load more