News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Konflik Satwa Terus Berlanjut. WALHI: Pemerintah Tak Serius

Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh menilai pemerintah pusat hingga saat ini belum serius dalam penanganan konflik satwa liar dilindungi dengan manusia di Aceh
Kamis, 11 November 2021 - 11:03 WIB
Direktur Walhi Aceh, M Nur
Sumber :
  • Chaidir azhar

Banda Aceh - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh menilai pemerintah pusat hingga saat ini belum serius dalam penanganan konflik satwa liar dilindungi dengan manusia di Aceh. Pasalnya, belum terlihat upaya permanen dalam penyelesaian konflik tersebut.

Direktur Walhi Aceh, M Nur mengatakan, belum tampaknya upaya permanen dalam penanganan konflik satwa tersebut lantaran selama ini pemerintah lebih pada melakukan penggiringan terhadap satwa yang berada dikawasan pemukiman atau kebun warga masih menggunakan mercon, dan sosialisi kepada masyarakat, serta pada tingkat kajian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Harus ada upaya permanen, misalnya menyediakan ruang yang cukup untuk habitat Gajah Sumatra dan Harimau Sumatra, sehingga satwa tersebut tidak masuk ke wilayah pemukiman atau perkebunan penduduk,” kata Direktur Walhi Aceh, Muhammad Nur, Kamis (11/11/2021)

Menurut M Nur, Faktor penyebab terjadinya konflik ini tidak terlepas dari penguasaan ruang hutan dan lahan yang dilakukan oleh pemerintah, dalam berbagai agenda pembangunan di Aceh yang menyebabkan sedikit demi sedikit kawasan lindung juga ikut menghilang.

Misalnya, kata dia, untuk perluasan areal perkebunan, pertambangan, pemukiman pendudukan, pembangunan infrastruktur jalan, proyek energi, dan bentuk pembangunan lain, termasuk kegiatan perburuan rusa.

Kondisi ini, Kata M Nur, membuat krisis ruang, makanan, dan terganggu koridor satwa. Sehingga satwa masuk ke pemukiman penduduk dan lahan pertanian masyarakat yang menjadi ancaman bagi kedua belah pihak.

“Lambatnya penanganan dari pihak berwenang disaat ada laporan masyarakat juga bagian dari faktor penyebab. Sehingga masyarakat melakukan inisiatif dilapangan dengan meracun, menangkap, dan membunuh satwa dilindungi yang dianggap menjadi ancaman,” ujarnya.

M Nur menjelaskan, solusi yang bisa dilakukan oleh pemerintah dan pihak berwenang dengan melakukan evaluasi kembali semua perizinan yang berada pada wilayah satwa dilindungi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu kata dia, melakukan desain pembangunan yang memiliki perspektif perlindungan satwa, misalnya pembangunan yang melintasi jalur satwa maka harus dibangun koridor.

Upaya penegakan juga tidak hanya menjerat masyarakat yang dianggap sebagai pelaku perburuan atau pembunuh satwa, namun penegakan hukum harus mampu menjerat aktor utama yang terlibat dalam perdagangan satwa dilindungi.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hari Batik Nasional, PNM Perkuat Pembatik Perempuan Lewat Klasterisasi di Berbagai Daerah

Hari Batik Nasional, PNM Perkuat Pembatik Perempuan Lewat Klasterisasi di Berbagai Daerah

Memperingati Hari Batik Nasional, PNM memperkuat pembatik perempuan melalui pembiayaan, pelatihan, klasterisasi, dan akses pemasaran di berbagai daerah.
Hari Batik Nasional, PNM Perkuat Pembatik Perempuan Lewat Klasterisasi di Berbagai Daerah

Hari Batik Nasional, PNM Perkuat Pembatik Perempuan Lewat Klasterisasi di Berbagai Daerah

Memperingati Hari Batik Nasional, PNM memperkuat pembatik perempuan melalui pembiayaan, pelatihan, klasterisasi, dan akses pemasaran di berbagai daerah.
Kualitas Timnas Indonesia Diakui Usai Pesta Setengah Lusin Gol Lebih atas Bangladesh: Garuda Beda Kelas, Sulit Menyainginya

Kualitas Timnas Indonesia Diakui Usai Pesta Setengah Lusin Gol Lebih atas Bangladesh: Garuda Beda Kelas, Sulit Menyainginya

Timnas Indonesia tunjukkan perbedaan kualitas saat hadapi Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026. Garuda tutup laga dengan kemenangan telak 9-2, Kamis (01/10/2026).
Pandangan Putri Marino soal Karakter Arya Saloka Menjadi 'Si Pria Koboi' di Film Empat Musim Pertiwi: Misterius

Pandangan Putri Marino soal Karakter Arya Saloka Menjadi 'Si Pria Koboi' di Film Empat Musim Pertiwi: Misterius

Aktris Putri Marino mengungkapkan karakter Arya Saloka baik dan misterius saat menjadi sosok Bisma, si pria koboi yang berkuda dalam film Empat Musim Pertiwi.
Terduga Pelaku Pembuangan Bayi Usia 5 Hari di Sleman Terungkap, Polisi Amankan Pasangan Muda-Mudi di Ngaglik

Terduga Pelaku Pembuangan Bayi Usia 5 Hari di Sleman Terungkap, Polisi Amankan Pasangan Muda-Mudi di Ngaglik

Kasus pembuangan bayi perempuan yang ditemukan di sebuah rumah warga di wilayah Sleman, DI Yogyakarta akhirnya terungkap. Polisi mengamankan sepasang muda-mudi yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut.
OJK Beri Perlakuan Khusus Kredit bagi Korban Gempa NTT, Ini Keringanan yang Bisa Didapat

OJK Beri Perlakuan Khusus Kredit bagi Korban Gempa NTT, Ini Keringanan yang Bisa Didapat

OJK menetapkan perlakuan khusus kredit bagi debitur terdampak gempa di 8 kabupaten NTT. Simak bentuk keringanan dan masa berlakunya.

Trending

Kualitas Timnas Indonesia Diakui Usai Pesta Setengah Lusin Gol Lebih atas Bangladesh: Garuda Beda Kelas, Sulit Menyainginya

Kualitas Timnas Indonesia Diakui Usai Pesta Setengah Lusin Gol Lebih atas Bangladesh: Garuda Beda Kelas, Sulit Menyainginya

Timnas Indonesia tunjukkan perbedaan kualitas saat hadapi Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026. Garuda tutup laga dengan kemenangan telak 9-2, Kamis (01/10/2026).
Media Vietnam Sentil Kemenangan Timnas Indonesia atas Bangladesh, Singgung Faktor Wasit

Media Vietnam Sentil Kemenangan Timnas Indonesia atas Bangladesh, Singgung Faktor Wasit

Timnas Indonesia lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menghajar Bangladesh 9-2. Namun, kemenangan tersebut mendapat sorotan media Vietnam yang singgung.
FIFA Sepakat Aksi Gila Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Singgung Kemenangan Telak Malaysia

FIFA Sepakat Aksi Gila Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Singgung Kemenangan Telak Malaysia

Menang telak 9-2 dari Bangladesh, Timnas Indonesia mengungguli saingan mereka, Malaysia yang juga menang 6-0 dari Singapura di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung dengan waktu yang berbarengan. 
Harta Kekayaan Anggota Wantimpres RI, Dato Sri Tahir hingga Chairul Tanjung Paling Fantastis

Harta Kekayaan Anggota Wantimpres RI, Dato Sri Tahir hingga Chairul Tanjung Paling Fantastis

Berikut data harta kekayaan beberapa anggota Wantimpres berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Kasus Influenza A Sedang Meningkat di Indonesia, Ini 6 Obat Tradisional yang Ampuh Sembuhkan Flu

Kasus Influenza A Sedang Meningkat di Indonesia, Ini 6 Obat Tradisional yang Ampuh Sembuhkan Flu

Pilek umumnya disebabkan oleh infeksi virus dan bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7–10 hari. Berikut beberapa obat tradisional yang ampuh untuk meringankan gejala pilek.
Gagal ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, PSSI Malaysia Desak FIFA Jelaskan Perubahan Tambahan Waktu Laga Timnas Indonesia Vs Bangladesh

Gagal ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, PSSI Malaysia Desak FIFA Jelaskan Perubahan Tambahan Waktu Laga Timnas Indonesia Vs Bangladesh

Desakan FAM muncul setelah waktu tambahan yang semula hanya dua menit menjadi tujuh menit. Tiga tambahan gol pun tercipta di menit-menit terakhir pertandingan antara Timnas Indonesia vs Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Kronologi Keributan Pemain Timnas Indonesia Vs Bangladesh, Berawal dari Ole Romeny hingga Selebrasi Shayne Pattynama

Kronologi Keributan Pemain Timnas Indonesia Vs Bangladesh, Berawal dari Ole Romeny hingga Selebrasi Shayne Pattynama

Timnas Indonesia menang 9-2 atas Bangladesh dan lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026. Namun, laga di SUGBK diwarnai dua keributan antarpemain.
Selengkapnya

Viral