BPIP dan Universitas Pancasila Komitmen Gaungkan "Pancasila dari Indonesia untuk Dunia"
- Istimewa
Pentingnya Pancasila, karena TAP MPR II 1978 tentang Eka Pancakarsa atau P4 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku, 1 tahun kemudian lembaga BP7 dibubarkan dan yang sangat memprihatinkan Undang Sisdiknas diganti dengan UU 20 tahun 2023 tentang Sisdiknas yang menghilangkan mata ajar atau mata kuliah Pancasila.
Saat ini, telah lahir dengan telah ditetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 tahun 2022 tentang Standar Pendidikan Nasional oleh Presiden Joko Widodo yang mewajibkan mata ajar Pancasila mulai dari PAUD sampai perguruan tinggi.
Bahkan, selain pendidikan formal Pancasila juga wajib diterapkan untuk pendidikan nonformal dan informal.
"Dulu Pancasila ada di dalam mata ajar Kewarganegaraan, tetapi setelah ada BPIP dan lahirnya PP 4 Tahun 2022 kita balik. Kewarganegaraan ada di dalam mata ajar wajib Pancasila,” paparnya.
Kesempatan yang sama Rektor Universitas Pancasila Edie Toet Hendratno mengatakan kerja sama Universitas Pancasila dengan BPIP ini untuk memperkuat generasi muda memahami ideologi Pancasila di tengah gempuran ideologi melalui teknologi digital.
Ia bahkan mengaku siap komitmen membantu BPIP dalam internalisasi membumikan nilai-nilai Pancasila kepada seluruh masyarakat di dalam maupun luar negeri.
"Kami sudah siap dan komit menjaga dan membumikan Pancasila dan kami siap hadir sebagai pelaku sebagaimana visi misi mulia BPIP,” terangnya.
Dirinya mengaku kerja sama yang dinantikan ini seperti mimpi yang diharapkan sejak lama karena BPIP dan UP memiliki tujuan yang sama, yaitu membentuk karakter anak-anak bangsa yang bernafaskan Pancasila.
"Ini seperti mimpi yang terwujud yang dinantikan kami sejak dulu,” ujarnya.
Upaya-upaya pemerintah telah memberikan warna tentang Pancasila yang harus diwujudkan bersama secara bergotong royong.
"Ini tanggung jawab besar bagi kita semua Pancasila go international,” tegasnya.
Buku "Pancasila dari Indonesia untuk Dunia" ini diterbitkan BPIP yang tulis Dewan Pakar BPIP juga sebagai Direktur Eksekutif Pusat Studi Pancasila Universitas Pancasila (PSP UP) Darmansjah Djumala harus menjadi rujukan kita dalam membumikan Pancasila.
"Indonesia ikut serta mewujudkan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial dalam upaya mewujudkan perdamaian dunia dan kekeluargaan bangsa-bangsa,” paparnya.
Load more