News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Hampir Setengah Penduduk Manggarai NTT Sudah Divaksinasi Covid-19 

Data terkini perkembangan penyuntikan vaksin Covid-19. Lodi Moa menjelaskan, jumlah dosis I vaksinasi mencapai 47,93 persen dan 53,30 persen untuk dosis II.
Kamis, 18 November 2021 - 10:43 WIB
Jubir Satgas Covid-19 Manggarai Lodi Moa
Sumber :
  • Jo Kenaru

Manggarai, NTT - Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Lodi Moa, menyajikan data terkini perkembangan penyuntikan vaksin Covid-19. Lodi Moa menjelaskan, jumlah dosis I vaksinasi mencapai 47,93 persen dan 53,30 persen untuk dosis II.

Sementara dosis III yang hanya diberikan kepada tenaga kesehatan kini mencapai 60,37 persen. Informasi yang Lodi sampaikan dirinci berdasarkan target Pusdatin (Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan), cakupan serta capaian dalam persentase. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Itu dari target Pusdatin 221.211 dosis I dan 106.043 dosis II. Sementara dosis III yang hanya diberikan pada tenaga Kesehatan mencapai 60,37 persen dengan rincian, target vaksinasi 2.862 orang, terlayani 1.728 orang,” ujar Lodi dihubungi Kamis (18/11/2021). 

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Sekretariat Daerah (Setda) Manggarai itu menjelaskan, vaksinasi dosis I dan dosis II terbagi dalam 6 kelas penerima yakni, SDM kesehatan, petugas publik, remaja, masyarakat umum, ibu hamil, dan lansia. 

“Target Pusdatin dosis I untuk SDM Kesehatan yakni 2.131 orang, yang sudah divaksin 2.991 atau 140.35%. Sementara dosis II sebagaimana ditargetkan 2.991, terlayani 2.862 atau 95,69 persen. SDM Kesehatan (Dosis III) target 2.862, cakupan 1.728 atau 60.37%. Data-data ini belum termasuk program vaksinasi usia 6-11 tahun karena memang kita belum mulai,” ulas Lodi.

Untuk kalangan remaja, jelas Lodi, dalam target Pusdatin dosis I sebesar 36.910 sementara cakupannya 19.658 dengan persentase 53.25%. Sementara pada dosis II untuk kalangan remaja ditargetkan sebanyak 19.658, cakupan atau realisasi 4.660 atau 23,71 persen.

Kemudian target Pusdatin untuk masyarakat umum dosis I tercatat 135.422 orang, realisasi 54.859 dengan persentase 40,50%. Target dosis II untuk remaja 54.859, cakupan 25.302, persentase 46.12%.

“Ibu hamil, target Pusdatin dosis I 2.825, cakupan 1.096, persentase 38,79%. Target Dosis II 1.096, cakupan 662, persentase 60.4%. Terakhir lansia, target Pusdatin adalah 19.754, cakupan 7.721, persentase 39.08%. Target dosis II, 7.721, cakupan 5.471, persentase 70.86%,” papar Lodi lagi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adapun jumlah vaksinasi dosis I, terang Lodi Moa, telah disuntikkan kepada 450.098 sasaran, dosis II 253.960 sasaran, serta vaksinasi dosis III untuk tenaga kesehatan mencapai 6.352 sasaran.

Ditambahkan dia, Dinas Kesehatan Manggarai menyiapkan kebutuhan vaksin terdiri dari Sinovac single dose 2.880 dosis, AstraZeneca single dose 750 dosis, Moderna single dose 11.228 dosis.
 
“Untuk distribusi vaksin aman dan stok siap pakai masih cukup,” sebut Lodi.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gagal Total di Bursa Transfer Januari, Inter Milan Baru Bisa Datangkan Pemain Baru di Akhir Musim

Gagal Total di Bursa Transfer Januari, Inter Milan Baru Bisa Datangkan Pemain Baru di Akhir Musim

Inter Milan sudah gagal total di bursa transfer Januari karena tidak berhasil mendapatkan pemain baru. Namun Inter Milan bisa datangkan pemain baru akhir musim.
Respons Kasus Anak SD Bunuh Diri di NTT Karena Tak Mampu Beli Alat Tulis, Menkes Siapkan Layanan Psikologi Klinis

Respons Kasus Anak SD Bunuh Diri di NTT Karena Tak Mampu Beli Alat Tulis, Menkes Siapkan Layanan Psikologi Klinis

Merespons kasus anak SD bunuh diri di NTT karena tak mampu membeli alat tulis, Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebut pihaknya sedang menyiapkan layanan psikologi klinis.
Buntut Anak SD Gantung Diri di NTT, DPR RI Desak Audit Pemanfaatan DAK Perlindungan Anak di Daerah

Buntut Anak SD Gantung Diri di NTT, DPR RI Desak Audit Pemanfaatan DAK Perlindungan Anak di Daerah

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko soroti pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK) terkait perlindungan anak, buntut kasus anak bunuh diri...
Buntut Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada NTT, DPR Usul Bansos Khusus Anak: Jangan Lagi Disamaratakan ke Semua

Buntut Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada NTT, DPR Usul Bansos Khusus Anak: Jangan Lagi Disamaratakan ke Semua

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko mengusulkan agar pemerintah mengevaluasi skema bantuan sosial (bansos) yang dikhususkan menyasar anak.
Hadiri Pemakaman Istri Jenderal Hoegeng, Kapolri Ungkap Wasiat Terakhir Eyang Meri Buat Polri

Hadiri Pemakaman Istri Jenderal Hoegeng, Kapolri Ungkap Wasiat Terakhir Eyang Meri Buat Polri

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menghadiri prosesi pemakaman Meriyati Hoegeng atau Eyang Meri, istri mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso.
Mantan Wawako Fitrianti Agustinda Divonis 7,5 Tahun, Korupsi BPPD PMI Palembang

Mantan Wawako Fitrianti Agustinda Divonis 7,5 Tahun, Korupsi BPPD PMI Palembang

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Palembang menyatakan dua terdakwa kasus korupsi pengelolaan Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD) di Palang Merah

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Puluhan pedagang Pasar Sambas berunjuk rasa menolak penggusuran lahan di Pasar Sambas, Kota Medan, yang akan dieksekusi juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan,
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT