Berjiwa Sosial Tinggi, Bripka Latip Utomo Relakan Gajinya Bantu Warga Tak Mampu
- Agus Wibowo
Pacitan,Jawa Timur- Bagaimana mungkin jika seorang anggota polisi merelakan gaji dan tunjangannya untuk kegiatan sosial. Mencukupi kebutuhan keluarganya saja justru malah mengandalkan hasil jualan ikan pindang di pasar dan nasi bungkus. Tapi itulah yang dijalani seorang polisi di Pacitan Jawa Timur.
Kehidupan masyarakat yang memiliki keterbatasan serta penyandang disabilitas di Pacitan masih tergolong jauh dari kata sejahtera. Pandemi Covid-19 bahkan telah memberi dampak besar pada perekonomian masyarakat. Ditambah lagi dengan penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat, banyak warga yang tidak bisa bekerja karena adanya pembatasan aktivitas tersebut.
Menyadari kondisi itu, seorang anggota Polisi Bhabinkamtibmas Kepolisian Sektor Tulakan rela memberikan gaji dan tunjangannya demi kegiatan sosial. Gaji dan tunjangan Bhabinkamtibmas yang ia terima perbulan dari kepolisian disalurkan kepada masyarakat pedesaan. Tujuannya membantu meringankan beban kebutuhan hidup warga utamanya para penyandang disabilitas.
Istiqomah warga Rt.01 Rw 24 Dusun Kepek Besar Desa Kalikuning Kecamatan Tulakan ini sangat bersyukur. Sebab putra keduanya Ridho Ahmad Bahari (11th) yang menderita kelainan otak sejak lahir itu mendapatkan bantuan kursi roda.
“Saya sangat berterima kasih dan bersyukur pak, dapat bantuan ini. Anak saya kan tidak bisa jalan, bisanya cuma tiduran. Kalo kemana mana saya gendong. Alhamdulillah bantuan ini bermanfaat karena tidak kelelahan menggendong lagi kalau anak saya Ridho mau saya ajak jalan jalan atau ke pasar. Saya tidak menyangka dengan bantuan itu”,tambahnya
Bripka Latip Utomo anggota Polisi yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Polsek Tulakan Polres Pacitan ini mengatakan, bantuan sosial ini murni bersumber dari gaji dan tunjangan sebagai anggota polisi. Sedangkan untuk kebutuhan keluarganya, Bripka Latip mengandalkan hasil usaha jualan ikan pindang dan nasi bungkus yang saya rintis dengan sang istri.
“Bantuan sosial itu merupakan aksi peduli terhadap seluruh warga dan yang memiliki kekurangan atau dengan kondisi keterbatasan fisik. Menghimpun dana dari sebagian rezeki, gaji dan tunjanganya untuk membantu warga masyarakat yang membutuhkan,” ujar Bripka Latip
Penyaluran bantuan sosial itu yang rutin dilakukan setiap hari, mulai awal Pandemi Covid 19 hingga sekarang. Namun kegiatan ini juga tak terlepas dari tugasnya sebagai pengayom dan pelindung masyarakat. Bantuan yang disalurkan itu berupa uang tunai maupun sembako atau kebutuhan lain para penyandang disabilitas.
Siti Sunarti warga Desa Kalikuning menambahkan, Setiap hari bhabinkamtibmas berkeliling sambil membawa sembako atau memberikan sedikit rejekinya untuk warga. Kami merasa sangat terbantu, apalagi saat pandemi dulu. Terkadang warga penyandang Disabilitas dibelikan alat pertukangan dan lain lain. Agar Disabilitas bisa membuka wira usaha sesuai dengan keahlian yang mereka miliki. Agus Wibowo/Ner
Load more