GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pencegahan Kawin Anak Jadi Concern Pemerintah di Tahun 2024

Perkawinan anak sering kali menimbulkan persoalan susulan seperti perceraian dan stunting. Melihat situasi ini, Kementerian Agama (Kemenag) terus melakukan upaya serius.
Kamis, 12 Oktober 2023 - 11:24 WIB
Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin
Sumber :
  • Humas Kemenag

tvOnenews.com - Perkawinan anak sering kali menimbulkan persoalan susulan seperti perceraian dan stunting. Melihat situasi ini, Kementerian Agama (Kemenag) terus melakukan upaya serius.

"Pemerintah punya ambisi untuk menekan angka kawin anak menjadi 14 persen di tahun 2024," ujar Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin, dalam kegiatan Seminar Nasional Cegah Kawin Anak di Makassar, Rabu (11/10/2023).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Kamaruddin, pernikahan dini akan berdampak pada ketahanan nasional. 

"Kita ingin membangun generasi yang berkualitas dalam menyongsong Indonesia Emas, karena keluarga sangat penting dan berkorelasi pada ketahanan nasional," tuturnya.

Ia menjelaskan, persoalan tersebut perlu diatasi dengan kolaborasi berbagai pihak. 

"Butuh kolaborasi dan komitmen seluruh bangsa untuk menyelesaikan persoalan ini. Pernikahan anak ini bukan hanya menjadi concern di Indonesia, tapi juga dunia," ujarnya.

Upaya pencegahan perkawinan anak, imbuhnya, merupakan tanggung jawab semua pihak. Pemerintah, keluarga, dan masyarakat perlu berperan aktif dalam mencegah perkawinan anak. Pemerintah, dikatakannya, telah melakukan sejumlah upaya untuk mencegah kawin anak, di antaranya dengan mengeluarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang menaikkan batas usia minimal menikah menjadi 19 tahun untuk laki-laki dan perempuan.

Terpisah, Kepala Subdirektorat Bina Keluarga Sakinah, Agus Suryo Suripto mengatakan, perkawinan anak akan melahirkan sejumlah dampak negatif.

"Perkawinan anak memiliki dampak negatif baik secara fisik, sosial, maupun psikologis. Secara fisik, anak perempuan yang menikah sebelum usia 18 tahun lebih berisiko mengalami komplikasi kehamilan dan persalinan, serta kematian ibu dan anak," ungkapnya.

Secara sosial, imbuh Suryo, anak perempuan yang menikah sebelum usia 18 tahun lebih rentan mengalami kekerasan dalam rumah tangga dan diskriminasi. 

"Sementara secara psikologis, anak perempuan yang menikah sebelum usia 18 tahun lebih rentan mengalami depresi, kecemasan, dan trauma," imbuhnya.

tvonenews

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dengan bekerja sama, kita dapat mewujudkan generasi yang berkualitas dan bebas dari perkawinan anak," pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin bersama Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Zainal Mustamin menandatangani komitmen bersama cegah kawin anak. Komitmen tersebut juga ditandatangani Gubernur Sulsel, Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak Perempuan dan Pemuda Kemenko PMK, Kepala Dinas Pemberdayaan Anak Sulsel, dan Ketua Regional Asia Save The Children.
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ole Romeny Habiskan Waktu Liburan di Lombok Jelang Pemanggilan Timnas Indonesia, Berbaur Bersama Anak-anak

Ole Romeny Habiskan Waktu Liburan di Lombok Jelang Pemanggilan Timnas Indonesia, Berbaur Bersama Anak-anak

Ole Romeny menyelesaikan debutnya bersama klub asal Inggris, Oxford United. Sayangnya, Oxford United gagal bertahan di Championship dengan terdegradasi ke kasta ketiga Liga Inggris, League One. 
Pramono Anung: 3.362 CCTV Jakarta Kini Dikelola Polda Metro Jaya Lewat Integrasi Sistem

Pramono Anung: 3.362 CCTV Jakarta Kini Dikelola Polda Metro Jaya Lewat Integrasi Sistem

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan sebanyak 3.362 CCTV di Jakarta dikelola oleh Polda Metro Jaya. Hal itu disampaikan usai penandatangan nota
KPK Datangi Rumah Warga di Pacitan, Diduga Lakukan Penggeledahan

KPK Datangi Rumah Warga di Pacitan, Diduga Lakukan Penggeledahan

Rombongan petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi sebuah rumah di Desa Bangunsari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.
John Herdman Yakin Jepang dan Qatar 'Ketakutan' Lawan Timnas Indonesia: Saya Punya Pengalaman dengan Kanada

John Herdman Yakin Jepang dan Qatar 'Ketakutan' Lawan Timnas Indonesia: Saya Punya Pengalaman dengan Kanada

John Herdman percaya Jepang dan Qatar tak akan mudah menghadapi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027. Pelatih asal Inggris itu akui punya pengalaman saat menangani Kanada.
Sekolah Maung Diprotes DPRD Jabar, Maulana: Selalu di Luar dari Skema

Sekolah Maung Diprotes DPRD Jabar, Maulana: Selalu di Luar dari Skema

Anggota Komisi V DPRD Jabar, Maulana Yusuf Erwinsyah protes soal Sekolah Maung. Protes ini terkait kebijakan Pemerintah Provinsi Jabar dalam dalam mengeksekusi
Waspada Modus Penipuan, BRI Tegaskan Pengajuan KUR Tidak Ditawarkan secara Online

Waspada Modus Penipuan, BRI Tegaskan Pengajuan KUR Tidak Ditawarkan secara Online

BRI memastikan bahwa setiap pengajuan KUR hanya dilakukan melalui petugas BRI dan diproses melalui Kantor BRI. Jika ada yang menawarkan secara online, sudah dipastikan bahwa itu merupakan penipuan.

Trending

Terpopuler Kemarin: Sherly Tjoanda Kirim 100 Ekor Sapi, KDM Minta Ubah Pandangan soal Situs Sunda, Sikap Tegas SMAN 1 Pontianak

Terpopuler Kemarin: Sherly Tjoanda Kirim 100 Ekor Sapi, KDM Minta Ubah Pandangan soal Situs Sunda, Sikap Tegas SMAN 1 Pontianak

Terpopuler kemarin: Sherly Tjoanda kirim 100 ekor sapi, KDM minta ubah pandangan soal situs Sunda, hingga reaksi warganet atas sikap tegas SMAN 1 Pontianak.
Melanie Subono Sentil Sikap Dewan Juri LCC Kalbar yang Enggan Minta Maaf: Anak Kecil Aja Tahu, Bukan Urusan Instansi

Melanie Subono Sentil Sikap Dewan Juri LCC Kalbar yang Enggan Minta Maaf: Anak Kecil Aja Tahu, Bukan Urusan Instansi

MPR RI memberikan pernyataan untuk menanggapi desakan publik kepada dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) di Kalimantan Barat untuk memberikan permintaan maaf.
KDM Tiba-Tiba Minta Maaf ke Warga Jawa Barat usai Puncak Kirab Mahkota Binokasih di Bandung: Saya Mohon Maaf

KDM Tiba-Tiba Minta Maaf ke Warga Jawa Barat usai Puncak Kirab Mahkota Binokasih di Bandung: Saya Mohon Maaf

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) tiba-tiba minta maaf ke warga Jawa Barat usai puncak Kirab Mahkota Binokasih di Kota Bandung. Ada apa?
Trend Terpopuler: Pengakuan Josepha Alexandra Dipanggil ke Istana, hingga Cerita Sherly Tjoanda Jatuh Cinta Pada Benny Laos

Trend Terpopuler: Pengakuan Josepha Alexandra Dipanggil ke Istana, hingga Cerita Sherly Tjoanda Jatuh Cinta Pada Benny Laos

pengakuan siswi SMAN 1 Pontianak setelah dipanggil ke Istana. kisah Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda pertama kali jatuh cinta dengan mendiang Benny Laos
Dedi Mulyadi Kaget Tiba-tiba Didatangi Pendeta dan Akademisi Papua, KDM: Saya Gubernur Jabar, Bukan Menteri

Dedi Mulyadi Kaget Tiba-tiba Didatangi Pendeta dan Akademisi Papua, KDM: Saya Gubernur Jabar, Bukan Menteri

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi kaget karena tiba-tiba didatangi pendeta dan akademisi dari Papua. Dedi Mulyadi heran padahal dirinya bukan menteri, hanya gubernur
News Terpopuler: Klien Wedding Jadi Korban Shindy Lutfiana MC LCC Kalbar, hingga Josepha Alexandra Mendapat Ancaman

News Terpopuler: Klien Wedding Jadi Korban Shindy Lutfiana MC LCC Kalbar, hingga Josepha Alexandra Mendapat Ancaman

Pemilik WO pernah kecewa dengan sikap Shindy Lutfiana, MC Lomba Cerdas Cermat di Kalimantan Barat. Kondisi Josepha Alexandra setelah diduga mendapat ancaman
Shindy Lutfiana Angkat Bicara Usai Diserang Netizen Imbas Lomba Cerdas Cermat Kalbar: DM-nya Bawa-bawa Fisik dan Anak

Shindy Lutfiana Angkat Bicara Usai Diserang Netizen Imbas Lomba Cerdas Cermat Kalbar: DM-nya Bawa-bawa Fisik dan Anak

Buntut polemik Lomba Cerdas Cermat yang digelar di Kalimantan Barat masih menjadi perhatian publik. Pernyataan yang dilontarkan MC dinilai memperkeruh suasana
Selengkapnya

Viral