News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kecaman Penulis dan Penerbit Terus Mengalir atas Sikap Frankfurt Book Fair, Direktur FBF: Ini Benar Benar Bencana!

Sejumlah penerbit Indonesia, Malaysia dan Qatar membatalkan kehadiran mereka di Pameran Buku Frankfurt atau Frankfurt Book Fair 2023. Pembatalan terkait keputusan penyelenggara Frankfurt Book Fair (FBF) menyatakan  berpihak pada Israel serta membatalkan acara pemberian penghargaan literatur Liberaturpreis dari  Litprom kepada penulis Palestina, Adania Shibli dengan bukunya berjudul "Minor Detail". 
Sabtu, 21 Oktober 2023 - 16:10 WIB
Penulis asal Palestina Adania Shibli
Sumber :
  • Istimewa

Frankfurt, tvOnenews.com-Sejumlah penerbit Indonesia, Malaysia dan Qatar membatalkan kehadiran mereka di Pameran Buku Frankfurt atau Frankfurt Book Fair 2023.

Pembatalan terkait keputusan penyelenggara Frankfurt Book Fair (FBF) menyatakan  berpihak pada Israel serta membatalkan acara pemberian penghargaan literatur Liberaturpreis dari  Litprom kepada penulis Palestina, Adania Shibli dengan bukunya berjudul "Minor Detail". 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski belakangan ditegaskan pemberian hadiah tersebut ditunda hingga waktu yang belum ditentukan, namun tak mengubah sikap wakil penerbit Indonesia untuk meniadakan stand resmi Indonesia di FBF dan semua acara talkshow dibatalkan.

tvOnenews.com menemui Kepala Pusat Perbukuan Kemendikbud, Supriyatno yang sudah berada di Jerman namun  di luar area FBF. Kepada Tvoneonenews Supriyatno mengatakan, "Kami tetap memfasilitasi para penerbit untuk memperluas jejaring Internasional dan tetap memiliki komitmen dengan penulis dan penerbit di berbagai negara untuk visa hadir di Frankfurt Book Fair. Dengan sikap penyelenggara FBF yang tidak adil, kami menyatakan Indonesia tidak akan hadir. Tidak membuka booth dan membatalkan semua agenda yang sudah diatur," ujar Supriyatno.

Stand penerbit Indonesia kosong melompong (sumber foto/ tvonenews.com/Miranti

Ketika tvOnenews.com menyambangi hall 5.1 area FBF sebuah stand berkukuran 48m2  yang sedianya dibangun untuk  delegasi Indonesia,  sudah lengkap dengan lemari untuk memajang buku, beberapa meja untuk pertemuan, namun tidak tampak tulisan "Indonesia", bendera atau dekorasi khas Indonesia. 

Sejumlah penerbit asal Indonesia tetap mengadakan pertemuan di booth tersebut, tetapi secara  pribadi tetap hadir di Jerman. Tidak ada penerbit asal Indonesia yang bersedia di wawancara oleh tvOnenews.

tvonenews

Lebih dari 1000 penulis dan penerbit dari seluruh dunia melayangkan protes terhadap keputusan FBF tersebut. Diantaranya, penulis Indonesia Laksmi Pamuntjak dan sejumlah penerima hadiah nobel;  Abdulrazak Gurnah, Annie Ernaux, Olga Takarczuk.

Sebuah penerbit buku asal Qatar, Hamad Bin Khalifa University Press hadir di FBF. Stand mereka juga membawa buku buku penulis asal Palestina dalam bahasa inggris dan bahasa Arab. Diatas buku buku tersebut tertulis jels: Voice of Palestine. Mereka juga membawa buku Adania Shibli salam bahasa Arab.

Rima Ismail, project manager penerbit tersebut, tidak menerima keputusan penyelenggara FBF yang berat sebelah, "Kami tidak mengerti posisi Frankfurt Bookfair, mengapa mereka menggunakan budaya untuk sesuatu yang buruk. Mereka melihat apa yang terjadi dengan satu mata. Mereka mestinya melihat dengan dua mata. Di Palestina juga banyak yang tewas. Keputusan FBF tidak bisa diterima. Keputusan ini tidak ada hubungannya dengan konflik dan Shibli menulis bukunya pada 2017 ". 

Rima dan perusahaannya mendukung dan membantu penerbitan dan peredaran buku buku penulis Palestina, termasuk membawanya ke ajang FBF "Bila mereka menulis dalam bahasa Arab kami terjemahkan ke bahasa Inggris. Juga sebaliknya. Tulusan para penulis Palestina ini harus dibaca oleh dunia," tutupnya.

Direktur FBF Juergen Boos menyesalkan dan sangat kecewa dengan keputusan organisasi penerbit dari sejumlah negara Muslim yang memilih mundur dari perhelatan FBF karena persoalan geopolitik. “Ini benar-benar bencana bagi kami, bagi saya sendiri. Saya ingin orang-orang ada di sini, melakukan wacana yang jujur, melakukan diskusi, meskipun hal itu mungkin kontroversial,” ujar Boos, dikutip laman Deutsche Welle, Rabu (18/10/2023).

Lahir di Palestina pada 1974, nama Adania Shibli mulai naik sejak akhir 1990-an dengan merilis sejumlah novel, drama, cerita pendek, dan esai yang diterbitkan dalam berbagai bahasa, terutama diterbitkan di majalah-majalah sastra Eropa dan Timur Tengah sejak 1996.

Shibli merilis tiga novel berbahasa Aran dan karya-karya non-fiksi termasuk buku seni dengan judul Disposition dan kumpulan esai bertajuk A Journey of Ideas Across: In Dialogue with Edward Said. Kumpulan esai tersebut diubah menjadi simposium yang dikurasi oleh Shibli pada 2013 di House of World Cultures, Berlin.

Atas kariernya yang membanggakan di bidang sastra, Shibli dianugerahi Penghargaan Penulis Muda Qattan-Palestina pada 2001 untuk novelnya Masaas atau dalam bahasa Inggris berjudul Touch pada 2003, lalu novel lainnya Kulluna Ba'id bethat al Miqdar aan el-Hub yang artinya We Are All Equally Far from Love.

Saat ini Shibli menjabat sebagai penulis residensi di Literaturhaus Zurich Dia juga dinobatkan sebagai salah satu dari Beirut39, kelompok beranggotakan 39 penulis Arab terbaik di bawah usia 40 tahun yang dipilih melalui kontes yang diselenggarakan oleh majalah Banipal dan Hay Festival. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai penulis berprestasi dan inspiratif, Shibli pernah diundang oleh Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta atau DKJ dalam acara Jakarta International Literary Festival atau JILF pada 2019 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.(Mir/bwo)


 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gubernur Jambi Al Haris Dilaporkan ke KPK, Begini Kasusnya

Gubernur Jambi Al Haris Dilaporkan ke KPK, Begini Kasusnya

Gubernur Jambi, Al Haris dilaporkan ke KPK oleh organisasi Amanah Rakyat Indonesia (AMATIR) terkait dugaan tindak pidana korupsi. Begini penjelasan lengkapnya.
Lando Norris Menyebut Regulasi Baru Membuat Menyalip Bakal Menjadi Lebih Sulit di Gelaran F1 2026

Lando Norris Menyebut Regulasi Baru Membuat Menyalip Bakal Menjadi Lebih Sulit di Gelaran F1 2026

Juara dunia Formula 1 musim lalu, Lando Norris, menilai regulasi baru di F1 2026 membuat proses menyalip semakin rumit.
Persaingan Industri Kapal China, Kadin Ajak PT PAL Kerja Sama: Mereka Sudah Bisa Bikin Kapal Selam

Persaingan Industri Kapal China, Kadin Ajak PT PAL Kerja Sama: Mereka Sudah Bisa Bikin Kapal Selam

Revitalisasi industri galangan kapal diharapkan mampu menekan ketergantungan terhadap kapal impor, sekaligus menciptakan industri maritim nasional yang kompetitif.
Spalletti Full Senyum! Juventus Dapat Kabar Baik Jelang Hadapi Inter Milan, Sang Senjata Rahasia Siap Comeback

Spalletti Full Senyum! Juventus Dapat Kabar Baik Jelang Hadapi Inter Milan, Sang Senjata Rahasia Siap Comeback

Kabar baik datang dari kubu Juventus jelang laga panas Derby d’Italia melawan Inter Milan. Francisco Conceicao dipastikan berada di jalur pemulihan yang tepat.
Jadi Kartu As Persib di Asia, Adam Alis Tantang Ratchaburi FC

Jadi Kartu As Persib di Asia, Adam Alis Tantang Ratchaburi FC

Persib akan memainkan laga leg pertama di babak 16 besar AFC Champions League Two 2025/2026. Laga ini akan diselenggarakan di Ratchaburi Stadium, Thailand, Rabu (11/2/2026).
Gambar Wajah Ridwan Kamil di Underpass Dewi Sartika Depok Dicopot, Wali Kota Sebut yang Hapus Pemerintah Provinsi

Gambar Wajah Ridwan Kamil di Underpass Dewi Sartika Depok Dicopot, Wali Kota Sebut yang Hapus Pemerintah Provinsi

Gambar wajah mantan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil (RK) di underpass Dewi Sartika, Depok, dicopot. 

Trending

Deretan Kesaksian Korban Kekerasan Seksual yang Menyeret Nama Mohan Hazian, Korbannya Mulai dari Usia 17 Tahun

Deretan Kesaksian Korban Kekerasan Seksual yang Menyeret Nama Mohan Hazian, Korbannya Mulai dari Usia 17 Tahun

Begini deretan kesaksian korban kekerasan seksual yang menyeret nama pemilik Thanksinsomnia, Mohan Hazian. Salah satunya ternyata kejadian 8 tahun yang lalu.
5 Fakta Baru Kasus Mohan Hazian Diduga Lakukan Pelecehan Seksual yang Berujung Pemecatan Sang Owner

5 Fakta Baru Kasus Mohan Hazian Diduga Lakukan Pelecehan Seksual yang Berujung Pemecatan Sang Owner

Berikut 5 fakta baru soal perkembangan kasus Mohan Hazian, sosok di balik merek streetwear lokal kenamaan Thanksinsomnia, yang diduga lakukan pelecehan seksual.
Namanya Jawa Banget, Striker Keturunan yang Menggila di Liga Belanda Ini Layak Masuk Radar Timnas Indonesia

Namanya Jawa Banget, Striker Keturunan yang Menggila di Liga Belanda Ini Layak Masuk Radar Timnas Indonesia

Timnas Indonesia kembali mendapat sinyal positif dari Eropa. Kali ini datang dari sosok striker muda berdarah Jawa yang mencuri perhatian di Liga Belanda.
Siapa Sih Mohan Hazian? Owner Brand Lokal yang Seketika Viral Buntut Dugaan Kasus Skandal Pelecehan Seksual

Siapa Sih Mohan Hazian? Owner Brand Lokal yang Seketika Viral Buntut Dugaan Kasus Skandal Pelecehan Seksual

Berikut profil lengkap dan perjalanan hidup Mohan Hazian, penulis sekaligus owner brand lokal streetwear Thanksinsomnia terlibat dugaan kasus pelecehan seksual.
Mohan Hazian Terseret Isu Dugaan Pelecehan Seksual, Bermula dari Utas Pengalaman Talent Photoshoot hingga Sebut Tuduhan Itu Berefek ke Dirinya dan Keluarganya

Mohan Hazian Terseret Isu Dugaan Pelecehan Seksual, Bermula dari Utas Pengalaman Talent Photoshoot hingga Sebut Tuduhan Itu Berefek ke Dirinya dan Keluarganya

Owner brand Thanksinsomnia Mohan Hazian terseret kasus dugaan pelecehan seksual. Dugaan tersebut menjadi viral di media sosial. Ini duduk perkaranya.
AFC Jatuhkan Sanksi Berat ke PSSI di Piala Asia Futsal 2026, Vietnam Ikut Terseret

AFC Jatuhkan Sanksi Berat ke PSSI di Piala Asia Futsal 2026, Vietnam Ikut Terseret

Federasi Sepak Bola Asia (AFC) mengambil langkah tegas dengan menjatuhkan sanksi berat kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) atas pelanggaran keamanan dan ketertiban selama gelaran Kejuaraan Futsal Asia 2026.
Gurita Bisnis Mohan Hazian Selain Thanksinsomnia, Kini Terseret Dugaan Pelecehan Seksual ke Sejumlah Model

Gurita Bisnis Mohan Hazian Selain Thanksinsomnia, Kini Terseret Dugaan Pelecehan Seksual ke Sejumlah Model

Sejauh ini, Mohan dikenal publik sebagai sosok di balik brand fesyen Thanksinsomnia. Namun, di luar brand tersebut, ia juga terlibat dalam sejumlah aktivitas bisnis
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT