GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Unhan Gelar FGD Kerentanan Indo Pasifik, Bahas Isu Papua hingga Pengungsi Rohingya

Universitas Pertahanan (Unhan) menggelar Focus Grup Discussion (FGD) bertajuk Kerentanan Kawasan Indo-Pasific Kesiapan Indonesia.
Jumat, 5 Januari 2024 - 21:59 WIB
Universitas Pertahanan (Unhan) menggelar Focus Grup Discussion (FGD) bertajuk Kerentanan Kawasan Indo-Pasific Kesiapan Indonesia.
Sumber :
  • Antara

tvOnenews.com - Universitas Pertahanan (Unhan) menggelar Focus Grup Discussion (FGD) bertajuk Kerentanan Kawasan Indo-Pasific Kesiapan Indonesia. FGD digelar bersama dengan Indo-Pasific Strategic Intelligence (IPSI), di Gedung Pascasarjana Unhan, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Jumat (5/1/2023). 

Hadir dalam FGD tersebut Laksma TNI Agus Adriyanto selaku Wakil Rektor Bidang Akademik dan Perencanaan Unhan, Guru Besar Hubungan Internasional Unhan Prof. Anak Agung Bantu Perwita, dan Aisha Kusumasomantri Executive Management IPSI.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Laksma Agus membahas mengenai isu pengungsi Rohingnya yang ada di Indonesia. Menurutnya, ada sejumlah tantangan bagi pemerintah Indonesia, yaitu sumber daya.

"Tantangan yang terjadi adalah memang keterbatasan sumber daya, baik itu sumber daya manusia, sumber daya untuk pendukung makanan dan sebagainya, dan penampungan. Juga kebutuhan akan integrasi sosial, dan ketidakpastian status hukum jangka panjang bagi pengungsi. Ini juga menjadi concern yang dipikirkan oleh Indonesia saat ini," ujar Laksma Agus.

Ia menyebut Indonesia sebenarnya tidak tergabung dalam Konvensi Pengungsi 1951. Namun, dengan alasan kemanusiaan, Indonesia tetap membantu pengungsi Rohingnya untuk bertahan hidup.

"Indonesia belum mengaktivasi Konvensi Pengungsi 1951, sehingga kita tidak memiliki kerangka hukum formal yang baik untuk para pengungsi. Namun karena ini sifatnya kemanusiaan, jadi kita harus tetap menyediakan perlindungan sementara dan bantuan kemanusiaan, itu khusus untuk yang sudah terlanjur sampai ke Indonesia," ungkapnya.

tvonenews

Sementara itu, Prof. Anak Agung Banyu Perwita membahas isu mengenai konflik di Papua. Menurutnya, konflik tersebut sudah terjadi selama puluhan tahun, bukan baru-baru saja terjadi.

"Mungkin kita semua belum sadar bahwa konflik Papua ini sudah berlangsung lebih dari 60 tahun. Awalnya mungkin 1 Mei 1963, dan banyak literatur yang saya pikir cukup tidak berimbang, bagaimana mereka melihat Papua, orang-orang asing," kata Prof. Banyu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut dia permasalahannya saat ini apakah konflik di Papua hendak diselesaikan atau di-manage. Dia juga mengatakan ada banyak aspek dalam melihat isu konflik di Papua.

"Kita juga harus memperhatikan konteks geopolitik dan hubungan internasional. Jadi misalnya saja ketika bicara bicara geopolitik dan hubungan internasional, itu tidak bisa dilepaskan oleh begitu banyak aktor, sektor, yang terlibat di Indonesia. Salah satunya tentu bicara kementerian luar negeri. Tidak bisa kita melihat isu Papua pada satu aspek saja, sehingga kita harus melihatnya secara keseluruhan," pungkas dia.(ant/chm)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Suporter Timnas Indonesia Dilarang Menghujat John Herdman kalau Kalah Lawan Saint Kitts and Nevis

Suporter Timnas Indonesia Dilarang Menghujat John Herdman kalau Kalah Lawan Saint Kitts and Nevis

Sebuah peringatan keras justru ditiupkan oleh pengamat sepak bola senior, Bung Binder. Ia mewanti-wanti agar suporter tak langsung menyerang John Herdman.
Ramai Dugaan Paspor Ganda Dean James, Tim Geypens Ikut Disorot dalam Polemik Diaspora

Ramai Dugaan Paspor Ganda Dean James, Tim Geypens Ikut Disorot dalam Polemik Diaspora

Polemik dugaan paspor ganda Dean James berbuntut panjang, Tim Geypens ikut terdampak. Status pemain diaspora dipertanyakan dan kariernya bisa terancam.
KPK Klaim Pengalihan Status Tahanan Rumah Yaqut untuk Percepat Proses Penyelesaian Kasus Korupsi Kuota Haji

KPK Klaim Pengalihan Status Tahanan Rumah Yaqut untuk Percepat Proses Penyelesaian Kasus Korupsi Kuota Haji

KPK mengaku pengalihan yang dilakukan ke Yaqut bukan semata-mata karena memberikan keistimewaan pada hari besar. Tetapi bentuk upay menyelesaikan kasus korupsi kuota haji.
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga! Usai Timnas Indonesia, Kini Suriname Gagal ke Piala Dunia 2026: Patrick Kluivert Masih Layak Jadi Pelatih Elite?

Sudah Jatuh Tertimpa Tangga! Usai Timnas Indonesia, Kini Suriname Gagal ke Piala Dunia 2026: Patrick Kluivert Masih Layak Jadi Pelatih Elite?

Dua kegagalan beruntun ini memunculkan pertanyaan besar: apakah Patrick Kluivert memang belum siap membawa timnas (Indonesia dan Suriname) menuju Piala Dunia?
Sindiran Pedas Media Vietnam ke Patrick Kluivert, Tak Habis Pikir Sudah Gagal Loloskan Dua Negara ke Piala Dunia: Memalukan

Sindiran Pedas Media Vietnam ke Patrick Kluivert, Tak Habis Pikir Sudah Gagal Loloskan Dua Negara ke Piala Dunia: Memalukan

Timnas Indonesia kembali terseret dalam sorotan media Vietnam saat membahas nasib sial Patrick Kluivert di Kualifikasi Piala Dunia yang gagal loloskan Suriname.
Kadin Indonesia Soroti Peran PSBM XXVI 2026 dalam Menggerakkan Ekonomi Nasional

Kadin Indonesia Soroti Peran PSBM XXVI 2026 dalam Menggerakkan Ekonomi Nasional

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Dr Andi Yuslim Patawari yang menegaskan PSBM tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga forum kolaborasi pengusaha dari berbagai sektor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Trending

Timnas Indonesia Main Nanti Malam! Ini Jadwal dan Jam Pertandingan FIFA Series 2026 Skuad Garuda vs Saint Kitts and Nevis

Timnas Indonesia Main Nanti Malam! Ini Jadwal dan Jam Pertandingan FIFA Series 2026 Skuad Garuda vs Saint Kitts and Nevis

Timnas Indonesia akan melakoni laga FIFA Series 2026 menghadapi Saint Kitts and Nevis pada Jumat (27/03/2026) malam ini. Skuad Garuda pun membidik kemenangan.
FIFA Beri Restu! 4 Pemain Keturunan yang Sudah Dihubungi PSSI Ini Berpeluang Dinaturalisasi dan Memperkuat Timnas Indonesia usai FIFA Series 2026

FIFA Beri Restu! 4 Pemain Keturunan yang Sudah Dihubungi PSSI Ini Berpeluang Dinaturalisasi dan Memperkuat Timnas Indonesia usai FIFA Series 2026

PSSI dikabarkan telah menghubungi 4 pemain keturunan yang sudah mendapat restu FIFA untuk dinaturalisasi. Mereka berpotensi memperkuat Timnas Indonesia usai FIFA Series 2026.
Pelatih Bulgaria Blak-blakan soal 'Level' Timnas Indonesia, Sebut Skuad Garuda Lebih Kuat Era Tanpa Naturalisasi

Pelatih Bulgaria Blak-blakan soal 'Level' Timnas Indonesia, Sebut Skuad Garuda Lebih Kuat Era Tanpa Naturalisasi

Komentar mengejutkan datang dari pelatih Bulgaria, Aleksandar Dimitrov, jelang keikutsertaan timnya di FIFA Series. Skuad Garuda lebih kuat tanpa naturalisasi.
Postingan Lebaran Megawati Hangestri Diserbu Fans Red Sparks, Megatron Diminta 'Mudik' ke Korea

Postingan Lebaran Megawati Hangestri Diserbu Fans Red Sparks, Megatron Diminta 'Mudik' ke Korea

Penggemar Red Sparks serentak serbu postingan terbaru Instagram Megawati Hangestri yang mengunggah momen lebaran bersama keluarganya di Jember, Jawa Timur.
Bojan Hodak Sebut Lini Belakang Timnas Indonesia Sudah Level Internasional, Sebut Saint Kitts and Nevis Bakal Jadi Korban Pertama John Herdman

Bojan Hodak Sebut Lini Belakang Timnas Indonesia Sudah Level Internasional, Sebut Saint Kitts and Nevis Bakal Jadi Korban Pertama John Herdman

Pelatih Persib Bojan Hodak bongkar kekuatan Timnas Indonesia asuhan John Herdman. Ia prediksi Beckham Putra bakal cetak gol lawan Saint Kitts and Nevis di GBK
Terima Kasih Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert! Kini Timnas Indonesia Era John Herdman Punya Fondasi Tangguh Jelang FIFA Series 2026

Terima Kasih Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert! Kini Timnas Indonesia Era John Herdman Punya Fondasi Tangguh Jelang FIFA Series 2026

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, secara khusus menyoroti peran Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert, dalam membentuk wajah permainan skuad Garuda saat ini.
Timnas Indonesia Untung Besar! FIFA Siapkan Hadiah Spesial Jika Kalahkan Saint Kitts and Nevis, Garuda Berpeluang Kian Melejit

Timnas Indonesia Untung Besar! FIFA Siapkan Hadiah Spesial Jika Kalahkan Saint Kitts and Nevis, Garuda Berpeluang Kian Melejit

Timnas Indonesia berpeluang meraih tambahan poin penting dari FIFA jika mampu menumbangkan Saint Kitts and Nevis pada pertandingan FIFA Series 2025 malam ini.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT