SDM Indramayu Disambut Hangat di Jepang, Peluang Kerja Kian Terbuka
- Istimewa
tvOnenews.com - Komitmen Bupati Nina Agustina dalam berbagai hal tidak perlu diragukan lagi. Termasuk dalam pengembangan kualitas SDM dan membuka peluang kerja bagi masyarakat Kabupaten Indramayu, agar mereka lebih sejahtera dan Kabupaten Indramayu lebih maju.
Alhasil, berkat kerja keras orang nomor satu di Indramayau itu membuka jaringan dan peluang kerja tersebut, Jepang kembali membuka peluang kerja baru dibidang akomodasi dan perhotelan, setelah sebelumnya rekrutmen ratusan tenaga kerja (naker) asal Kabupaten Indramayu dibidang industri dan pabrik.
Bidang baru yang dibuka Jepang untuk masyarakat Indramayu itu merupakan apresiasi terhadap upaya Bupati Nina Agustina membuka jejaring dengan pengusaha dan pihak tertentu Jepang.
Hal itu terungkap saat BupatiNina Agustina diwakili Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu, diminta secara khusus hadir sebagai undangan VVIP dari Puspaker (Pusat Pasar Kerja) di Jakarta beberapa waktu lalu.
Adalah AJRA (All Japan Ryokan and Hotel Assosiation), semacam PHRI-nya Indonesia, yang membuka diri untuk naker asal Kabupaten Indramayu itu.
"Alhamdulillah saya bersyukur jika memang ada perusahaan perusahaan yang tertarik dengan SDM Indramayu. Hal itu tentu menggambarkan bahwa SDM kita punya kapasitas yang dapat dipercaya" ujar Bupat Nina Agustina.
Asosiasi yang beranggotakan enam belas ribu perusahaan itu siap menerima naker melalui Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dengan sistem kontrak kerja Specified Skilled Workers (SSW). SSW sendiri adalah status visa/ ijin tinggal bagi warga negara asing di Jepang.
"Alhamdulillah, berkat lobi-lobi ibu bupati Indramayu, masyarakat diberikan kesempatan bekerja ke Jepang untuk bidang akomodasi dan perhotelan," ungkap Plt. Kepala Disnaker, Nonon Citra Wulandari, Jumat, 19 Juli 2024.
Konkretnya, kata dia, penempatan pekerja nantinya akan dilaksanakan secara berkesinambungan. Oleh karena itu, Pemkab Indramayu merespon program kerjasama itu dengan serius
"Nanti ada pelatihan terlebih dahulu, kami utamakan mahir bahasa Jepang aktif. Insya Allah, atas komitmen ibu bupati, seluruh kesiapan program kerja ke Jepang segera disusun dan dilaksanakan," tutup Nonon.(chm)
Load more