News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pengamat : Dwi Andreas Punya Andil Hambat Swasembada Lewat Pengadaan Fiktif Kementan

Koordinator Aliansi Masyarakat Penyelamat Pertanian Indonesia (AMPPI), Debi Syahputra meminta Guru Besar IPB, Dwi Andreas Santosa untuk berhenti membuat gaduh dengan melontarkan kritik pada sektor pertanian secara tendensius.
Senin, 6 Januari 2025 - 10:24 WIB
Sejumlah buruh tani di Situbondo, Jawa Timur, menanam padi.
Sumber :
  • Antara

tvOnenews.com - Koordinator Aliansi Masyarakat Penyelamat Pertanian Indonesia (AMPPI), Debi Syahputra meminta Guru Besar IPB, Dwi Andreas Santosa untuk berhenti membuat gaduh dengan melontarkan kritik pada sektor pertanian secara tendensius.

Debi menilai cara usang Andres mampu dibaca oleh publik sehingga apa yang dilontarkan tetap tidak bisa mendapat proyek besar dari pemerintah apalagi jika dilakukan dengan cara cara yang kotor dan tidak prosedural. Menurutnya, dibalik kritik pedas yang kerap ia lontarkan, tersimpan rekam jejak proyek bernilai miliaran rupiah yang patut dipertanyakan transparansinya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Publik sudah waras dan bisa membaca apa yang menjadi fokus Andreas dalam mencari proyek di kementan,” ujar Debi, Senin, 6 Januari 2025.

Sebagaimana catatannya, Debi mengatakan Dwi Andreas pernah “mendadak bisu” sebagai pengamat pertanian setelah mendapatkan proyek senilai lebih dari Rp5 miliar pada tahun 2022. Proyek tersebut berfokus pada pemetaan komoditas hortikultura bersama Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan.

Menariknya, pada Tahun 2023 Andreas kembali meneken kontrak untuk proyek Swakelola Pengembangan Lahan Pertanian Produktif bersama Direktorat Perlindungan dan Penyediaan Lahan Kementan. Pola yang terlihat jelas: ketika proyek berjalan, kritik mereda; ketika akses terhadap proyek terputus, kritik kembali membanjiri ruang publik.

“Fakta ini semakin menegaskan bahwa kritik yang dia lontarkan terhadap program swasembada pangan patut dipertanyakan motifnya. Apakah kritik tersebut murni demi kepentingan petani dan kemajuan sektor pertanian, atau sekadar bentuk kekecewaan akibat tidak lagi mendapatkan akses terhadap proyek-proyek bernilai miliaran rupiah?” katanya.

Menurut Debi, masih banyak rekam jejak kontroversial Dwi Andreas dalam bermain proyek di kementan. Pada tahun 2017, AB2TI yang dipimpinnya menjalin kerjasama dengan Balai Besar (BB) Padi Kementan dalam rangka pemuliaan varietas dan produksi benih padi.

Namun, proyek tersebut akhirnya dihentikan karena berdasarkan hasil evaluasi, AB2TI tidak memahami standar baku dan prosedur dalam pelepasan varietas, sehingga proyek tersebut dianggap tidak dapat dilanjutkan.

Alih-alih memberikan kritik berbasis data dan saran konstruktif, Dwi Andreas justru terlihat membangun narasi swasembada pangan seenaknya. Kritiknya lebih terlihat seperti upaya untuk menggiring opini publik demi merusak citra program swasembada yang saat ini tengah diupayakan keras oleh Kementerian Pertanian di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

“Kritik kosong yang dilontarkan Dwi Andreas hanya akan mengaburkan fokus publik dari upaya nyata yang sedang dilakukan pemerintah,” katanya.

Untuk dipahami bersama, swasembada pangan adalah cita-cita besar Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan ketahanan pangan nasional jauh lebih kuat. Program ini harus mendapatkan dukungan penuh dari semua pihak, termasuk para pengamat dan akademisi.

“Jangan sampai kepentingan pribadi dan proyek masa lalu menghalangi cita-cita luhur ini,” kata Debi.

tvonenews

Debi menyarankan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun tangan dalam mendalami keterlibatan Dwi Andreas dalam proyek-proyek di Kementan di masa lalu. KPK harus memastikan transparansi dan akuntabilitas dari setiap proyek yang pernah melibatkan Dwi Andreas dan AB2TI. Jika ditemukan indikasi pelanggaran hukum, maka pihak yang terlibat harus bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Jangan-jangan sekarang kritiknya yang gaduh ini hanya upaya untuk mencari panggung, demi kembali dilibatkan dalam proyek bernilai besar di Kementerian Pertanian,” katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk dipahami bersama.m, swasembada pangan adalah cita-cita besar Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan untuk memastikan ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan mengurangi ketergantungan pada impor komoditas pangan strategis.

“Ini bukan sekadar wacana, apalagi ajang untuk mencari keuntungan pribadi melalui proyek-proyek yang tidak transparan. Jika Dwi Andreas benar-benar peduli dengan pertanian Indonesia, seharusnya ia hadir dengan solusi konkret, bukan sekadar kritik kosong yang bermotif kepentingan pribadi. Kritik yang baik lahir dari kejujuran, bukan dari rasa kecewa akibat terputusnya aliran proyek,” jelasnya.(chm)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hasil Asian Games 2026: Amri/Nita Raih Medali Perak Usai Dibantai China Lewat Skor Afrika

Hasil Asian Games 2026: Amri/Nita Raih Medali Perak Usai Dibantai China Lewat Skor Afrika

Hasil Asian Games 2026, di mana ganda campuran Indonesia Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah meraih medali perak usai kalah di partai final pada Selasa (29/9/2026) pagi WIB.
Viral Video Pria Diduga ASN Buka Palang Pembatas Jalan Baru Dicor di Pekalongan, Padahal Belum Kering Sempurna

Viral Video Pria Diduga ASN Buka Palang Pembatas Jalan Baru Dicor di Pekalongan, Padahal Belum Kering Sempurna

Viral video pria diduga ASN membuka palang pembatas jalan yang baru saja dicor di Pekalongan. Pria tersebut diduga seorang ASN lantaran memakai seragam “cokelat”. 
Sukses Tutup Bulan, Cek Bocoran Keuangan Shio Tikus Tanggal 30 September 2026 di Sini!

Sukses Tutup Bulan, Cek Bocoran Keuangan Shio Tikus Tanggal 30 September 2026 di Sini!

Energi pada esok hari mendorong shio Tikus untuk fokus pada konsolidasi modal, pelunasan kewajiban, serta penyusunan peta finansial menjelang kuartal baru.
Kiper Tanjung Verde Ungkap Sisi Gelap Ketenaran usai Piala Dunia 2026: Saya Kehilangan Kedamaian

Kiper Tanjung Verde Ungkap Sisi Gelap Ketenaran usai Piala Dunia 2026: Saya Kehilangan Kedamaian

Kiper Tanjung Verde, Vozinha, mendadak menjadi sorotan dunia setelah tampil gemilang di Piala Dunia 2026. Namun, di balik popularitas dan jutaan pengikutnya.
Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Pelatih Timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe, mengakui ketangguhan pertahanan Timnas Indonesia setelah kedua tim bermain imbang di FIFA ASEAN Cup 2026.
Zinedine Zidane Full Senyum, Bawa Prancis Raih Dua Kemenangan Beruntun Tanpa Kebobolan

Zinedine Zidane Full Senyum, Bawa Prancis Raih Dua Kemenangan Beruntun Tanpa Kebobolan

Zinedine Zidane mengawali kiprahnya sebagai pelatih Timnas Prancis dengan hasil impresif. Les Bleus sukses meraih dua kemenangan beruntun tanpa kebobolan pun.

Trending

Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Sikap rendah hati Megawati Hangestri kembali dapat pujian dari volimania setelah mengajak seorang sopir taksi di Korea Selatan untuk ikut makan bakso bersamanya
Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Singapura menang susah payah dengan skor akhir 1-0 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Kevin Diks menjadi wakil pemain dalam wawancara yang digelar broadcast usai hasil imbang tanpa gol antara Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Timnas Indonesia Dapat Apresiasi Meski Gagal Menang, Pelatih Malaysia Sampai Terpukau dan Lempar Pujian Buat Garuda: Sangat Kuat

Timnas Indonesia Dapat Apresiasi Meski Gagal Menang, Pelatih Malaysia Sampai Terpukau dan Lempar Pujian Buat Garuda: Sangat Kuat

Timnas Indonesia gagal menang atas Malaysia, tetapi kokohnya pertahanan Garuda membuat Tan Cheng Hoe terpukau hingga melontarkan pujian usai laga.
‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

Sejumlah penyelamatan Maarten Paes dan koordinasinya bersama barisan pertahanan membuat gawang Indonesia tetap aman meski harus bermain dengan 10 orang.
Saingi Timnas Indonesia untuk Tiket ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Pelatih Malaysia Mengeluh Jelang Hadapi Singapura

Saingi Timnas Indonesia untuk Tiket ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Pelatih Malaysia Mengeluh Jelang Hadapi Singapura

Pelatih Timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe, mengeluhkan keputusan untuk pertandingan melawan Singapura. Mereka berada dalam posisi diunggulkan ketimbang Timnas Indonesia dalam perebutan tiket ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
Selengkapnya

Viral