Sempat Dapat 'Endorse' dari Eks Kepala BIN Hendropriyono soal Jasanya Apa untuk Negara, Hercules Ternyata Pernah Bilang Kalau Dia Tak Pernah Berbuat Jahat: Saya kan...
- Karni Ilyas Club
tvOnenews.com - Nama Rosario de Marshall atau yang lebih dikenal sebagai Hercules kembali menjadi sorotan publik.
Sosok yang dulunya dikenal sebagai preman disegani di kawasan Tanah Abang ini memberikan klarifikasi terkait masa lalunya yang selama ini dikaitkan dengan berbagai kasus kriminal.
Sebagai Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB), Hercules merasa perlu untuk meluruskan persepsi publik tentang dirinya, terlebih dalam situasi politik dan sosial yang belakangan makin panas.
Dalam sebuah wawancara dengan Karni Ilyas pada tahun 2022 lalu, Hercules mengungkap perjalanan hidupnya yang penuh kekerasan dan ancaman nyawa.
Pria kelahiran Timor Timur ini mengisahkan bahwa dirinya sudah terbiasa dengan situasi brutal. “Dibacok itu hampir setiap malam saya dibacok, kalau keroyok itu sekali keroyok seratus orang.
Itu pakai samurai panjang-panjang sama celurit semua. Tapi gimana, belum waktunya,” ujarnya. Bahkan, salah satu matanya terluka akibat ditembak dari jarak sangat dekat.
“Itu satu meter pakai F46. Alhamdulillah cuma matanya,” katanya santai.
Namun, sejak memutuskan menjadi mualaf pada 2010, Hercules mengaku telah menempuh jalan berbeda.
Kini ia tampil lebih rapi dan religius, kerap mengenakan peci, dan aktif bersama tokoh agama seperti Habib Luthfi, Ustaz Abdul Somad, hingga Gus Miftah.
Ia mengaku pertobatannya didorong oleh kesadaran bahwa hidup bersifat sementara dan dirinya sudah terlalu banyak menjalani kehidupan yang keras.
“Ya karena begini, kita hidup ini sementara. Kalau bicara tangan kotor, tangan saya ini sudah kotor sekali, sudah berdarah-darah lah. Sekarang umur kita ini mau sampai kapan?” ucapnya dalam sebuah video yang diunggah akun @official.gribpactangerang.

- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Menariknya, di tengah upaya Hercules membangun citra baru sebagai pribadi yang religius dan dermawan, muncul sikap yang terkesan membelanya dari tokoh militer senior, A.M. Hendropriyono.
Mantan Kepala BIN itu beberapa kali terlihat dekat dengan Hercules dan bahkan menyatakan bahwa sosok Hercules kini telah berubah.
Pernyataan ini menuai pro dan kontra, terutama dari kalangan purnawirawan TNI lainnya yang mempertanyakan pantas tidaknya seorang mantan preman diberikan panggung dan dukungan.
Dalam perbincangan dengan Karni Ilyas, Hercules membantah berbagai tuduhan kejahatan yang kerap diarahkan padanya.
Ia menyebut dirinya sebagai orang yang teguh memegang prinsip, tidak pernah menjual kepercayaan, dan selalu berpihak kepada kaum kecil.
“Saya orang paling prinsip. Saya ini tidak bisa dibeli orang untuk mendzalimi orang. Kalau orang kasih kepercayaan ke saya, dan mati pun saya tidak akan takut untuk mengkhianati,” tegasnya.
Ia juga menyoroti bagaimana proses hukum kerap dirancang seakan-akan untuk menjebaknya.
“Tapi kan saya selalu dijerat oleh hukum seolah-olah turun ditangkap. Bahwa premanisme, kriminal, diproses, diperiksa, ya dikemas, untuk saya dimasukkan ke meja hijau,” ujarnya.
Hercules menegaskan bahwa hingga ke tahap persidangan, tak ada bukti yang bisa menunjukkan dirinya bersalah.
Bahkan soal tuduhan pemerasan, ia menjelaskan bahwa seluruh kesepakatan dilakukan melalui notaris.
Hercules secara terbuka menyebut nama Brigjen Hengki Haryadi yang kala itu menjabat Kapolres Metro Jakarta Barat, sebagai pihak yang patut memeriksa notaris yang terlibat dalam kesepakatan.
“Kalau saya terima upah pekerja, perjanjian pakai notaris itu dianggap uang kejahatan. Saya minta kepada saudara Hengki Haryadi sebagai Kapolres memanggil dulu notaris itu untuk diperiksa,” jelasnya.
Ia pun mempertanyakan logika hukum yang menjeratnya. “Kalau memang itu dia bilang uang kejahatan, notaris dulu ditahan, baru boleh saya ditahan,” tambahnya.
Lebih jauh, Hercules mengaku bahwa kehidupannya kini lebih banyak diisi dengan kegiatan sosial. Ia dan istrinya rutin membantu anak yatim piatu serta kaum duafa.
“Setiap malam Jumat, rumah saya penuh dengan anak yatim. Dan sampai sekarang,” ujarnya. “Abis Jumatan, istri saya memberi makan orang-orang yang di kolong jembatan, yang ngamen, yang minta-minta. Minimal 300 orang,” tambahnya.
Meski banyak pihak melihat perubahan ini sebagai bentuk penyesalan dan pertobatan, Hercules justru menyatakan dirinya tidak pernah merasa berbuat salah.
“Saya merasa enggak pernah berbuat kejahatan, karena belum pernah namanya saya diadili di meja hijau, dan dituntut masalah kejahatan,” katanya tegas.
Pernyataan tersebut tentu memicu respons dari berbagai kalangan. Ada yang menilai bahwa Hercules belum benar-benar menunjukkan pertobatan jika masih menyangkal masa lalunya.
Namun, tidak sedikit pula yang melihat bahwa seseorang seperti Hercules memang bisa berubah, terlebih dengan dukungan tokoh nasional seperti Hendropriyono yang tampaknya memberi restu moral atas transformasi tersebut.
“Kalau saya udah bilang hantam, wah itu udah pasti datang. Tapi kan bukan itu, karena saya selalu jalan benar,” pungkas Hercules, menegaskan bahwa ia kini berjalan di jalur yang menurutnya lurus, meski bayang-bayang masa lalu masih terus mengikutinya. (udn)
Load more