GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sempat Dapat 'Endorse' dari Eks Kepala BIN Hendropriyono soal Jasanya Apa untuk Negara, Hercules Ternyata Pernah Bilang Kalau Dia Tak Pernah Berbuat Jahat: Saya kan...

Hercules mengisahkan kalau dirinya sudah terbiasa dengan situasi brutal. Namun ia memutuskan untuk bertobat dan menyadari jika dirinya sudah terlalu banyak 
Kamis, 8 Mei 2025 - 19:01 WIB
Sempat Dapat 'Endorse' dari Eks Kepala BIN Hendropriyono soal Jasanya Apa untuk Negara, Hercules Ternyata Pernah Bilang Kalau Dia Tak Pernah Berbuat Jahat Saya kan...
Sumber :
  • Karni Ilyas Club

tvOnenews.com - Nama Rosario de Marshall atau yang lebih dikenal sebagai Hercules kembali menjadi sorotan publik. 

Sosok yang dulunya dikenal sebagai preman disegani di kawasan Tanah Abang ini memberikan klarifikasi terkait masa lalunya yang selama ini dikaitkan dengan berbagai kasus kriminal. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB), Hercules merasa perlu untuk meluruskan persepsi publik tentang dirinya, terlebih dalam situasi politik dan sosial yang belakangan makin panas.

Dalam sebuah wawancara dengan Karni Ilyas pada tahun 2022 lalu, Hercules mengungkap perjalanan hidupnya yang penuh kekerasan dan ancaman nyawa. 

Pria kelahiran Timor Timur ini mengisahkan bahwa dirinya sudah terbiasa dengan situasi brutal. “Dibacok itu hampir setiap malam saya dibacok, kalau keroyok itu sekali keroyok seratus orang. 

Itu pakai samurai panjang-panjang sama celurit semua. Tapi gimana, belum waktunya,” ujarnya. Bahkan, salah satu matanya terluka akibat ditembak dari jarak sangat dekat. 

“Itu satu meter pakai F46. Alhamdulillah cuma matanya,” katanya santai.

Namun, sejak memutuskan menjadi mualaf pada 2010, Hercules mengaku telah menempuh jalan berbeda. 

Kini ia tampil lebih rapi dan religius, kerap mengenakan peci, dan aktif bersama tokoh agama seperti Habib Luthfi, Ustaz Abdul Somad, hingga Gus Miftah. 

Ia mengaku pertobatannya didorong oleh kesadaran bahwa hidup bersifat sementara dan dirinya sudah terlalu banyak menjalani kehidupan yang keras. 

“Ya karena begini, kita hidup ini sementara. Kalau bicara tangan kotor, tangan saya ini sudah kotor sekali, sudah berdarah-darah lah. Sekarang umur kita ini mau sampai kapan?” ucapnya dalam sebuah video yang diunggah akun @official.gribpactangerang.

Mantan preman Tanah Abang, Hercules.
Mantan preman Tanah Abang, Hercules.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Julio Trisaputra

 

Menariknya, di tengah upaya Hercules membangun citra baru sebagai pribadi yang religius dan dermawan, muncul sikap yang terkesan membelanya dari tokoh militer senior, A.M. Hendropriyono. 

Mantan Kepala BIN itu beberapa kali terlihat dekat dengan Hercules dan bahkan menyatakan bahwa sosok Hercules kini telah berubah. 

Pernyataan ini menuai pro dan kontra, terutama dari kalangan purnawirawan TNI lainnya yang mempertanyakan pantas tidaknya seorang mantan preman diberikan panggung dan dukungan.

Dalam perbincangan dengan Karni Ilyas, Hercules membantah berbagai tuduhan kejahatan yang kerap diarahkan padanya. 

Ia menyebut dirinya sebagai orang yang teguh memegang prinsip, tidak pernah menjual kepercayaan, dan selalu berpihak kepada kaum kecil. 

“Saya orang paling prinsip. Saya ini tidak bisa dibeli orang untuk mendzalimi orang. Kalau orang kasih kepercayaan ke saya, dan mati pun saya tidak akan takut untuk mengkhianati,” tegasnya.

Ia juga menyoroti bagaimana proses hukum kerap dirancang seakan-akan untuk menjebaknya. 

“Tapi kan saya selalu dijerat oleh hukum seolah-olah turun ditangkap. Bahwa premanisme, kriminal, diproses, diperiksa, ya dikemas, untuk saya dimasukkan ke meja hijau,” ujarnya. 

Hercules menegaskan bahwa hingga ke tahap persidangan, tak ada bukti yang bisa menunjukkan dirinya bersalah. 

Bahkan soal tuduhan pemerasan, ia menjelaskan bahwa seluruh kesepakatan dilakukan melalui notaris.

Hercules secara terbuka menyebut nama Brigjen Hengki Haryadi yang kala itu menjabat Kapolres Metro Jakarta Barat, sebagai pihak yang patut memeriksa notaris yang terlibat dalam kesepakatan. 

“Kalau saya terima upah pekerja, perjanjian pakai notaris itu dianggap uang kejahatan. Saya minta kepada saudara Hengki Haryadi sebagai Kapolres memanggil dulu notaris itu untuk diperiksa,” jelasnya.

Ia pun mempertanyakan logika hukum yang menjeratnya. “Kalau memang itu dia bilang uang kejahatan, notaris dulu ditahan, baru boleh saya ditahan,” tambahnya.

Lebih jauh, Hercules mengaku bahwa kehidupannya kini lebih banyak diisi dengan kegiatan sosial. Ia dan istrinya rutin membantu anak yatim piatu serta kaum duafa. 

“Setiap malam Jumat, rumah saya penuh dengan anak yatim. Dan sampai sekarang,” ujarnya. “Abis Jumatan, istri saya memberi makan orang-orang yang di kolong jembatan, yang ngamen, yang minta-minta. Minimal 300 orang,” tambahnya.

Meski banyak pihak melihat perubahan ini sebagai bentuk penyesalan dan pertobatan, Hercules justru menyatakan dirinya tidak pernah merasa berbuat salah. 

“Saya merasa enggak pernah berbuat kejahatan, karena belum pernah namanya saya diadili di meja hijau, dan dituntut masalah kejahatan,” katanya tegas.

Pernyataan tersebut tentu memicu respons dari berbagai kalangan. Ada yang menilai bahwa Hercules belum benar-benar menunjukkan pertobatan jika masih menyangkal masa lalunya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, tidak sedikit pula yang melihat bahwa seseorang seperti Hercules memang bisa berubah, terlebih dengan dukungan tokoh nasional seperti Hendropriyono yang tampaknya memberi restu moral atas transformasi tersebut.

“Kalau saya udah bilang hantam, wah itu udah pasti datang. Tapi kan bukan itu, karena saya selalu jalan benar,” pungkas Hercules, menegaskan bahwa ia kini berjalan di jalur yang menurutnya lurus, meski bayang-bayang masa lalu masih terus mengikutinya. (udn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dibuka Secara Resmi oleh Pramono Anung 'Tak Menjadi' Pedagang Festival Bandeng di Jakarta Bebas dari Aksi Pungli Ormas

Dibuka Secara Resmi oleh Pramono Anung 'Tak Menjadi' Pedagang Festival Bandeng di Jakarta Bebas dari Aksi Pungli Ormas

Festival Bandeng kembali berlangsung di Pasar Rawa Belong, Jakarta Barat sebagai momen peringatan perayaan Imlek pada tiap tahunnya.
Mulai Puasa Bareng dengan Indonesia, Malaysia Tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026

Mulai Puasa Bareng dengan Indonesia, Malaysia Tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026

Bersamaan dengan Indonesia, Malaysia telah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026 dalam pengumuman yang keluar Selasa (17/2/2026).
Hilal Tak Tampak, Kemenag Sumsel Perkirakan Awal Ramadan 1447 H pada 19 Februari

Hilal Tak Tampak, Kemenag Sumsel Perkirakan Awal Ramadan 1447 H pada 19 Februari

Hasil pemantauan rukyatul hilal awal Ramadan 1447 Hijriah di Palembang dilaporkan tidak terlihat karena posisi bulan masih berada di bawah ufuk. Hal ini disampa
Tunjukkan Toleransi, Keluarga Muslim Rela Datang dari Purwokerto Saksikan Ibadah Imlek di Pecinan Glodok

Tunjukkan Toleransi, Keluarga Muslim Rela Datang dari Purwokerto Saksikan Ibadah Imlek di Pecinan Glodok

Satu keluarga muslim rela datang jauh dari Purwokerto, untuk menyaksikan langsung semarak Tahun Baru Imlek 2026 di kawasan Petak Sembilan, Pecinan Glodok,
Tahun Baru Imlek, Pemprov DKI Dorong Warga Jaga Toleransi dan Kerukunan

Tahun Baru Imlek, Pemprov DKI Dorong Warga Jaga Toleransi dan Kerukunan

Dalam rangka Tahun Baru Imlek 2026, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendorong masyarakat tetap menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
Bandung BJB Tandamata Resmi Berpisah dengan Anastasia Guerra Jelang Final Four Proliga 2026

Bandung BJB Tandamata Resmi Berpisah dengan Anastasia Guerra Jelang Final Four Proliga 2026

Tim voli putri Bandung BJB Tandamata resmi berpisah dengan pemain asingnya yakni Anastasia Guerra jelang babak final four Proliga 2026.

Trending

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta muda diaspora yang berkarier di Eropa. Sosok Lyfe Oldenstam akui buka peluang bela Garuda usai lihat Jay Idzes.
Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam mulai curiga dengan strategi PSSI untuk menghadapi Piala AFF 2026. Jangan-jangan Timnas Indonesia akan panggil banyak pemain naturalisasi di AFF.
Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Siapa Neraysho Kasanwirjo? Bek Belanda bernama Jawa ini kerap disebut calon diaspora Timnas Indonesia. Seperti apa garis keturunan sang pemain serbabisa itu?
Bersinar di Red Sparks, Megawati Hangestri Sudah Diperkenalkan sebagai Pemain Asing Sejak Awal di Jakarta Pertamina Enduro

Bersinar di Red Sparks, Megawati Hangestri Sudah Diperkenalkan sebagai Pemain Asing Sejak Awal di Jakarta Pertamina Enduro

Megawati Hangestri membuktikan kualitasnya bersama Jakarta Pertamina Enduro (JPE) di Proliga 2026. Sejak awal musim sudah “diperkenalkan” sebagai pemain asing
Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Di bagian depan rumah memang tertera tulisan Gg Kutai Utara No. 1 yang selama ini dikenal sebagai kediaman Jokowi bersama keluarga.
Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 seri Bogor, yang akan diramaikan oleh sejumlah laga seru termasuk penentu nasib Bandung BJB Tandamata dan Megawati Hangestri bersama skuad Pertamina Enduro tak akan main.
Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi dugaan pencabulan santriwati oleh pengasuh ponpes di Jepara terungkap. Kasus disebut terjadi berulang sejak 2025 dan kini ditangani polisi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT