GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

ASCOPE 50 Tahun: Energi, Kolaborasi, dan Masa Depan ASEAN

ASCOPE telah menjadi wadah penting bagi kolaborasi energi lintas negara ASEAN, mulai dari mengelola potensi migas, membangun infrastruktur strategis, hingga memperkuat ketahanan energi kawasan.
Selasa, 2 September 2025 - 17:37 WIB
Ilustrasi anjungan lepas pantai Pertamina.
Sumber :
  • Pertamina

Jakarta, tvOnenews.com - Tahun 2025 menandai Golden Jubilee ASEAN Council on Petroleum (ASCOPE), forum kerja sama sektor energi regional yang beranggotakan 10 perusahaan migas nasional dan otoritas energi negara ASEAN.

Sejak didirikan pada 1975, dengan Pertamina sebagai salah satu pendirinya, ASCOPE telah menjadi wadah penting bagi kolaborasi energi lintas negara ASEAN, mulai dari mengelola potensi migas, membangun infrastruktur strategis, hingga memperkuat ketahanan energi kawasan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kini, setengah abad perjalanan ASCOPE menjadi momentum refleksi. Di satu sisi, peran klasik organisasi ini sebagai penghubung antarnegara melalui proyek migas tetap relevan, seiring kebutuhan pasokan energi yang terus meningkat guna menopang pertumbuhan ekonomi ASEAN.

Namun di sisi lain, perubahan peta energi global, tantangan geopolitik, dan tuntutan transisi menuju energi bersih menuntut ASCOPE beradaptasi dan memperkuat eksistensinya untuk memimpin arah baru energi ASEAN.

Secretary In Charge ASCOPE, Henricus Herwin menyampaikan, ASCOPE yang terbentuk sejak 1975 telah berperan dalam membangun hubungan antaranegara dalam memenuhi kebutuhan pasokan energi melalui proyek migas.

Namun demikian, anggota ASCOPE perlu beradaptasi dan memperkuat eksistensinya untuk memimpin arah baru energi ASEAN, sejalan dengan perubahan peta energi global, tantangan geopolitik, dan tuntutan transisi menuju energi bersih. 

“Setengah abad perjalanan ASCOPE merupakan cermin perjalanan energi ASEAN, dari era eksplorasi minyak lepas pantai, pembangunan pipa gas lintas negara, hingga memasuki babak transisi energi,” imbuh Henricus, yang saat ini merupakan SVP Strategy & Investment PT Pertamina (Persero). 

Tonggak Sejarah Migas ASEAN

ASCOPE lahir di era 1970-an, ketika negara-negara ASEAN tengah gencar mengeksplorasi sumber daya minyak dan gas untuk mendukung pembangunan ekonomi.

Saat itu, kebutuhan akan forum kerja sama lintas negara sangat dirasakan, terutama karena infrastruktur energi regional masih terfragmentasi. Dari sinilah lahir ASCOPE dengan mandat utama membangun jejaring kolaborasi energi ASEAN.

Salah satu warisan terpenting ASCOPE adalah Trans-ASEAN Gas Pipeline (TAGP), proyek yang digawangi oleh Gas Advocacy Task Force.

Hingga kini, lebih dari 3.600 kilometer jaringan pipa gas telah terhubung lintas negara, menghubungkan Thailand, Malaysia, Singapura, hingga Indonesia. Infrastruktur ini bukan hanya simbol kerja sama, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk memastikan ketersediaan energi kawasan. 

Seiring berkembangnya LNG sebagai virtual pipeline, ASCOPE turut mendorong pembangunan fasilitas regasifikasi dengan kapasitas lebih dari 58 juta ton per tahun (Mtpa) yang memperluas mobilitas gas lintas negara.

Infrastruktur ini memberikan fleksibilitas bagi negara anggota untuk memindahkan energi dari pusat produksi ke pusat konsumsi, bahkan melampaui keterbatasan jaringan pipa fisik.

Selain itu, ASCOPE menginisiasi ASEAN Petroleum Security Agreement (APSA), perjanjian solidaritas energi untuk menghadapi potensi krisis pasokan. Meskipun implementasinya masih terbatas, APSA menegaskan pentingnya perspektif keamanan energi kolektif di ASEAN. 

Tak kalah penting, Exploration and Production Task Force (EPTF) meluncurkan ASCOPE Decommissioning Guideline yang menstandarisasi proses penonaktifan fasilititas migas (facility decommissioning) secara aman dan andal.

ASCOPE juga memfasilitasi pertukaran pengalaman antar-BUMN energi, mulai dari eksplorasi migas lepas pantai, teknologi LNG dan regasifikasi, hingga advokasi gas. Dalam banyak kesempatan, peran diplomasi energi ASCOPE membantu tercapainya berbagai kesepakatan komersial antaranggota. 

Tantangan Baru: Transisi Energi

Lanskap energi ASEAN kini berubah drastis. ASEAN Energy Outlook 2024 memproyeksikan konsumsi energi kawasan akan melonjak dua kali lipat pada 2050, seiring pertumbuhan populasi yang mencapai 680 juta jiwa didorong pertumbuhan ekonomi yang pesat.

Dalam konteks ini, gas bumi akan memegang peran vital sebagai energi transisi. Namun dalam jangka panjang, negara-negara ASEAN sudah berkomitmen mencapai net zero emissions pada paruh kedua abad ini.

Artinya, ASCOPE tidak lagi bisa berfokus semata-mata pada migas, tetapi juga harus menjadi katalis dalam pengembangan Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS), pengurangan emisi metana, hingga integrasi energi terbarukan serta pemanfaatan infrastruktur gas untuk transportasi hidrogen. 

Langkah Nyata telah Dilakukan

Policy, Research and Capability Building Task Force menginisiasi penyusunan template perjanjian lintas negara untuk CCUS. Pada 2023, ASCOPE membentuk Clean Energy Task Force untuk mengeksplorasi peluang teknologi rendah karbon, memperluas diskusi mekanisme perdagangan karbon, insentif investasi energi hijau, serta strategi penggunaan jaringan pipa gas untuk transportasi hidrogen di masa depan.

Geopolitik dan Diplomasi Energi

Tingginya permintaan energi dan perubahan iklim bukan menjadi satu-satunya alasan mengapa peran ASCOPE kian relevan. Geopolitik global dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan betapa rapuhnya rantai pasok energi internasional. Krisis energi yang dipicu konflik Rusia–Ukraina, serta lonjakan harga minyak dan gas pada 2022–2023, menjadi pengingat bahwa diversifikasi pasokan, pembangunan infrastruktur bersama, dan solidaritas regional bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.

Dalam konteks ini, ASCOPE merupakan organisasi yang unik. Berbeda dengan organisasi energi lain, ASCOPE beranggotakan langsung otoritas energi nasional dan BUMN migas, seperti Petroleum Authority (Brunei Darussalam), Ministry of Mines and Energy (Cambodia), Pertamina (Indonesia), Petroliam Nasional Berhad/PETRONAS (Malaysia), Lao State Fuel Company (Lao PDR), Myanma Oil and Gas Enterprise/MOGE (Myanmar), Philippine National Oil Company PNOC (Philippines), Singapore LNG Corporation Pte Ltd/SLNG (Singapore), PTT (Thailand), dan Petrovietnam (Vietnam).  Kolaborasi BUMN energi ini memberi daya tawar kolektif ASEAN di panggung global dan menjadikan ASCOPE sebagai aktor strategis dalam diplomasi energi.

Momentum 50 Tahun

Setengah abad ASCOPE bisa dibaca sebagai cermin perjalanan energi ASEAN: dari era eksplorasi minyak lepas pantai, pembangunan pipa gas lintas negara, hingga memasuki babak transisi energi. Namun agar tetap relevan, ada empat catatan penting yang perlu diperhatikan.

Pertama, penguatan kelembagaan. Selama ini, ASCOPE lebih banyak berfungsi sebagai forum koordinasi. Untuk menghadapi tantangan baru, diperlukan payung hukum dan tata kelola yang lebih kokoh, melalui ASCOPE Charter dan Governance & Institutional Framework. Piagam ini diharapkan menjadi dasar komitmen bersama dalam kerja sama energi lintas batas.

Kedua, perluasan fokus ke energi bersih. Gas bumi memang masih akan memegang peran penting, tetapi relevansi ASCOPE ke depan ditentukan oleh kemampuannya mengintegrasikan agenda transisi energi. Pengembangan CCUS, mekanisme perdagangan karbon, hingga peluang hidrogen hijau perlu menjadi bagian dari peta jalan baru organisasi. 

Ketiga, peningkatan daya tarik investasi. ASCOPE mendorong skema insentif dan kemudahan regulasi lintas negara untuk menarik investasi energi bersih dan infrastruktur strategis ASEAN.

Keempat, penguatan riset dan inovasi. ASEAN tidak bisa hanya bergantung pada teknologi impor. Kolaborasi penelitian, pembangunan pusat riset bersama, hingga kemitraan dengan swasta dan akademisi akan menentukan seberapa cepat kawasan ini beradaptasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setengah abad lalu, cerita energi ASEAN dimulai dari kilang dan anjungan minyak. Lima puluh tahun kemudian, kini cerita itu berkembang menjadi jaringan pipa gas lintas negara hingga integrasi energi bersih dalam sistem kelistrikan regional. ASCOPE bukan lagi sekadar forum teknis, tetapi simbol dari tekad ASEAN untuk menavigasi perubahan lanskap energi. Di tengah dinamika geopolitik dan tantangan dekarbonisasi, kolaborasi energi bukan hanya soal pasokan, melainkan juga tentang kedaulatan, ketahanan, dan keberlanjutan.

Golden Jubilee ASCOPE merupakan momentum emas untuk mendefinisikan babak baru energi ASEAN dengan menegaskan komitmennya menjadi motor penggerak transisi menuju masa depan energi yang lebih hijau, tangguh, dan inklusif bagi Asia Tenggara.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Usai Putusan Mahkamah Agung AS, Donald Trump Ancam Naikkan Tarif Impor 15 Persen

Usai Putusan Mahkamah Agung AS, Donald Trump Ancam Naikkan Tarif Impor 15 Persen

Usai putusan Mahkama Agung Amerika Serikat (AS), Presiden AS, Donald Trump akan menaikkan tarif impor sementara dari 10 persen menjadi 15 persen untuk semua
Tak Mau Diam, Piche Kota Jebolan Indonesian Idol Ogah Dituduh Bersalah usai Jadi Tersangka Pemerkosaan Siswi SMA

Tak Mau Diam, Piche Kota Jebolan Indonesian Idol Ogah Dituduh Bersalah usai Jadi Tersangka Pemerkosaan Siswi SMA

Usai menjadi tersangka, penyanyi jebolan Indonesian Idol 2025, Piche Kota membantah tuduhan dugaan pemerkosaan terhadap siswi SMA di hotel di Atambua, NTT.
Update Daftar Harga iPhone 15 Series Hari Ini 23 Februari 2026, Ada Diskon Besar

Update Daftar Harga iPhone 15 Series Hari Ini 23 Februari 2026, Ada Diskon Besar

Simak update daftar harga iPhone 15 Series per 23 Februari 2026 di Indonesia. Harga iPhone 15, 15 Plus, 15 Pro, dan 15 Pro Max turun signifikan di toko resmi.
Pengacara AKBP Didik Patahkan Tudingan Mabes Polri soal Dugaan Penyimpangan Seksual

Pengacara AKBP Didik Patahkan Tudingan Mabes Polri soal Dugaan Penyimpangan Seksual

Pengacara eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra, Kuncoro Rofiq Anshari patahkan tudingan Mabes Polri soal AKBP Didik diduga terlibat kasus penyimpangan seks
Belum Tidur, Bolehkah Shalat Tahajud? Begini Penjelasan Syekh Ali Jaber

Belum Tidur, Bolehkah Shalat Tahajud? Begini Penjelasan Syekh Ali Jaber

Belum tidur, bolehkah shalat tahajud? Simak penjelasan dari Almarhum Syekh Ali Jaber berikut ini.
Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Ramadhan Hari ke-5 Wilayah DKI Jakarta

Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Ramadhan Hari ke-5 Wilayah DKI Jakarta

Simak jadwal imsakiyah dan buka puasa ramadhan 2026 untuk wilayah DKI jakarta sekitarnya

Trending

Usai Pigai Komentari Terkait Ketua BEM UGM Mengaku Diteror, Kini Habiburokhman Usul Tiyo Ardianto Lapor Polisi

Usai Pigai Komentari Terkait Ketua BEM UGM Mengaku Diteror, Kini Habiburokhman Usul Tiyo Ardianto Lapor Polisi

Usai Menteri HAM, Natalius Pigai komentari terkait Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto mengaku diteror. Kini, Ketua Komisi III DPR Habiburokhman usulkan Ketua BEM UGM
Buntut Brimob Aniaya Siswa di Tual, KemenPPPA: Kami Lagi Koordinasi dengan UPTD

Buntut Brimob Aniaya Siswa di Tual, KemenPPPA: Kami Lagi Koordinasi dengan UPTD

Buntut siswa tewas dianiaya anggota Brimob, Birpda MS di Tual, Maluku. Ternyata menuai perhatian KemenPPPA. Dalam hal ini, KemenPPPA tengah melakukan koordinasi
Klasemen Proliga 2026 Putri: Jakarta Livin Mandiri Gusur Popsivo, Persaingan Menuju Final Four Makin Panas!

Klasemen Proliga 2026 Putri: Jakarta Livin Mandiri Gusur Popsivo, Persaingan Menuju Final Four Makin Panas!

Klasemen Proliga 2026 putri, di mana persaingan menuju babak final four makin memanas setelah Jakarta Livin Mandiri berhasil menggusur Jakarta Popsivo Polwan.
FIFA Resmi Larang, John Herdman Gigit Jari usai Pemain yang Sedang Bersinar di Liga Belanda Tak Bisa Dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia

FIFA Resmi Larang, John Herdman Gigit Jari usai Pemain yang Sedang Bersinar di Liga Belanda Tak Bisa Dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia

John Herdman gigit jari jelang FIFA Series. Pemain keturunan yang bersinar di Liga Belanda gagal dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia usai terbentur aturan.
Lamine Yamal Akhirnya Bersuara Lantang Usai Barcelona Gusur Real Madrid di Puncak Klasemen

Lamine Yamal Akhirnya Bersuara Lantang Usai Barcelona Gusur Real Madrid di Puncak Klasemen

Bintang Barcelona Lamine Yamal akhirnya buka suara usai Blaugrana sukses menggulingkan Real Madrid dari puncak klasemen La Liga.
Sebut Ketua BEM UGM Penentang HAM Gara-Gara Mau Tiadakan MBG, MenHAM Pigai: Tidak Mungkin UNICEF Bisa Menghentikan

Sebut Ketua BEM UGM Penentang HAM Gara-Gara Mau Tiadakan MBG, MenHAM Pigai: Tidak Mungkin UNICEF Bisa Menghentikan

Natalius Pigai menilai orang yang menentang program MBG sama saja dengan menentang HAM. Hal ini merespons kritik dari Ketua BEM UGM yang kirim surat ke UNICEF.
Pengacara AKBP Didik Patahkan Tudingan Mabes Polri soal Dugaan Penyimpangan Seksual

Pengacara AKBP Didik Patahkan Tudingan Mabes Polri soal Dugaan Penyimpangan Seksual

Pengacara eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra, Kuncoro Rofiq Anshari patahkan tudingan Mabes Polri soal AKBP Didik diduga terlibat kasus penyimpangan seks
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT