News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Spekulasi Jokowi Minta Prabowo Tak Ganti Kapolri Dinilai Upaya Giring Opini Publik

Pertemuan antaran Presiden RI, Prabowo Subianto dengan Joko Widodo (Jokowi) pada 4 Oktober 2025 diisukan sebagai lobi politik.
Minggu, 12 Oktober 2025 - 02:01 WIB
Pendiri Haidar Alwi Institute, Haidar Alwi
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Pertemuan antaran Presiden RI, Prabowo Subianto dengan Joko Widodo (Jokowi) pada 4 Oktober 2025 diisukan sebagai lobi politik.

Lobi politik tersebut disebutkan oleh eks anggota Badan Intelijen Negara (BIN), Kolonel Inf (Purn) TNI, Sri Rajasa dalam video YouTube Abraham Samad Speak Up.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sri menyebut Jokowi meminta Prabowo untuk mempertahankan Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri dalam pertemuan tersebut.

Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI), R. Haidar Alwi pun merespons spekulasi tersebut.

Menurutnya pernyataan itu tak dapat dipercayai karena tak memiliki dasar yang kuat.

"Menyebut bahwa Jokowi meminta Prabowo untuk mempertahankan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo demi 'mengamankan pintu terakhir' di tengah berbagai kasus yang dihadapinya adalah tuduhan yang tidak memiliki dasar fakta, lebih menyerupai narasi insinuatif yang mengaburkan logika politik dan hukum negara," kata Haidar Alwi, Jakarta, Sabtu (11/10/2025).

Haidar menjelaskan penunjukan dan pemberhentian Kapolri bukan produk barter politik.

Tetapi, kata Haidar penetapan Kapolri memiliki mekanisme formal yang melewati pertimbangan institusional dan etika pemerintahan.

"Pernyataan seperti itu justru mengandung risiko serius terhadap stabilitas opini publik. Ia menggeser ruang dialog publik dari argumentasi objektif menuju rumor politis yang menstigmatisasi lembaga negara, terutama Polri, seolah-olah alat politik personal," ungkapnya.

Haidar menjelaskan saat ini Listyo tengah melakukan sejumlah gebarakan dalam transformasi kelembagaan hingga pemulihan kepercayaan publik kepada Polri.

Karenanya, kata Haidar, opini atau spekulias itu hanya akan memperkeruh upaya mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

"Para purnawirawan TNI semestinya menjadi panutan dalam menjaga etika berwacana dan kedewasaan politik di ruang publik. Reputasi mereka dibangun dari disiplin militer dan semangat pengabdian pada negara, bukan pada penggiringan opini yang bersifat destruktif," katanya.

Haidar menekankan kritik konstruktif tentu dibutuhkan tetapi harus berbasis data, disampaikan dengan bahasa yang membangun, bukan dengan insinuasi yang memperuncing persepsi publik.

Ia menilai kehati-hatian ini penting agar publik tidak membaca adanya agenda terselubung di balik serangkaian pernyataan yang bernada sinis terhadap Kapolri maupun institusi Polri.

Sebab, kata Haidar, bila pola ini terus berulang bisa muncul kesan bahwa sebagian purnawirawan TNI sengaja digunakan atau dibiarkan menjadi corong untuk melemahkan citra Polri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Situasi semacam itu bukan hanya merugikan Polri, tetapi juga merusak harmoni dan soliditas antar-institusi pertahanan dan keamanan negara (TNI-Polri)," ungkap Haidar

"Maka, kebijaksanaan dalam berbicara tentang institusi negara adalah bentuk tertinggi dari patriotisme," pungkasnya. (raa)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Marc Marquez Merebut 'Pole Position' di MotoGP Hungaria

Marc Marquez Merebut 'Pole Position' di MotoGP Hungaria

Pembalap Ducati Lenovo Marc Marquez merebut pole position di MotoGP Hungaria. Dalam sesi kualifikasi yang berlangsung di Sirkuit Balaton, Sabtu, Marc menjadi yang tercepat setelah mengunci waktu 1 menit 36,785 detik.
Nyanyian Sony Sonjaya soal Kasus Korupsi MBG Jadi Sorotan Publik: Tokoh Kalangan Eksekutif dan Legislatif Terlibat

Nyanyian Sony Sonjaya soal Kasus Korupsi MBG Jadi Sorotan Publik: Tokoh Kalangan Eksekutif dan Legislatif Terlibat

Nyanyian Sony Sonjaya soal kasus dugaan korupsi program MBG jadi sorotan publik. Pasalnya ia senggol sejumlah tokoh besar dari kalangan Eksekutif dan Legislatif
Media Korea Kabarkan Shin Tae-yong ke Persija Jakarta Gantikan Mauricio Souza

Media Korea Kabarkan Shin Tae-yong ke Persija Jakarta Gantikan Mauricio Souza

Media terkemuka asal Korea Selatan mengklaim bahwa mantan pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong akan turun gunung untuk melatih raksasa Liga 1 Persija Jakarta
Warga Jabar Harap Waspada, KDM Siapkan Mitigasi Kemarau Ekstrem Agustus-September 2026

Warga Jabar Harap Waspada, KDM Siapkan Mitigasi Kemarau Ekstrem Agustus-September 2026

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) bergerak taktis memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Persampahan Serta Mitigasi Dampak Kemarau Panjang di Wilayah
DItuduh Somasi Ibu Kandung Sendiri, Ratu Sofya Laporkan Produser Reza Aditya

DItuduh Somasi Ibu Kandung Sendiri, Ratu Sofya Laporkan Produser Reza Aditya

Di tengah sorotan publik, pihak Ratu Sofya mengungkapkan bahwa akar persoalan sebenarnya bukan terletak pada keengganan sang aktris untuk mempromosikan film
Arvin Gumilang ke Perbatasan TTU: Hibah Aset Pemda TTU Jadi Kantor Imigrasi dan Pos Haumeniana

Arvin Gumilang ke Perbatasan TTU: Hibah Aset Pemda TTU Jadi Kantor Imigrasi dan Pos Haumeniana

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Nusa Tenggara Timur, Arvin Gumilang melaksanakan kunjungan kerja ke wilayah perbatasan Kabupaten TTU sebagai

Trending

Sony Sonjaya Bocorkan Data Puluhan Orang Terlibat Korupsi MBG: Nama-nama Itu Tokoh Besar

Sony Sonjaya Bocorkan Data Puluhan Orang Terlibat Korupsi MBG: Nama-nama Itu Tokoh Besar

Sony Sonjaya melalui pengacaranya Elza Syarief, bocorkan data puluhan orang yang terlibat kasus dugaan korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG) di BGN.
Rekap Hasil Tim ASEAN di FIFA Matchday: Hanya Timnas Indonesia yang Menang, Thailand Imbang dan Singapura Keok

Rekap Hasil Tim ASEAN di FIFA Matchday: Hanya Timnas Indonesia yang Menang, Thailand Imbang dan Singapura Keok

Rekap hasil FIFA Matchday pada Jumat (05/06/2026) menghadirkan nasib berbeda bagi sejumlah wakil Asia Tenggara. Hanya Timnas Indonesia yang berhasil menang.
Pelatih Oman Merasa Tertipu Usai Dikalahkan Timnas Indonesia 3-0: Tidak Mencerminkan Peringkat Mereka di FIFA

Pelatih Oman Merasa Tertipu Usai Dikalahkan Timnas Indonesia 3-0: Tidak Mencerminkan Peringkat Mereka di FIFA

Pelatih Oman, Tarik Sektioui, mengaku merasa tertipu dengan peringkat FIFA Timnas Indonesia. Hal itu ia ungkapkan setelah timnya kalah telak dari skuad Garuda.
Omongan Media Timur Tengah Jadi Kenyataan, Timnas Indonesia Benar-benar Bikin Oman Tak Berkutik di GBK

Omongan Media Timur Tengah Jadi Kenyataan, Timnas Indonesia Benar-benar Bikin Oman Tak Berkutik di GBK

Sebelum pertandingan digelar, media Timur Tengah sudah lebih dulu memberikan peringatan kepada tim nasional mereka soal kekuatan Timnas Indonesia melawan Oman.
Media Oman Tak Terima Dipermalukan Timnas Indonesia di GBK, Sebut Debut Pelatih Tarik Sektioui Mengecewakan

Media Oman Tak Terima Dipermalukan Timnas Indonesia di GBK, Sebut Debut Pelatih Tarik Sektioui Mengecewakan

Media Oman soroti debut buruk Tarik Sektioui setelah timnya dihancurkan Timnas Indonesia 0-3 di FIFA Matchday. Bahkan media setempat mengakui kualitas Garuda.
Media Vietnam Tak Habis Pikir, Bisa-bisanya Timnas Indonesia Kalahkan Tim Terkuat Asia Barat

Media Vietnam Tak Habis Pikir, Bisa-bisanya Timnas Indonesia Kalahkan Tim Terkuat Asia Barat

Timnas Indonesia menang telak 3-0 atas Oman di FIFA Matchday Juni 2026. Media Vietnam mengaku terkejut dan menilai level Garuda mulai meningkat pesat.
Media Vietnam Mulai Curiga dengan Timnas Indonesia usai Skuad John Herdman Bungkam Oman 3-0

Media Vietnam Mulai Curiga dengan Timnas Indonesia usai Skuad John Herdman Bungkam Oman 3-0

Media Vietnam soroti kemenangan telak Timnas Indonesia atas Oman dengan skor akhir 3-0. Media Vietnam curiga Skuad John Herdman akan jadi lawan kuat di AFF 2026
Selengkapnya

Viral