GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ribuan Petani Gugat PP 45 ke MA: Tolak Denda Rp45 Juta dan Ancaman Sita Lahan!

Ribuan petani sawit skala kecil dari empat kabupaten di Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur resmi mengajukan Permohonan Uji Materiil (Judicial Review) terhadap Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2025 ke Mahkamah Agung (MA), Jumat (28/11/2025).
Sabtu, 29 November 2025 - 02:31 WIB
Ribuan Petani Gugat PP 45 ke MA: Tolak Denda Rp45 Juta dan Ancaman Sita Lahan!
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com – Ribuan petani sawit skala kecil dari empat kabupaten di Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur resmi mengajukan Permohonan Uji Materiil (Judicial Review) terhadap Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2025 ke Mahkamah Agung (MA), Jumat (28/11/2025).

Langkah hukum ini menjadi bentuk penolakan tegas terhadap kebijakan yang dinilai memberatkan petani, mulai dari denda administratif hingga Rp45 juta per hektare hingga ancaman pengambilalihan lahan oleh PT APN melalui Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah seorang perwakilan petani dari Kabupaten Kapuas Hulu, Edi Sabirin, menjelaskan bahwa PP 45/2025 telah menjadi dasar bagi Satgas PKH untuk memasang plang penyegelan dan mengambil alih kebun rakyat.

“PP 45/2025 merupakan regulasi yang mengatur penertiban kawasan hutan dan menjadi dasar Satgas PKH mengambil alih lahan kami,” tegas Edi.

Menurut Edi, ribuan hektare kebun rakyat yang telah memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) kini dinyatakan masuk kawasan hutan dan dipasangi plang penyegelan.

Di Kecamatan Silat Hilir, Kapuas Hulu, sebanyak 1.600 hektare lahan milik 600 petani disebut sudah terdampak.

“Masyarakat sangat terganggu secara moral dan mental. Kami berharap negara benar-benar memperhatikan masalah ini dengan serius,” ujarnya.

Kondisi serupa dialami petani di Desa Jone, Kabupaten Paser. Rafi, petani sawit setempat, mengungkapkan kebun yang telah dikelola turun-temurun sejak 1995 kini menghadapi ancaman penyegelan tanpa komunikasi yang jelas.

“Kita yang punya kebun sawit di dalam itu mohon tidak dijadikan objek denda Satgas PKH, apalagi kalau sampai diserahkan ke PT Agrinas. Itu yang paling kami takutkan,” katanya.

Ketua Umum Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), Sabarudin, menyebut kebijakan denda dalam PP 45/2025 akan memiskinkan ribuan petani kecil yang rata-rata hanya memiliki 1–5 hektare kebun.

“Sanksi denda Rp45 juta per hektare sangat tidak proporsional dan akan memiskinkan petani. Mereka sudah resah dengan pemasangan plang Satgas PKH di banyak daerah,” ungkapnya.

Ia berharap MA mengabulkan permohonan uji materiil dan pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto, memberi perhatian serius.

“Kami berharap MA dan Presiden melihat bahwa masyarakat di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi sudah bergejolak dan ketakutan karena plang-plang Satgas PKH,” tegasnya.

Kuasa hukum petani, Gunawan, menilai pemerintah semestinya tidak hanya berfokus pada penertiban kawasan hutan melalui Satgas PKH. Menurutnya ada mekanisme lain yang lebih komprehensif dan berpihak kepada rakyat, yakni Penyelesaian Penguasaan Tanah dalam Kawasan Hutan (PPTKH) melalui Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA).

“Kalau PPTKH dijalankan, konflik agraria bisa ditekan. Sawit rakyat tetap bisa memberikan manfaat tanpa ada kriminalisasi atau denda yang memberatkan,” jelas Gunawan.

Dia juga menyoroti adanya perbedaan antara pernyataan pihak satgas dengan situasi di lapangan.

“Faktanya, petani yang kami wakili di desa-desa sudah terancam kehilangan lahan karena dipasangi plang oleh Satgas PKH maupun oknum-oknum tertentu,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melalui langkah uji materiil ini, para petani dan SPKS berharap Mahkamah Agung membatalkan PP 45/2025, menghapus sanksi denda yang dinilai tidak manusiawi, serta menghentikan praktik pengambilalihan lahan rakyat untuk diserahkan kepada korporasi.

“Dengan dibatalkan PP tersebut, masyarakat petani bisa kembali mengelola lahannya dengan tenang dan berkelanjutan,” tutup Sabarudin.(lgn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Malam-malam Warga Depok Dikejutkan 4 Rusa Bekeliaran di Pemukiman Warga

Malam-malam Warga Depok Dikejutkan 4 Rusa Bekeliaran di Pemukiman Warga

Malam-malam, warga Depok dikejutkan 4 rusa berkeliaran di pemukiman warga. Hal ini beredar di media sosial, hingga menyedot perhatian dan komentar netizen di
Pengrajin Tempe Blitar Keluhkan Kenaikan Harga Kedelai dan Plastik

Pengrajin Tempe Blitar Keluhkan Kenaikan Harga Kedelai dan Plastik

Selain harga kedelai yang melonjak, kenaikan juga terjadi pada harga plastik pembungkus. Bahkan, harga plastik disebut mengalami kenaikan hingga 100 persen dibandingkan sebelumnya.
Kapolri Beberkan Inovasi Polri Manfaatkan dan Tingkatkan Produksi Pertanian

Kapolri Beberkan Inovasi Polri Manfaatkan dan Tingkatkan Produksi Pertanian

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membeberkan sejumlah inovasi yang telah dilaksanakan oleh Polri dalam rangka memanfaatkan dan meningkatkan produksi pertanian. 
Berangkat ke Tanah Suci, Timwas Haji DPR RI Awasi Pelayanan Haji

Berangkat ke Tanah Suci, Timwas Haji DPR RI Awasi Pelayanan Haji

Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI tahun 2026, terus mengawasi setiap aspek penyelenggaraan hajioleh pemerintah.
Roy Suryo Komentari soal Polisi Bakal Umumkan Nasib Tersangka Kasus Ijazah Jokowi: Kita Bukan Tukang Ramal

Roy Suryo Komentari soal Polisi Bakal Umumkan Nasib Tersangka Kasus Ijazah Jokowi: Kita Bukan Tukang Ramal

Roy Suryo yang merupakan tersangka kasus tudingan ijazah palsu eks Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) komentari pernyataan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi
Presiden Peringatkan Panglima TNI dan Kapolri untuk Bersihkan Institusi: Jangan Beking Judi, Narkoba, dan Ilegal Lain

Presiden Peringatkan Panglima TNI dan Kapolri untuk Bersihkan Institusi: Jangan Beking Judi, Narkoba, dan Ilegal Lain

Prabowo menekankan pentingnya pembenahan berkelanjutan di TNI dan Polri, termasuk membersihkan institusi dari praktik korupsi dan berbagai bentuk penyimpangan.

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Kaesang Pangarep Terpilih Jadi Ketua Timses Calon Ketua HIPMI, Terlihat Hadiri Malam Kolaborasi Daerah

Kaesang Pangarep Terpilih Jadi Ketua Timses Calon Ketua HIPMI, Terlihat Hadiri Malam Kolaborasi Daerah

Ketua Tim Pemenangan calon ketua Hipmi Reynaldo Bryan, Kaesang Pangarep hadiri acara “Malam Kolaborasi Daerah” yang diselenggarakan oleh tim sukses (timses) Reynaldo Bryan, di Plataran Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat (15/5/2026).
Selengkapnya

Viral