GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dinilai Banyak Klaim Sepihak, SNI Tuai Protes dari AMPI Golkar

DPP AMPI Golkar sampaikan protes tajamnya terhadap Serikat Nelayan Indonesia (SNI) yang dinilai banyak mengklaim memperjuangkan kepentingan nelayan.
Selasa, 23 Desember 2025 - 02:55 WIB
Pengurus DPP AMPI Golkar, Apridon Rusadi
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - DPP AMPI Golkar sampaikan protes tajamnya terhadap Serikat Nelayan Indonesia (SNI) yang dinilai banyak mengklaim memperjuangkan kepentingan nelayan.

Pengurus DPP AMPI Golkar, Apridon Rusadi mengungkap terdapat sejumlah keberhasilan yang diklaim sepihak oleh SNI.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Apridon menuturkan SNI mengkalaim sebagai organisasi yang mencatat sukses terkait adanya izin penyimpanan BBM di palka kapal dengan ketentuan keselamatan, serta dibukanya kembali izin operasional kapal di atas 100 GT di wilayah ZEEI dan WPP NRI 711 (Laut Natuna).

Faktanya, Apridon menegaskan bahwa izin penyimpanan BBM di palka itu merupakan kebijakan yang dikeluarkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sejak 6 Desember 2025 .

"Kebijakan itu dari hasil masukan surat resmi yang dilayangkan bebetapa asosiasi, jadi bukan inisiatif dari SNI. Jadi jangan dikalim sebagai keberhasilan SNI," kata Apridon, Jakarta, Senin (22/12/2025).

Apridon turut membantah klaim SNI yang mengaku berhasil dalam memperjuangkan dibukanya kembali Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) tanpa penerapan kuota serta belum diterapkannya kebijakan Penangkapan Ikan Terukur (PIT).

Sedangkan, Apridon menegaskan bahwa relaksasi PIT bukan karena kerja keras perjuangan SNI tapi sudah menjadi perjuangan seluruh nelayan Nusantara.

"Soal relaksasi PIT, itu sudah dilakukan oleh KKP sejak dua tahun lalu. Bahkan ini sebenarnya kami tuntut KKP agar bersikap adil. Tidak ada lagi relaksasi-relaksasi yang hanya mementingkan nelayan di Jawa saja," tukas Apridon.

Selain itu, kata Apridon, SNI mengklaim berhasil membuat Pemerintah memproses revisi PP Nomor 85 Tahun 2021 dengan arah penurunan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pascaproduksi.

Sementara, Apridon menegaskan bahwa penerapan PNBP dan revisi PP 85/2021 itu bukan hasil kerja perjuangan SNI, tapi lagi-lagi perjuangan para nelayan dari banyak organisasi. 

"Penurunan PNBP itu juga sudah sejak setahun ini dalam proses pembahasan antara KKP dengan kemenkeu dan para pemangku kepentingan yang lainnya. Jadi jangan sok-sok ngaku, gitu loh," tukas Apridon.

Apridon menegaskan masih banyak hak-hak awak kapal yang masih belum dipenuhi, seperti upah sistem bagi hasil yang belum sesuai UMR, standar keselamatan dan pola jam kerja yang belum sesuai standar pekerja yang layak.

"Harusnya SNI juga mengangkat isu standar kelayakan pekerja kapal ikan yang masih jauh dari layak tersebut. Bukan hanya sibuk mementingkan diri dan kelompoknya mereka sendiri," tukas Apridon.

Lebih jauh Apridon meminta KKP harus mendengar dan menerima aspirasi daerah Timur Indonesia dan daerah-daerah lainnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebab, kata Apridon, para nelayan daerah Timur belum mendapat keadilan yang merata, padahal selama ini wilayahnya jadi tempat penangkapan ikan oleh kelompok SNI.

"Kami dari wilayah Timur mengapresiasi kinerja KKP yang selama ini selalu membuka ruang komunikasi dan diskusi bahkan mengambil langkah-langkah cepat setiap ada masalah," pungkasnya.(raa)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ribuan Warga Diprediksi Padati Kirab Budaya di Kota Bandung, Polisi Terjunkan 700 Personel untuk Pengamanan

Ribuan Warga Diprediksi Padati Kirab Budaya di Kota Bandung, Polisi Terjunkan 700 Personel untuk Pengamanan

Kirab budaya akan dimulai dari Kiara Artha Park dengan melintasi Jalan Jakarta, bawah Flyover Supratman, Jalan Supratman, Jalan Diponegoro, hingga Gedung Sate.
Prabowo Soal Sindiran RI Bakal Kolaps karena Rupiah Melemah: Orang Desa Enggak Pakai Dolar

Prabowo Soal Sindiran RI Bakal Kolaps karena Rupiah Melemah: Orang Desa Enggak Pakai Dolar

Prabowo menyebut aktivitas ekonomi masyarakat di daerah tetap berjalan normal meski nilai tukar rupiah mengalami pelemahan terhadap dolar AS.
Prabowo Minta Polri dan TNI 'Tobat' dalam Bertugas: Tidak Boleh Ada Backing Macam-macam!

Prabowo Minta Polri dan TNI 'Tobat' dalam Bertugas: Tidak Boleh Ada Backing Macam-macam!

Dalam pidatonya, Prabowo mengingatkan bahwa aparat negara bekerja menggunakan anggaran yang berasal dari rakyat. Oleh sebab itu, dalam menjalankan tugas harus menjunjung hukum, keadilan, dan kepentingan masyarakat.
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Polisi Selidiki Pria yang Diduga Dilempar dari Lantai 2 Pasar Grogol Jakbar Usai Bela Sang Pacar

Polisi Selidiki Pria yang Diduga Dilempar dari Lantai 2 Pasar Grogol Jakbar Usai Bela Sang Pacar

Insiden seorang pria yang diduga dilempar dari lantai dua di Pasar Grogol, Jakarta Barat, pada 10 Mei 2026 sekitar pukul 02.00 WIB menggegerkan warga setempat.
Indonesia Juara Dunia di Street Child World Cup 2026

Indonesia Juara Dunia di Street Child World Cup 2026

Garuda Baru Bukan Hanya Membawa Trofi, tapi Membawa Suara Anak-Anak Indonesia ke Panggung Dunia

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Curhatan Pilu Keluarga Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak: Direnggut Juri yang Ngantuk dan Tak Kompeten

Curhatan Pilu Keluarga Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak: Direnggut Juri yang Ngantuk dan Tak Kompeten

Nama Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontianak mendadak menjadi sorotan publik setelah keberaniannya mengemukakan kebenaran yang dilakukan timnya.
Selengkapnya

Viral