News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bukan Sekadar Tren Urban Farming: Akuaponik & Apotek Hidup Jadi Senjata Kemandirian Keluarga

Kemandirian pangan, kesehatan, dan ekonomi keluarga bukan sekadar wacana, melainkan bisa diwujudkan melalui langkah sederhana dan kolaboratif. Salah satu contoh
Rabu, 31 Desember 2025 - 23:45 WIB
Ilustrasi Bukan Sekadar Tren Urban Farming: Akuaponik & Apotek Hidup Jadi Senjata Kemandirian Keluarga
Sumber :
  • Istockphoto

tvOnenews.com - Membangun kemandirian pangan, kesehatan, dan ekonomi keluarga kini menjadi kebutuhan mendesak, terutama bagi masyarakat perkotaan yang menghadapi keterbatasan lahan, tekanan biaya hidup, hingga dampak perubahan iklim. 

Ketergantungan penuh pada pasokan pasar membuat keluarga rentan ketika harga pangan melonjak atau distribusi terganggu. Karena itu, berbagai inisiatif berbasis rumah tangga mulai dilirik sebagai solusi jangka panjang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu pendekatan yang makin populer adalah menggabungkan akuaponik dan apotek hidup. Di media sosial, banyak konten kreator membagikan praktik urban farming sederhana, mulai dari menanam sayuran di teras rumah, memelihara ikan dalam ember, hingga memanfaatkan botol bekas sebagai pot. 

Negara-negara maju seperti Jepang, Belanda, dan Singapura juga mengembangkan konsep pertanian kota berbasis teknologi untuk menjaga ketahanan pangan di wilayah urban padat.

Prinsip yang sama kini diterapkan secara nyata di Indonesia. Melalui kolaborasi antara kampus dan masyarakat, akuaponik dan tanaman obat keluarga terbukti mampu menjadi jalan keluar praktis sekaligus edukatif. 

Melansir dari berbagai sumber, contohnya terlihat di Kelurahan Jati Padang, Jakarta Selatan, yang meski rawan banjir, justru berhasil menyulap keterbatasan menjadi peluang produktif.

Akuaponik, Jawaban atas Tantangan Lahan dan Banjir

Tinggal di kawasan rawan genangan tidak menghentikan warga Jati Padang, khususnya komunitas pemulung, untuk berdaya. Bersama tim pengabdian Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (UI), mereka mengikuti Edukasi Tanaman Obat dan Pendampingan Budidaya Secara Akuaponik. 

Sistem Hemat Air, Ramah Lingkungan, dan Lebih Sehat Tanpa Pupuk Kimia

Akuaponik mengintegrasikan budidaya ikan dan tanaman dalam satu siklus tertutup, tanpa bergantung pada tanah. Sistem ini dinilai ideal untuk wilayah rawan banjir karena bisa ditempatkan di atas permukaan tanah dan mudah dipindahkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Wilayah ini rawan banjir, sehingga sistem pertanian yang fleksibel dan tidak bergantung pada tanah sangat dibutuhkan. Akuaponik menjadi solusi karena bisa ditempatkan di atas permukaan tanah, mudah dipindahkan, dan tetap produktif,” jelas apt. Roshamur Cahyan Forestrania, M.Sc., Ph.D.

Keunggulan lain akuaponik adalah efisiensi air hingga 90 persen dan minim bahan kimia. Limbah ikan diolah bakteri menjadi nutrisi alami tanaman, sehingga hasil panen lebih sehat dan berkelanjutan. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

YouTuber Herri Pras Ceritakan Kronologi Digerebek Sekelompok OTK hingga Diduga Diintimidasi di Kediamannya

YouTuber Herri Pras Ceritakan Kronologi Digerebek Sekelompok OTK hingga Diduga Diintimidasi di Kediamannya

YouTuber Herri Pras mengungkapkan awal mula insiden dirinya digeruduk hingga diduga mendapat tindak kekerasan fisik di rumahnya oleh orang tak dikenal (OTK).
14 Pendaki Gunung Merapi Dipulangkan, 11 Orang Akui Terhubung Medsos Open Trip Ilegal

14 Pendaki Gunung Merapi Dipulangkan, 11 Orang Akui Terhubung Medsos Open Trip Ilegal

Sebanyak 14 pendaki ilegal yang memasuki kawasan Gunung Merapi telah dipulangkan setelah sebelumnya diamankan oleh petugas.
Viral di Media Sosial, Ini 5 Fakta Pernikahan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Terungkap Asal-usul Sang Istri

Viral di Media Sosial, Ini 5 Fakta Pernikahan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Terungkap Asal-usul Sang Istri

Kabar bahagia datang dari Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat yang resmi menikah lagi dengan perempuan bernama Septhelena Maria Yosepha. Berikut 5 faktanya.
Guru Besar UIN Jakarta Burhanuddin Muhtadi Raih APSIPOL Distinguished Political Scientist Award 2026

Guru Besar UIN Jakarta Burhanuddin Muhtadi Raih APSIPOL Distinguished Political Scientist Award 2026

Burhanuddin menyampaikan pidato akademik yang menggarisbawahi pentingnya menjaga keberagaman metodologi di tengah dominasi pendekatan kuantitatif pada diskursus ilmu politik global. 
Pakhtakor Tashkent vs Al Nassr 2-6 di LCA 2026: Cristiano Ronaldo Tak Dimainkan, Joao Felix Cetak Brace

Pakhtakor Tashkent vs Al Nassr 2-6 di LCA 2026: Cristiano Ronaldo Tak Dimainkan, Joao Felix Cetak Brace

Hasil positif diraih skuad Al Nassr, meski mereka harus tampil tanpa kehadiran sang megabintang andalan, Cristiano Ronaldo di Liga Champions Elit AFC 2026 (LCA)
Waspada Ancaman DBD saat Musim Hujan, Sejumlah Fasilitas Operasional di LRT Jabodebek Jalani Fogging

Waspada Ancaman DBD saat Musim Hujan, Sejumlah Fasilitas Operasional di LRT Jabodebek Jalani Fogging

Memasuki musim hujan, sejumlah fasilitas operasional di LRT Jabodebek menjalani fogging pada 30 Oktober hingga 1 November 2026 untuk mengantisipasi risiko DBD.

Trending

Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Melalui unggahannya di Threads, netizen tersebut mengungkapkan kekecewaannya lantaran transaksi tarik tunai dari rekening miliknya dibatasi sepihak oleh bank.
Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Prof. Endang Warsiki, Guru Besar IPB University, meninggal dunia pada 2 November 2026. Simak profil, pendidikan, perjalanan hidup, dan kontribusinya di bidang agroindustri.
Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

YouTuber Herri Pras digeruduk dan ditendang oleh sekelompok orang dari komunitas bela diri di kediamannya usai menyebarkan konten viral tantangan bertarung.
Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Nama YouTuber Herri Pras tengah menjadi sorotan setelah sebuah video memperlihatkan dirinya didatangi sekelompok pria bela diri. Ini profilnya.
Viral Nakes RSUD Mampang Prapatan Disebut Tak Sigap Tangani Pasien di IGD: Pasien Kritis tapi Santai Banget, Tutup Aja Lah

Viral Nakes RSUD Mampang Prapatan Disebut Tak Sigap Tangani Pasien di IGD: Pasien Kritis tapi Santai Banget, Tutup Aja Lah

Seorang netizen meluapkan kekecewaannya terhadap lambatnya respons para nakes di RSUD Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, saat menangani pasien gawat darurat.
Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Menurut pelaku AR (22), ia membunuh SF dengan cara mencelupkan kepala korban ke bak air di toilet dekat Stasiun Kebayoran Lama dan kakinya diangkat ke atas.
Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Gelandang Timnas Indonesia, Joey Pelupessy, membawakan kabar gembira menjelang FIFA Matchday November 2026. Sang gelandang berhasil membantu klubnya meraih kemenangan.
Selengkapnya

Viral