News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Belajar dari Venezuela, GMNI Minta Pemerintah tolak permintaan AS Terkait Akses Mineral Kritis Indonesia

DPP GMNI meminta Pemerintah Republik Indonesia mengkaji ulang, menandatangani kesepakatan Perjanjian Tarif Resiprokal dengan AS.
Jumat, 9 Januari 2026 - 20:49 WIB
Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com - Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) meminta Pemerintah Republik Indonesia mengkaji ulang, menandatangani kesepakatan Perjanjian Tarif Resiprokal (Aggrement Reciprocal Tariff/ART) dengan Amerika Serikat (AS). 

Perjanjian ini mencakup penghapusan tarif impor Produk AS hingga 99% dan penurunan tarif resiprokal AS untuk Produk Indonesia dari 32% menjadi 19 %, serta penghapusan hambatan non-tarif dan kesepakatan digital.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto telah bertemu dengan United States Trade Representative (USTR) Ambassador Jamieson Greer pada Senin (22/12/2025) di Washington D.C, AS. 

Pertemuan tersebut melahirkan kesepakatan, yaitu komitmen AS untuk memberikan pengecualian tarif bagi produk-produk ekspor unggulan Indonesia yang tidak bisa diproduksi oleh AS, seperti minyak kelapa sawit, kakao, kopi, teh, dan lainnya. 

Sementara, Amerika Serikat (AS) sangat berharap mendapatkan akses mineral kritis Indonesia, yaitu nikel, tembaga, bauksit, hingga logam tanah jarang (rare earth), yang memiliki peran penting dalam industri global, sebagai bagian kesepakatan tarif dagang.

Menurut DPP GMNI, perjanjian kesepakatan tarif dagang ini berpotensi melemahkan Indonesia di Masa depan.

"Akses Mineral Kritis yang diberikan pemerintah Indonesia dalam ART, berpotensi merugikan Negara secara jangka Panjang, melihat komoditas Mineral Kritis adalah aspek kekayaan yang sifatnya terbatas, berbeda dengan Kopi, Teh dan Sawit dimana selalu dapat di Tanam dan menghasilkan," jelas Ketua DPP GMNI Bid. Geopolitik Andreas H Silalahi.

Lanjutnya menjelaskan, potensi mineral Kritis Indonesia sangatlah besar untuk Industri secara Global, Salah satu sumber daya mineral kritis yang menjadi andalan pemerintah Indonesia adalah nikel. 

Berdasarkan data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, yaitu 42% dari total cadangan global.

Kata dia, GMNI tentu menilai potensi adalah salah satu kekuatan besar Geopolitik Indonesia, yang harusnya secara jangka Panjang dan dikelola secara berdikari untuk kepentingan Pembangunan Nasional.

"Tukar Guling antara mineral kritis dengan komoditas teh,kopi dan sawit dapat menimbulkan ketimpangan jangka panjang bagi Indonesia, khsusnya dalam Pembangunan Industri Nasional yang berskala Global," ucap Andreas

Kemudian, kata dia, GMNI mengatakan bahwa perjanjian tarif ini hanya memberikan keuntungan jangka pendek bagi Indonesia, tata kelola yang baik terhadap Sumber Daya Alam, khususnya Mineral kritis dapat menghasilkan keuntungan yang tentunya dapat lebih besar secara jangka panjang, apalagi diukur dari penurunan tarif semata.

Selain itu, ia sebutkan bahwa GMNI menilai Perjanjian ATR ini berpotensi sebagai celah baru bagi AS mengeksploitasi Sumber Daya Alam Indonesia

"Ditengah gempuran global, Pemerintah wajib lebih aware dalam menjaga SDA-nya, Ingat bagaimana Freeport berdiri dan apa kontribusinya terhadap Tanah Papua?,  Pola lama perdagangan Utara- Selatan kembali terulang lagi dalam perjanjian ini, dimana Negara Maju bekerja sama dengan Negara Berkembang, hanya sebagai penyuplai Mineral strategis bagi kepentingan negara Maju, kita tidak mau lagi, ada bentuk baru Penguasaan sumberdaya alam berdalih kerjasama Dagang," ucapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

GMNI berpandangan, Pasca Agresi militer yang terjadi di Venezuela (3/1/2026) harusnya menjadi bahan refleksi Pemerintah dalam memikirkan ulang pola dan sistematika kerjasama dengan AS. 

"AS sangat menggebu-gebu untuk mendapatkan SDA dari berbagai Negara, ini menjadi catatan Penting, Negara seperti AS tentu tidak bisa dipercaya begitu mudah dalam hal kerjasama SDA, Pemerintah harus pikir lebih serius, atau batalkan saja Penandatangan Resiprokal yang akan dijadwalkan Bulan ini," ujarnya. (aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jadi Ancaman Serius, BGN Diminta Perketat Standar Ketersediaan Air Bersih dan Sehat

Jadi Ancaman Serius, BGN Diminta Perketat Standar Ketersediaan Air Bersih dan Sehat

Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan pengawasan ketat terhadap 140 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Purwakarta.
Debut Igor Tudor Berujung Petaka! Tottenham Hotspur Makin Terpuruk Usai Selangkah Lagi Degradasi

Debut Igor Tudor Berujung Petaka! Tottenham Hotspur Makin Terpuruk Usai Selangkah Lagi Degradasi

Nasib Tottenham Hotspur kian memprihatinkan. Spurs kembali menelan kekalahan setelah takluk 1-2 dari rival sekota, Fulham FC, dalam lanjutan Liga Premier di Craven Cottage, Minggu (1/3/2026).
Harum Namanya di Korea dan Turki, Megawati Hangestri Akhirnya Jujur soal Alasan Pilih JPE di Proliga 2026

Harum Namanya di Korea dan Turki, Megawati Hangestri Akhirnya Jujur soal Alasan Pilih JPE di Proliga 2026

Megawati Hangestri, pevoli andalan Indonesia yang pernah berkarier di Korea dan Turki, akhirnya kembali membela Jakarta Pertamina Enduro di Proliga 2026, alasan
Dino Patti Djalal Bongkar Tren Mengkhawatirkan AS, Serangan Terhadap Iran Diduga Pola ‘Main Hakim Sendiri’ Trump

Dino Patti Djalal Bongkar Tren Mengkhawatirkan AS, Serangan Terhadap Iran Diduga Pola ‘Main Hakim Sendiri’ Trump

Miris sekali, pada Sabtu (28/2/2026) Amerika Serikat (AS) dan Israel meluncurkan serangannya terhadap Iran saat umat Islam menjalani ibadah di bulan Ramadhan.
Dewa United Dibuat Tak Berkutik! Bhayangkara Terbang ke Lima Besar Usai 4 Kemenangan Beruntun

Dewa United Dibuat Tak Berkutik! Bhayangkara Terbang ke Lima Besar Usai 4 Kemenangan Beruntun

Bhayangkara Presisi Lampung FC kian tak terbendung di Super League 2025/2026. Teranyar, tim asuhan Paul Munster itu mempermalukan tuan rumah Dewa United Banten FC dengan skor 2-0 di Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, Minggu (1/3/2026).
Warga Amerika Serikat Mulai Gerah dengan Tingkah Trump: Khawatir Karena Membahayakan

Warga Amerika Serikat Mulai Gerah dengan Tingkah Trump: Khawatir Karena Membahayakan

Warga Amerika Serikat mulai gerah dengan tingkah Presiden AS, Donald Trump. Pasalnya, sebagian besar rakyat Amerika Serikat (AS) kontra dengan serangan militer

Trending

Gila! Sassuolo Tumbangkan Atalanta Meski Kena Kartu Merah Cepat, Grosso Sampai Bilang Begini

Gila! Sassuolo Tumbangkan Atalanta Meski Kena Kartu Merah Cepat, Grosso Sampai Bilang Begini

Pelatih Sassuolo, Fabio Grosso, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya setelah timnya menaklukkan Atalanta dengan skor 2-1 dalam lanjutan Serie A.
Derbi Panas London! Arsenal Hentikan Chelsea dan Tinggalkan Manchester City di Puncak Klasemen Liga Inggris

Derbi Panas London! Arsenal Hentikan Chelsea dan Tinggalkan Manchester City di Puncak Klasemen Liga Inggris

Arsenal menjaga kendali dalam persaingan gelar Liga Inggris usai meraih kemenangan menegangkan 2-1 atas rival sekota, Chelsea, pada laga panas di Emirates Stadium, Minggu (1/3/2026).
12 Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 3 Maret 2026: Libra Beruntung, Leo Ada Pengeluaran Tak Terduga

12 Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 3 Maret 2026: Libra Beruntung, Leo Ada Pengeluaran Tak Terduga

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak besok 3 Maret 2026 memprediksi Libra beruntung soal peluang pemasukan, sementara Leo perlu waspada pengeluaran tak terduga.
Profil Ali Khamenei yang Mati Syahid Diserang Israel-AS, Menentang Kebijakan Anti Islam Sejak Muda

Profil Ali Khamenei yang Mati Syahid Diserang Israel-AS, Menentang Kebijakan Anti Islam Sejak Muda

Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei mati dalam keadaan syahid, karena diserang Israel-AS. Sontak, tokoh itu menjadi pusat perhatian global. Lantas, bagiamana
Buntut Kasus AKBP Didik, Bareskrim dan Polda NTB Buru 2 Buron Bandar Narkoba di Bima

Buntut Kasus AKBP Didik, Bareskrim dan Polda NTB Buru 2 Buron Bandar Narkoba di Bima

Buntut kasus narkoba yang menyeret mantan Kapolres Bima AKBP Didik Putra, dan mantan Kasatresnarkoba Polres Bima Kota AKP Malaungi. Membuat Ditipidnarkoba Polri
Presiden Iran sebut Tewasnya Ali Khamanei adalah Deklarasi Perang Terbuka Terhadap Umat Muslim

Presiden Iran sebut Tewasnya Ali Khamanei adalah Deklarasi Perang Terbuka Terhadap Umat Muslim

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian sebut serangan Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, adalah deklarasi perang terbuka
Terpopuler News: Pimpinan Iran Ali Khamenei Meninggal Dunia, Hingga Deretan Gurita Bisnis Dwi Sasetyaningtyas

Terpopuler News: Pimpinan Iran Ali Khamenei Meninggal Dunia, Hingga Deretan Gurita Bisnis Dwi Sasetyaningtyas

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia dalam serangan Amerika Serikat dan Israel. Hingga, deretan bisnis penting Dwi Sasetyaningtyas
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT