News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Belajar dari Australia: Perlindungan Anak di Ruang Digital Tidak Cukup dengan Larangan Usia

Meski diiringi laporan penonaktifan akun dalam jumlah besar, lebih dari satu bulan sejak diterapkan, kebijakan tersebut menunjukkan berbagai tantangan serius dalam efektivitas, penegakan, serta dampak sosialnya.
Selasa, 27 Januari 2026 - 13:01 WIB
Ilustrasi media sosial.
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenews.com - Pada 10 Desember 2025, Pemerintah Australia resmi memberlakukan kebijakan pelarangan akses media sosial bagi remaja berusia di bawah 16 tahun. Meski diiringi laporan penonaktifan akun dalam jumlah besar, lebih dari satu bulan sejak diterapkan, kebijakan tersebut menunjukkan berbagai tantangan serius dalam efektivitas, penegakan, serta dampak sosialnya.

Sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, peneliti, orang tua, remaja, praktisi kesehatan mental, hingga Australian Human Rights Commission, menilai pendekatan larangan usia ini belum komprehensif dan berisiko kontraproduktif dalam melindungi anak dan remaja di ruang digital.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berbagai temuan menunjukkan bahwa remaja yang terdampak kebijakan dengan cepat bermigrasi ke platform alternatif yang kurang dikenal, minim regulasi, dan memiliki fitur keamanan yang lebih lemah. Alih-alih menurunkan risiko, kebijakan ini justru mendorong remaja ke ruang digital yang lebih rentan terhadap ujaran kebencian, konten eksplisit, dan ekosistem yang kurang terawasi.

Selain itu, mekanisme verifikasi usia terbukti mudah disiasati. Penggunaan Face ID dapat dilewati, akun orang tua dimanfaatkan, hingga manipulasi tampilan wajah untuk “terlihat lebih tua” menjadi praktik yang umum dilakukan. Profesor Daniel Angus dari QUT Digital Media Research Centre menilai kebijakan tersebut memiliki keterbatasan mendasar karena tidak menyasar akar persoalan keamanan digital. Sementara itu, Profesor Tama Leaver dari Curtin University mengungkap bahwa remaja secara aktif berbagi tips dan trik untuk mengakali sistem verifikasi usia agar tampak beberapa tahun lebih tua.

Bagi banyak remaja di Australia, terutama yang tinggal di wilayah regional dan berasal dari komunitas multicultural, media sosial bukan hanya sarana hiburan. Media sosial merupakan ruang komunikasi lintas negara, pembentukan identitas, serta sumber dukungan sosial.

“Pelarangan ini memutus koneksi remaja dengan komunitas dan keluarga mereka di berbagai belahan dunia. Akses digital adalah bagian penting dari rasa memiliki dan keterhubungan sosial,” ujar Carmel Guerra dari Multicultural Youth Advocacy Network.

Sejalan dengan itu, Australian Human Rights Commission, mengutip dari UN Committee on the Rights of the Child, menegaskan bahwa moderasi konten seharusnya difokuskan pada pencegahan materi yang membahayakan anak dan remaja, bukan membatasi hak mereka untuk mengakses informasi dan berpartisipasi di ruang digital.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Prediksi Line Up Persib Bandung usai Datangkan Layvin Kurzawa dan Dion Markx, Siapa yang Terancam?

Prediksi Line Up Persib Bandung usai Datangkan Layvin Kurzawa dan Dion Markx, Siapa yang Terancam?

Persib Bandung resmi mendatangkan Layvin Kurzawa dan Dion Markx untuk memperkuat kedalaman skuad menghadapi Super League 2025/2026 dan ACL 2, siapa yang teracam
Sudah Ada Fullkrug, Manajemen AC Milan Tetap Serius Ingin Beli Jean-Philippe Mateta di Bursa Transfer Musim Panas

Sudah Ada Fullkrug, Manajemen AC Milan Tetap Serius Ingin Beli Jean-Philippe Mateta di Bursa Transfer Musim Panas

Rumor ketertarikan klub Liga Italia, AC Milan terhadap Jean-Philippe Mateta tampaknya belum benar-benar padam jelang pembukaan bursa transfer musim panas nanti.
Pramono Anung: Jakarta Enggak Mungkin Tidak Banjir

Pramono Anung: Jakarta Enggak Mungkin Tidak Banjir

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan bahwa tata ruang Jakarta membuat wilayahnya sering mengalami banjir setiap kali hujan turun dalam skala lebat. 
Tok! DPR Tetapkan Pimpinan MKD, TB Hasanuddin Diganti I Wayan Sudirta

Tok! DPR Tetapkan Pimpinan MKD, TB Hasanuddin Diganti I Wayan Sudirta

Pimpinan DPR RI resmi tetapkan susunan baru pimpinan MKD, salah satunya Wakil Ketua MKD dari Fraksi PDIP kini dijabat I Wayan Sudirta menggantikan TB Hasanuddin
Bursa Transfer AC Milan: Tolak Mentah-Mentah Tawaran Liga Inggris, Fikayo Tomori Pastikan Hatinya Hanya untuk Rossoneri

Bursa Transfer AC Milan: Tolak Mentah-Mentah Tawaran Liga Inggris, Fikayo Tomori Pastikan Hatinya Hanya untuk Rossoneri

Masa depan bek asal Inggris, Fikayo Tomori bersama AC Milan kini menjadi salah satu topik yang paling menyita perhatian sepanjang bursa transfer musim dingin.
Benarkah GERD Sebabkan Kematian? Begini Kata Dokter

Benarkah GERD Sebabkan Kematian? Begini Kata Dokter

GERD seringkali dianggap sebagai salah satu penyakit yang mengancam nyawa seseorang. Lantas, apakah itu fakta atau mitos? Simak jawaban dari dokter di bawah!

Trending

Nasib Tanah Girik Mulai 6 Februari 2026: Benarkah Jadi Milik Negara? Ini Penjelasan Tegas BPN

Nasib Tanah Girik Mulai 6 Februari 2026: Benarkah Jadi Milik Negara? Ini Penjelasan Tegas BPN

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) berikan penjelaskan soal surat tanah lama, seperti girik yang segera tidak berlaku lagi.
Jadi Saksi Roy Suryo di Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Rocky Gerung: Enggak Ada Urusan Memberatkan Meringankan 

Jadi Saksi Roy Suryo di Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Rocky Gerung: Enggak Ada Urusan Memberatkan Meringankan 

Diketahui, pemenuhan panggilan pemeriksaan ini dilakukan sebagai saksi meringankan, atas permintaan dari tersangka Roy Suryo Dkk.
Misteri Tewasnya Janda di Ponorogo: Luka Robek di Kepala dan Anak yang Menghilang dari Rumah

Misteri Tewasnya Janda di Ponorogo: Luka Robek di Kepala dan Anak yang Menghilang dari Rumah

Kabar duka sekaligus mengerikan datang dari Desa Golan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo. Seorang janda bernama Nur Aini (55) ditemukan tidak bernyawa di dalam kediamannya pada Senin (26/1). 
Fakta-fakta Penjual Es Gabus Dituduh Pakai Spons Ternyata Hoaks, Berujung Anggota Polri-TNI Minta Maaf

Fakta-fakta Penjual Es Gabus Dituduh Pakai Spons Ternyata Hoaks, Berujung Anggota Polri-TNI Minta Maaf

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium, jajanan pasar yang sempat diduga terbuat dari spons tersebut dinyatakan aman dan layak untuk dikonsumsi.
Viral Penjual Es Gabus Dituding Pakai Bahan Spons, Aparat TNI-Polri Akui Terlalu Cepat Ambil Kesimpulan, Langsung Minta Maaf ke Kakek Sudrajat

Viral Penjual Es Gabus Dituding Pakai Bahan Spons, Aparat TNI-Polri Akui Terlalu Cepat Ambil Kesimpulan, Langsung Minta Maaf ke Kakek Sudrajat

Sebuah video viral di media sosial yang memperlihatkan dua aparat TNI-Polri yang menuding es gabus yang dijual seorang pedagang berisikan spons. 
Terungkap, Penyebab Ressa Rizky Rossano Tiba-tiba Mengetahui Asal-Usul Dirinya sebagai Anak Denada

Terungkap, Penyebab Ressa Rizky Rossano Tiba-tiba Mengetahui Asal-Usul Dirinya sebagai Anak Denada

Terungkap penyebab Ressa Rizky Rossano mengetahui asal-usul dirinya sebagai anak Denada, berawal dari pengakuan keluarga dan pencarian kebenaran sejak kecil.
Media Prancis Bingung usai Eks Pemain PSG Layvin Kurzawa Rela Tinggalkan Eropa Demi Gabung Persib Bandung

Media Prancis Bingung usai Eks Pemain PSG Layvin Kurzawa Rela Tinggalkan Eropa Demi Gabung Persib Bandung

Persib kembali membuat kejutan besar di bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026. Media Prancis sorot tajam keputusan Layvin Kurzawa ke Persib Bandung.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT