BPJPH dan USDA Perkuat Kemitraan Dagang Produk Halal Indonesia-AS
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) RI menggelar pertemuan strategis dengan Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) di Grand Hyatt Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Pertemuan membahas penguatan kerja sama bilateral, khususnya peningkatan kualitas perdagangan produk pertanian untuk memenuhi standar halal.
Dalam diskusi, kedua pihak menegaskan pentingnya pemenuhan standar halal guna menjawab kebutuhan pasar Indonesia yang terus meningkat. Indonesia menekankan produk bersertifikat halal menjadi prioritas seiring tingginya kesadaran konsumen terhadap kehalalan produk.
Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan menyampaikan apresiasi atas upaya Amerika Serikat yang telah membangun ekosistem halal sejak 1980. Pertemuan juga menyoroti rencana AS memperluas kerja sama perdagangan pertanian dengan enam negara mitra tahun ini, dengan Indonesia sebagai salah satu prioritas.
Under Secretary for Trade and Foreign Agricultural Affairs USDA Luke Lindberg menyebut pemerintah AS mencatat minat signifikan petani dan pelaku usaha pertanian untuk meningkatkan perdagangan dengan Indonesia yang dipandang sebagai pasar penting.
AS juga mengapresiasi langkah BPJPH dalam mengakui badan sertifikasi halal di Amerika Serikat, yang dinilai dapat mengurangi hambatan perdagangan dan membuka peluang bisnis.
Kedua pihak turut membahas tantangan perbedaan standar halal antarnegara yang membutuhkan peningkatan fasilitas produksi sesuai ketentuan masing-masing. Komoditas utama yang menjadi fokus optimalisasi impor dari AS meliputi kedelai, produk daging, dan produk susu yang wajib memenuhi protokol halal Indonesia.
“Melalui pertemuan ini, BPJPH RI dan USDA menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat kemitraan strategis dalam perdagangan pertanian, menciptakan proses sertifikasi halal yang lebih transparan dan efisien, serta memberikan manfaat nyata bagi petani, pelaku usaha, dan konsumen di Indonesia maupun Amerika Serikat,” pungkas Haikal Hasan.
Load more