Sorot Tajam Kasus Siswa MTsN di Maluku Tewas Dianiaya Oknum Brimob, Sandri Rumanama: Kami Minta PTDH
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com -Â Kasus anggota Brimob Polda Maluku yakni Bripda Masias Siahaya yang melakukan penganiayaan hingga tewasnya seorang siswa MTsN di Kota Tual, Maluku berisinial AT turut menyita perhatian publik.
Koordinator Nasional Presidium Pemuda Timur (Kornas Pemuda Timur), Sandri Rumamama turut angkat bicara mengenai peristiwa kelam yang kembali mencoreng citra Polri.
Sandri yang dikenal kerap bersuara soal Polri mengaku menyesalkan peristiwa naas tersebut.

- Istimewa
Ia menilai aksi penganiayaan yang berujung maut itu murni dari perilaku individu bukan dasar perintah institusi Polri.
"Saya marah, korban ini saudara saya, pastinya kita akan kawal kasus ini. Namun publik jangan makan bubur panas lalu mempolitisir persoalan ini untuk merusak citra Polri," kata Sandri kepada awak media, Jakarta, Minggu (22/2/2026).
Sandri meminta agar pelaku penganiaya dapat diberi sanksi tegas berupa Pemberhentian Tidak dengan Hormat (PTDH) dari institusi Polri.
"Kami minta agar pelaku di PDTH karena menghilangkan nyawa orang lain adalah perbuatan yang tak bisa dibenarkan," kata Sandri.
Kendati demikian, Sandri turut mengapresiasi langkah cepat Polda Maluku yang mengungkap peristiwa naas tersebut.
Ia menilai Polda Maluku telah secara tranparansi dalam mengungkap dan memberi sanksi terhadap pelaku.
"Kami ini bekerja untuk perbaikan Polri, jadi pelaku harus di PTDH sebagai putra Maluku saya memberi apresiasi kepada Kapolda dan jajaran yang kerja cepat dan transparan dalam kasus ini," katanya.
Tak hanya itu, Sandri mengaku dirinya telah melakukan koordinasi ke Kapolda Maluku, Irjen Dadang Hartanto.
Dalam komunikasinya itu, Sandri mengaku Dadang melanturkan permohonan maaf dan berjanji mengungkap kasus tersebut dengan transparansi dengan tujuan memberikan kepastian ke masyarakat.
"Saya sudah menghubungi kapolda langsung dan beliau sudah menyampaikan permohonan maaf atas nama institusi kepada keluarga korban dan masyarakat, beliau berjanji akan menangani kasus ini dengan serius dan transparan," jelasnya.(raa)
Load more