News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pakar Hukum Ajak Publik Cermati Dokumen Resmi Perjanjian Dagang RI-AS Guna Hindari Disinformasi

Polemik mengenai The Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat tengah menjadi sorotan hangat di media sosial.
Selasa, 24 Februari 2026 - 22:49 WIB
Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Negeri Makassar, Prof. Harris Arthur Hedar.
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Polemik mengenai The Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat tengah menjadi sorotan hangat di media sosial. 

Berbagai spekulasi bermunculan, mulai dari kekhawatiran kebocoran data pribadi hingga isu penghapusan kewajiban sertifikasi halal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menanggapi situasi tersebut, Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Negeri Makassar, Prof. Harris Arthur Hedar, mengimbau masyarakat agar tidak bersikap reaktif terhadap potongan informasi yang beredar. 

Ia menekankan pentingnya memahami aturan main secara menyeluruh untuk menjaga kedaulatan negara.

“Bangsa kita ini rasanya jadi sering berdebat bukan karena kekurangan informasi, tetapi karena kelebihan potongan informasi. Satu orang membaca judul lalu yakin. Yang lain menonton video 30 detik lalu marah. Padahal, kalau kita sungguh ingin menjaga kedaulatan, langkah pertama adalah membaca utuh dan berimbang," ujar Harris di Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Terkait isu perlindungan data pribadi dalam perjanjian tersebut, Harris menegaskan bahwa keberadaan UU Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) harus menjadi acuan utama. 

Ia mendorong publik untuk mengawal penegakan hukumnya secara nyata.

“Narasi yang fair adalah bukan 'aman 100 persen, lalu selesai', melainkan 'tunduk pada UU PDP dan karena itu harus mengikuti syarat-syarat UU PDP'," jelas pria yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor Universitas Jayabaya tersebut.

Mengenai sertifikasi halal, meski pemerintah telah memberikan klarifikasi melalui dokumen FAQ, Harris memandang perlunya transparansi teknis yang lebih mendalam untuk menjawab keraguan publik.

“Pertanyaan pengujiannya adalah, apakah MRA itu pengakuan proses atau pengakuan otomatis? Apakah standar Indonesia tetap menjadi rujukan untuk pasar Indonesia? Bagaimana mekanisme audit, pengawasan, dan sanksi?" tuturnya.

Selain itu, Harris menyoroti aspek Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Menurutnya, kedaulatan industri harus diwujudkan melalui penguatan kapasitas industri lokal melalui investasi dan transfer teknologi, bukan sekadar pembatasan impor.

Terkait kekhawatiran adanya muatan militer dalam perjanjian ekonomi ini, Harris memberikan catatan kritis meski pemerintah telah menjamin ketiadaan pasal pertahanan. 

Ia mengingatkan bahwa dalam lanskap digital saat ini, ekonomi dan geopolitik saling berkaitan erat.

“Kalimat yang lebih dewasa adalah, tidak ada pasal pertahanan, tetapi dampak strategis tetap bisa muncul melalui desain kebijakan ekonomi. Itu bukan paranoia, itu realitas dunia modern,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia mengajak pemerintah untuk mengedepankan keterbukaan informasi dan mengharapkan masyarakat lebih disiplin dalam memverifikasi informasi sebelum beropini.

“Karena salah satu ciri negara maju dan moderen adalah keterbukaan informasi untuk mendapatkan pendapat publik yang bermakna atau meaningful public participation,” ujar Harris. (dpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kutuk Keras Agresi Israel, Arab Saudi Tegas Tolak Pelanggaran Kedaulatan Lebanon

Kutuk Keras Agresi Israel, Arab Saudi Tegas Tolak Pelanggaran Kedaulatan Lebanon

Arab Saudi mengutuk peningkatan serangan Israel di Lebanon, dan memperbarui penolakannya terhadap setiap pelanggaran kedaulatan Lebanon.
Belum Apa-apa, Hyundai Hillstate Bakal Parkir Megawati Hangestri Jelang Turnamen Pramusim

Belum Apa-apa, Hyundai Hillstate Bakal Parkir Megawati Hangestri Jelang Turnamen Pramusim

Hyundai Hillstate tak memasukkan Megawati Hangestri ke skuad turnamen pramusim 2026. Keputusan ini langsung memicu reaksi volimania Indonesia.
2 Link Live Streaming Indonesia Open 2026: Satu Pasangan Indonesia Resmi Lolos ke Babak Kedua, 11 Wakil Indonesia Main

2 Link Live Streaming Indonesia Open 2026: Satu Pasangan Indonesia Resmi Lolos ke Babak Kedua, 11 Wakil Indonesia Main

Link live streaming Indonesia Open 2026, di mana hari ini ada 11 wakil tuan rumah dan satu pasangan sudah resmi dinyatakan lolos ke babak kedua ajang BWF Super 1000 ini.
Dedi Mulyadi Sampai Acungkan Jempol untuk Anak-anak Papua: Sudah Dapat Uang, Tidak Mau Ambil Bagian Lagi

Dedi Mulyadi Sampai Acungkan Jempol untuk Anak-anak Papua: Sudah Dapat Uang, Tidak Mau Ambil Bagian Lagi

Dedi Mulyadi acungkan jempol untuk kejujuran anak-anak Papua yang tidak mau ambil bagian uang dua kali. Gubernur Jabar sebut tak dapat pendidikan itu di tempat lain.
Di Jepang, AI Digunakan Untuk Cegah Bunuh Diri di Stasiun dan Gedung

Di Jepang, AI Digunakan Untuk Cegah Bunuh Diri di Stasiun dan Gedung

Jepang telah menerapkan sistem kecerdasan buatan (AI) di 40 stasiun kereta dan gedung komersial, untuk pencegah bunuh diri yang disebut telah berhasil menyelamatkan sedikitnya dua orang.
Jadwal MotoGP Hungaria 2026 Pekan Ini: Marc Marquez dan Veda Ega Pratama Berharap Tuah dari Balaton Park

Jadwal MotoGP Hungaria 2026 Pekan Ini: Marc Marquez dan Veda Ega Pratama Berharap Tuah dari Balaton Park

Jadwal MotoGP Hungaria 2026 pekan ini, di mana Marc Marquez (Ducati Lenovo) dan Veda Ega Pratama (Honda Team Asia) sama-sama mengharapkan tuah dari Balaton Park.

Trending

Dakwaan Kasus Korupsi Tata Kelola Minyak Dinilai Tak Terbukti, Pakar Ungkap Kerry Riza Bisa Divonis Bebas

Dakwaan Kasus Korupsi Tata Kelola Minyak Dinilai Tak Terbukti, Pakar Ungkap Kerry Riza Bisa Divonis Bebas

Sejumlah pakar hukum dari berbagai perguruan tinggi menyorot tajam soal perkara dugaan korupsi tata kelola minyak dan produk kilang dengan terdakwa Muhammad Kerry Adrianto Riza atau Kerry Riza.
Biaya Perjalanan Kunjungan Luar Negri Presiden Prabowo Tuai Sorotan, Gerindra: Ciptakan Lapangan Kerja

Biaya Perjalanan Kunjungan Luar Negri Presiden Prabowo Tuai Sorotan, Gerindra: Ciptakan Lapangan Kerja

Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong menanggapi kritikan masyarakat terkait frekuensi kunjungan luar negeri Presiden RI, Prabowo Subianto.
Pesan Pedas PDIP Soal Kekayaan Alam di Indonesia

Pesan Pedas PDIP Soal Kekayaan Alam di Indonesia

Partai Dekmorasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyoroti masih adanya ketimpangan sosial di daerah yang memiliki kekayaan alam yang melimpah.
Sekjen PDIP Hasto Beberkan Filosofi Lagu 'Bung Karno Bapak Marhaenisme'

Sekjen PDIP Hasto Beberkan Filosofi Lagu 'Bung Karno Bapak Marhaenisme'

Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto membeberkan filosofi lagu 'Bung Karno Bapak Marhaenisme' yang diputar dalam agenda-agenda internal partai.
Usai Bajak Mathew Baker dari Nova Arianto, John Herdman Beri Tugas Rahasia untuk Kevin Diks di Timnas Indonesia

Usai Bajak Mathew Baker dari Nova Arianto, John Herdman Beri Tugas Rahasia untuk Kevin Diks di Timnas Indonesia

Mathew Baker yang awalnya diproyeksikan bergabung dengan skuad Timnas Indonesia U-19 untuk turnamen Piala AFF U-19 justru dibajak John Herdman untuk tampil bersama Timnas Indonesia di FIFA Matchday edisi Juni 2026. 
Kisah Penyintas Multiple Sclerosis: Diam Berjuang Hadapi Kondisi

Kisah Penyintas Multiple Sclerosis: Diam Berjuang Hadapi Kondisi

Multiple Sclerosis (MS) merupakan penyakit neurologis yang menyerang sistem saraf pusat hingga secara kasat mata penderita tak memiliki gangguan kesehatan.
KPK Bakal Limpahkan Berkas Perkara Yaqut Setelah Pelaksanaan Haji Selesai

KPK Bakal Limpahkan Berkas Perkara Yaqut Setelah Pelaksanaan Haji Selesai

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera melimpahkan perkara kasus dugaan korupsi kuota Haji 2023-2024 dengan tersangka mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut.
Selengkapnya

Viral