Safari Ramadan Dinilai Jadi Indikator Polri Bertransformasi Lebih Humanis
- ANTARA
"Kapolri beserta jajaran pimpinan Polri mengadakan safari ke berbagai masjid, surau, dan pesantren untuk bersilaturahmi, mendengarkan aspirasi masyarakat, dan berdoa bersama demi keselamatan bangsa Indonesia," sambungya.
Di sisi lain, ia menilai transformasi institusional yang dijalankan Polri di bawah kepemimpinan Listyo Sigit menghasilkan dampak yang terukur dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dalam kurun empat tahun, kasus kekerasan turun hingga 80 persen dan penyalahgunaan wewenang turun 83 persen.
Hal tersebut, kata dia, merupakan luar biasa yang mencerminkan komitmen reformasi yang sungguh-sungguh.
"Penurunan signifikan berbagai kasus pelanggaran mencerminkan keberhasilan reformasi internal yang konsisten dan berani," katanya.
Ia menekankan transformasi Polri bukan sekadar perubahan prosedur administratif, melainkan sebuah revolusi paradigma yang menyentuh akar budaya organisasi kepolisian.
Menurutnya di bawah kepemimpinan Listyo Sigit, Polri mengadopsi pendekatan baru yang menempatkan masyarakat sebagai pusat dari seluruh kebijakan dan tindakan kepolisian.
Langkah ini dinilai salah satu indikator keberhasilan reformasi Polri yang paling terlihat adalah penurunan signifikan angka penangkapan terkait unjuk rasa dan demonstrasi.
Perubahan ini mencerminkan pergeseran paradigma dari pendekatan represif menuju pendekatan yang lebih humanis, dialogis, dan menghormati hak-hak sipil masyarakat.
"Polri bukan hanya penegak hukum, Polri adalah bagian dari keluarga besar Indonesia, yang hadir untuk melayani, melindungi, dan mengayomi setiap warga negara dari Sabang sampai Merauke," pungkasnya.(raa)
Load more