GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ekonom Paparkan Masalah di Papua dan Solusi Terbaiknya

Solusi yang ditawarkan dalam pertemuan bersama pimpinan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di kantor United Nations (UN).
Rabu, 11 Maret 2026 - 01:22 WIB
Ilustrasi1.
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenews.com - Ekonom dan peneliti kebijakan publik asal Papua, Billy Mambrasar, memaparkan berbagai tantangan pembangunan di Papua beserta solusi yang ia tawarkan dalam pertemuan bersama pimpinan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di kantor United Nations (UN) di Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, Billy Mambrasar berdiskusi langsung dengan David McLachlan-Karr, Regional Director for Asia-Pacific United Nations, serta Gita Sabharwal, United Nations Resident Coordinator in Indonesia. Diskusi tersebut juga dihadiri sejumlah pemuda Indonesia yang diundang untuk bertukar pandangan mengenai perkembangan Indonesia serta kontribusi PBB dalam mendukung pembangunan di berbagai daerah, termasuk Papua.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam pemaparannya, Billy menekankan bahwa salah satu akar persoalan konflik yang berkepanjangan di Papua adalah ketidakstabilan dan ketidakadilan ekonomi yang masih dirasakan oleh masyarakat lokal.

Menurutnya, ketimpangan ekonomi yang berlangsung lama telah menciptakan rasa ketidakadilan di kalangan masyarakat, khususnya bagi Orang Asli Papua (OAP).

“Jika kita ingin menyelesaikan konflik Papua secara berkelanjutan, kita harus mulai dari akar masalahnya, yaitu ketidakadilan ekonomi. Stabilitas hanya dapat tercapai jika masyarakat merasa memiliki akses yang adil terhadap pembangunan,” ujar Billy.

Ilustrasi1_
Ilustrasi1_
Sumber :
  • Istimewa

Billy juga menekankan pentingnya pendataan yang lebih komprehensif terhadap Orang Asli Papua (OAP) sebagai dasar dalam merancang kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. Ia menilai bahwa data yang akurat mengenai kondisi sosial, ekonomi, dan demografi masyarakat Papua akan membantu pemerintah merumuskan program pembangunan yang lebih efektif dan inklusif.

Selain itu, Billy menegaskan bahwa setiap program pembangunan di Papua harus melibatkan masyarakat lokal secara aktif, khususnya Orang Asli Papua, agar pembangunan tidak hanya bersifat top-down tetapi benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Billy juga mendorong pendekatan pembangunan yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat dan generasi muda, bukan semata-mata pada model ekonomi ekstraktif.

Ia mencontohkan pendekatan agroforestry sebagai salah satu model pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif di Papua. Menurut Billy, pengembangan sektor pertanian terpadu seperti agroforestry dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal, termasuk petani dan peternak, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Model ekonomi ini juga dinilai dapat mendukung berbagai program prioritas pemerintah Indonesia, seperti penguatan koperasi desa (Kopdes) serta program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan dukungan rantai pasok pangan dari daerah.

“Pendekatan pembangunan yang berbasis pemberdayaan masyarakat, khususnya generasi muda dan petani lokal, akan menciptakan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Papua,” jelas Billy.

Selain membahas isu Papua, Billy juga menyoroti fenomena yang lebih luas terkait partisipasi generasi muda dalam politik di Indonesia. Ia menyampaikan kekhawatirannya bahwa banyak anak muda saat ini cenderung menjauh dari dunia politik karena tingginya biaya politik, baik dalam pemilihan legislatif maupun pemilihan kepala daerah.

Menurutnya, biaya politik yang sangat tinggi menciptakan persepsi bahwa ruang politik hanya dapat diakses oleh mereka yang memiliki modal finansial besar atau jaringan politik yang kuat.

“Kondisi ini membuat banyak anak muda akhirnya memilih untuk berkontribusi melalui jalur lain seperti kewirausahaan, inovasi teknologi, maupun gerakan sosial, dibandingkan masuk ke dalam politik formal,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Billy menilai bahwa ke depan, sistem politik Indonesia perlu menjadi lebih inklusif agar generasi muda memiliki kesempatan yang lebih besar untuk terlibat dalam proses pengambilan keputusan publik.

Pertemuan antara para pemuda Indonesia dan pimpinan PBB ini menjadi ruang dialog untuk membahas berbagai tantangan pembangunan serta mendorong pendekatan yang lebih inklusif dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Papua.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Fans Garuda Berbondong-bondong Komentari Jersey Baru Timnas Indonesia: Waduh

Fans Garuda Berbondong-bondong Komentari Jersey Baru Timnas Indonesia: Waduh

Jersey baru Timnas Indonesia hasil kolaborasi dengan Kelme menuai reaksi dari fans Garuda. Simak selengkapnya.
Fokus Minimalkan Error Jadi Kunci Sukses Anthony Ginting Tembus 8 Besar Swiss Open 2026

Fokus Minimalkan Error Jadi Kunci Sukses Anthony Ginting Tembus 8 Besar Swiss Open 2026

Anthony Sinisuka Ginting, memastikan langkah ke babak perempat final Swiss Open 2026 setelah menyingkirkan wakil China, Wang Zheng Xing, pada babak 16 besar.
Idul Fitri 2026 Berapa Hari Lagi? Prediksi Lebaran Muncul Dua Tanggal, Ini Penjelasan Lengkapnya

Idul Fitri 2026 Berapa Hari Lagi? Prediksi Lebaran Muncul Dua Tanggal, Ini Penjelasan Lengkapnya

Idul Fitri 2026 berapa hari lagi? Simak prediksi tanggal Lebaran 1447 H versi pemerintah, Muhammadiyah, BRIN, dan BMKG yang memunculkan dua kemungkinan.
Fantastis Uang Masuk SMK IDN Bogor Ternyata Puluhan Juta Rupiah, Orang Tua Resah KDM Cabut Izin Operasionalnya

Fantastis Uang Masuk SMK IDN Bogor Ternyata Puluhan Juta Rupiah, Orang Tua Resah KDM Cabut Izin Operasionalnya

Polemik pencabutan izin operasional SMK Islamic Development Network (IDN) Bogor dicabut oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) tengah jadi sorotan publik.
Ada Pemain Naturalisasi Baru di Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026? Ini Jawaban PSSI

Ada Pemain Naturalisasi Baru di Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026? Ini Jawaban PSSI

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, menyebut calon pemain Timnas Indonesia kini tengah memasuki proses naturalisasi.
Jadwal Perempatfinal Swiss Open 2026 Hari Ini: Perang Saudara Tercipta di Sektor Ganda Campuran

Jadwal Perempatfinal Swiss Open 2026 Hari Ini: Perang Saudara Tercipta di Sektor Ganda Campuran

Sebanyak enam wakil Indonesia akan kembali bertanding di babak perempatfinal Swiss Open 2026 malam ini.

Trending

Terpopuler Timnas Indonesia: Thom Haye Pamit dari Persib, Satu Pemain Maung Bandung Dipanggil, dan FIFA Beri Kode Garuda Tampil di Piala Dunia?

Terpopuler Timnas Indonesia: Thom Haye Pamit dari Persib, Satu Pemain Maung Bandung Dipanggil, dan FIFA Beri Kode Garuda Tampil di Piala Dunia?

Tiga berita Timnas Indonesia paling populer di tvOnenews, dari Thom Haye pamit dari Persib Bandung, Putros dipanggil timnas, hingga FIFA menyorot Indonesia.
Siapakah dr Riky Febriansyah? Suami Mantan Penyanyi Cilik Maissy Pramaisshela yang Diisukan Selingkuh dengan Cindy Rizap

Siapakah dr Riky Febriansyah? Suami Mantan Penyanyi Cilik Maissy Pramaisshela yang Diisukan Selingkuh dengan Cindy Rizap

Mantan penyanyi cilik, Maissy Pramaisshela tengah jadi perbincangan publik setelah mencuatnya isu perselingkuhan suaminya, Riky Febriansyah dengan Cindy Rizap.
Tak Berkutik Lagi, Momen Cindy Rizap Kepergok Jalan Bareng Mantan Viral Kembali Usai Isu Perselingkuhan Suami Maissy

Tak Berkutik Lagi, Momen Cindy Rizap Kepergok Jalan Bareng Mantan Viral Kembali Usai Isu Perselingkuhan Suami Maissy

Seorang selebgram sekaligus dokter koas, Cindy Rizap kini diisukan berselingkuh dengan suami dari mantan penyanyi cilik Maissy Pramaisshela, Riky Febriansyah.
Foto Suami Hilang dari Media Sosial Maissy Pramaisshela, Isu Perselingkuhan Riky Febriansyah Menguat

Foto Suami Hilang dari Media Sosial Maissy Pramaisshela, Isu Perselingkuhan Riky Febriansyah Menguat

Mantan penyanyi cilik, Maissy Pramaisshela menjadi sorotan publik setelah munculnya isu perselingkuhan suaminya, Riky Febriansyah dengan dokter koas Cindy Rizap
Maarten Paes Didesak Tinggalkan Ajax, Legenda Belanda Semprot Keras Kiper Timnas Indonesia itu

Maarten Paes Didesak Tinggalkan Ajax, Legenda Belanda Semprot Keras Kiper Timnas Indonesia itu

Maarten Paes mendapat kritik pedas dari legenda Belanda Rafael van der Vaart setelah tiga laga awalnya bersama Ajax. Kiper Timnas Indonesia itu didesak kembali ke Amerika.
Buat Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Kagum, Diaspora di AS Hibahkan Tanah 80 Hektare di Bandung untuk Penghijauan

Buat Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Kagum, Diaspora di AS Hibahkan Tanah 80 Hektare di Bandung untuk Penghijauan

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) terkesan wanita diaspora di AS, Ci Wendy Ratnasari, kasih tanah 80 hektare di Cimenyan, Bandung demi mewujudkan hilirisasi.
4 Pemain Keturunan yang Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026 Berpotensi Masuk Radar Persib Musim Depan, Siapa Saja?

4 Pemain Keturunan yang Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026 Berpotensi Masuk Radar Persib Musim Depan, Siapa Saja?

4 pemain keturunan yang dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026 berpotensi masuk radar Persib, mulai Ole Romeny hingga Ivar Jenner.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT