News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Periode Pasca Peak Season Ramadan dan Lebaran Jadi Penentu Keberlanjutan Bisnis Digital

Setelah periode Ramadan dan Idul Fitri yang menjadi puncak aktivitas e-commerce pada kuartal pertama
Kamis, 2 April 2026 - 23:56 WIB
Setelah periode Ramadan dan Idul Fitri yang menjadi puncak aktivitas e-commerce pada kuartal pertama
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Setelah periode Ramadan dan Idul Fitri yang menjadi puncak aktivitas e-commerce pada kuartal pertama, pelaku usaha kini memasuki fase lanjutan yang menuntut penguatan operasional sekaligus menjaga kesinambungan pertumbuhan bisnis.

Momentum lonjakan permintaan selama musim tersebut dinilai tidak hanya bergantung pada strategi promosi, tetapi juga pada kesiapan sistem operasional yang mampu mengakomodasi peningkatan volume transaksi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah periode Ramadan dan Idul Fitri yang menjadi puncak aktivitas e-commerce pada kuartal pertama
Setelah periode Ramadan dan Idul Fitri yang menjadi puncak aktivitas e-commerce pada kuartal pertama
Sumber :
  • Istimewa

Salah satu perusahaan penyedia layanan omnichannel, Power Commerce Asia, mencatat adanya peningkatan kinerja selama Ramadan tahun ini dengan pertumbuhan hingga 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Capaian tersebut mencerminkan tren peningkatan permintaan sekaligus pentingnya kesiapan infrastruktur pendukung.

CEO Power Commerce Asia, Hadi Kuncoro, menyebut bahwa keberhasilan selama periode puncak tidak terlepas dari kesiapan distribusi dan pengelolaan operasional di belakang layar.

Menurutnya, strategi seperti pemanfaatan multi-fulfillment menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kelancaran distribusi di tengah lonjakan permintaan.

Dalam ekosistem perdagangan digital yang semakin kompetitif, peran gudang dan pusat distribusi menjadi semakin krusial. 

Selain sebagai tempat penyimpanan, fasilitas ini juga berfungsi sebagai pusat pengelolaan stok, pemrosesan pesanan, hingga pengiriman ke konsumen.

Seiring berakhirnya periode puncak, perhatian pelaku usaha kini mulai bergeser pada penguatan fondasi operasional agar bisnis tetap stabil dan siap menghadapi siklus permintaan berikutnya.

Untuk mendukung hal tersebut, Power Commerce Asia baru-baru ini memperluas jaringan distribusinya dengan mengoperasikan pusat gudang dan pemenuhan baru di Semarang. 

Dengan penambahan ini, perusahaan kini memiliki jaringan di sembilan kota besar di Indonesia, termasuk Jakarta, Surabaya, Medan, hingga Makassar.

“Momentum Ramadan memberikan gambaran nyata bahwa pertumbuhan tidak hanya bergantung pada campaign, tetapi juga pada kesiapan operasional di belakangnya. Multi-fulfillment menjadi kunci untuk memastikan distribusi tetap optimal di tengah lonjakan demand,” ujar Hadi Kuncoro, CEO Power Commerce Asia. 

"Banyak brand fokus pada momentum campaign, tetapi sering kali melupakan fase setelahnya. Padahal, di fase inilah fondasi operasional harus diperkuat agar bisnis bisa sustain dan siap menghadapi peak berikutnya dengan lebih optimal,” tambah Hadi.

Head of Operations Power Commerce Asia, Ricky Febrian, menjelaskan bahwa perluasan jaringan ini bertujuan meningkatkan efisiensi distribusi, khususnya di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Dengan pembukaan warehouse & fulfilment center di Semarang, kami semakin memperkuat coverage di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. Penambahan infrastruktur di Semarang merupakan langkah strategis untuk memastikan brand memiliki sistem distribusi yang lebih agile” ujar Ricky Febrian

Secara umum, penguatan infrastruktur logistik dan integrasi sistem distribusi dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kinerja bisnis e-commerce, terutama setelah melewati periode dengan permintaan tinggi seperti Ramadan dan Idul Fitri.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bidik Investasi Strategis dari China, RI Dorong UMKM Tembus Rantai Pasok Global

Bidik Investasi Strategis dari China, RI Dorong UMKM Tembus Rantai Pasok Global

Indonesia-China Investment Forum di Beijing beberapa waktu lalu berupaya mendorong peningkatan investasi, memperluas akses pasar bagi UMKM, serta memperkuat kemitraan bilateral.
Pelaku Penyiraman Air Keras di Bekasi Miliki Motif Dendam dengan Korban, Tersinggung dan Merasa Direndahkan

Pelaku Penyiraman Air Keras di Bekasi Miliki Motif Dendam dengan Korban, Tersinggung dan Merasa Direndahkan

Polisi mengungkap motif tiga orang pelaku lakukan penyiraman air keras ke seorang warga berinisial TW (54), di Kecamatan Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat.
Perkuat Pengawasan Pangan di Timur Indonesia, BGN Gandeng Karantina Sulsel untuk Amankan Program MBG

Perkuat Pengawasan Pangan di Timur Indonesia, BGN Gandeng Karantina Sulsel untuk Amankan Program MBG

BGN tidak hanya melakukan koordinasi dengan Balai Karantina, tetapi juga meninjau fasilitas laboratorium serta sistem pengawasan karantina hewan, ikan, dan tumbuhan.
Terungkap, Ini Alasan PBSI Kembali Pasangkan Daniel Marthin dengan Leo Rolly Carnando di Ganda Putra

Terungkap, Ini Alasan PBSI Kembali Pasangkan Daniel Marthin dengan Leo Rolly Carnando di Ganda Putra

PBSI ungkap alasan kembali duetkan Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin di sektor ganda putra.
Polisi Ungkap Pelaku di Bekasi Lakukan Tiga Kali Percobaan Siram Air Keras ke Korban

Polisi Ungkap Pelaku di Bekasi Lakukan Tiga Kali Percobaan Siram Air Keras ke Korban

Polisi mengungkap fakta baru dibalik peristiwa penyiraman air keras oleh tiga orang pelaku, ke seorang warga berinisial TW (54), di Jalan Bumi Sani Permai RT 001 RW 014, Desa Setia Mekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Senin (30/3/2026) sekitar pukul 04.51 WIB.
Bukan Cuma Belanda! Kasus Paspor Kini Merembet ke Liga Belgia usai Royal Antwerp Coret Pemain, Joey Pelupessy Ikut Terdampak?

Bukan Cuma Belanda! Kasus Paspor Kini Merembet ke Liga Belgia usai Royal Antwerp Coret Pemain, Joey Pelupessy Ikut Terdampak?

Kasus paspor pemain diaspora kini merambat ke Belgia. Gyrano Kerk dicoret Antwerp, sementara nasib Joey Pelupessy di Lommel SK mulai jadi sorotan.

Trending

Kapan Timnas Indonesia Main Lagi? Ini Jadwal Lengkap Garuda Usai Kalah di Final FIFA Series 2026

Kapan Timnas Indonesia Main Lagi? Ini Jadwal Lengkap Garuda Usai Kalah di Final FIFA Series 2026

Kapan Timnas Indonesia main lagi? Simak jadwal lengkap Garuda tahun 2026 usai final FIFA Series, mulai FIFA Matchday hingga ASEAN Cup.
Padahal Calvin Verdonk Main Penuh, Media Prancis Nilai Timnas Indonesia Solid tapi Kurang Inisiatif di Final FIFA Series

Padahal Calvin Verdonk Main Penuh, Media Prancis Nilai Timnas Indonesia Solid tapi Kurang Inisiatif di Final FIFA Series

Kekalahan tipis Timnas Indonesia di final FIFA Series 2026 ternyata ikut menjadi perhatian media Eropa. Media Prancis menyoroti performa penuh Calvin Verdonk.
Dedi Mulyadi Beri Kabar Baik untuk Warga Bekasi dan Jawa Barat, Apartemen Meikarta Bisa Dicicil hingga Bantuan Renovasi Puluhan Ribu Rumah

Dedi Mulyadi Beri Kabar Baik untuk Warga Bekasi dan Jawa Barat, Apartemen Meikarta Bisa Dicicil hingga Bantuan Renovasi Puluhan Ribu Rumah

Ada dua kabar baik dari KDM, mulai dari pengumuman mengenai cicilan apartemen di wilayah Meikarta hingga menyebut soal bantuan renovasi puluhan ribu rumah.
Kalah Tipis dari Tim Eropa, Media Vietnam Yakin Timnas Indonesia Jadi Kandidat Kuat Juara Piala AFF 2026

Kalah Tipis dari Tim Eropa, Media Vietnam Yakin Timnas Indonesia Jadi Kandidat Kuat Juara Piala AFF 2026

Kekalahan tipis Timnas Indonesia di final FIFA Series ternyata tidak membuat pamornya meredup. Media Vietnam yakin Garuda jadi kandidat juara Piala AFF 2026.
Disindir Ramadhan Sananta, Mantan Penerjemah Shin Tae-yong Balas Ucapan Sang Striker Timnas Indonesia

Disindir Ramadhan Sananta, Mantan Penerjemah Shin Tae-yong Balas Ucapan Sang Striker Timnas Indonesia

Mantan penerjemah Shin Tae-yong di Timnas Indonesia, Jeong Seok-seo atau Jeje merespons sindiran dari Ramadhan Sananta yang belakangan viral di media sosial.
Pundit Belanda Heran Dean James hingga Tim Geypens Mau Jadi WNI Demi Timnas Indonesia: Tertipu dan Sengsara

Pundit Belanda Heran Dean James hingga Tim Geypens Mau Jadi WNI Demi Timnas Indonesia: Tertipu dan Sengsara

Salah satu pengamat sepak bola asal Belanda, Tijmen van Wissing, tak segan melabeli keputusan para pemain diaspora Timnas Indonesia sebagai tindakan "bodoh". 
Dedi Mulyadi 'Diamuk' Warga Kuningan dan Dituduh Penipu, Ending-nya Tak Terduga: Astagfirullahaladzim

Dedi Mulyadi 'Diamuk' Warga Kuningan dan Dituduh Penipu, Ending-nya Tak Terduga: Astagfirullahaladzim

Berniat tulus untuk membantu korban kecelakaan maut yang tertabrak truk, Dedi Mulyadi (KDM) justru dihujani makian hingga disebut penipu oleh warga Kuningan.
Selengkapnya

Viral