Narasi Penjatuhan Presiden Bisa Guncang Kepercayaan Investor dan Stabilitas Ekonomi
- Istimewa
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa sistem demokrasi Indonesia telah menyediakan berbagai saluran formal untuk melakukan koreksi terhadap pemerintah, mulai dari mekanisme parlemen, partisipasi publik, hingga ruang kebebasan berpendapat yang dijamin undang-undang.
“Demokrasi bukanlah arena untuk menjatuhkan secara emosional, melainkan ruang untuk memperbaiki secara institusional. Kedewasaan politik tercermin dari kemampuan kita menjaga keseimbangan antara kritik dan stabilitas,” tegasnya.
Anthony juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan akademisi dan pengamat, untuk mengedepankan narasi yang konstruktif dan solutif, bukan provokatif.
Menurutnya, perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam demokrasi, namun harus dikelola dengan tanggung jawab agar tidak berkembang menjadi disrupsi sosial maupun ekonomi.(chm)
Load more