News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Swasembada Pangan Dipertanyakan, Pemerintah Paparkan Data Produksi hingga Stok Beras

Polemik terkait klaim swasembada pangan Indonesia kembali mencuat di ruang publik. Sejumlah narasi bahkan menyebut capaian tersebut tidak berdasar.
Kamis, 23 April 2026 - 08:34 WIB
Direktur Utama Perum BULOG, Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, menerima kunjungan kerja Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman di Komplek Pergudangan Banjarkemantren Perum BULOG Cabang Surabaya.
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenews.com - Polemik terkait klaim swasembada pangan Indonesia kembali mencuat di ruang publik. Sejumlah narasi bahkan menyebut capaian tersebut tidak berdasar.

Menanggapi hal itu, pemerintah melalui Kementerian Pertanian memaparkan sejumlah data resmi untuk menjelaskan kondisi terkini sektor pangan nasional. Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian, Andi Nur Alam Syah, menegaskan bahwa klaim swasembada tidak disampaikan tanpa dasar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ini bukan retorika, bukan klaim kosong, melainkan angka-angka resmi dari lembaga negara yang kredibel dan terbuka,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (22/4).

Luas Panen dan Produksi Meningkat

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan luas panen padi pada 2025 mencapai 11,32 juta hektare, meningkat 12,69 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Produksi padi dalam bentuk gabah kering panen (GKP) juga mengalami kenaikan menjadi 71,95 juta ton atau naik 13,29 persen secara tahunan. 

Menurut Andi, peningkatan ini tidak lepas dari strategi intensifikasi pertanian yang dilakukan pemerintah.

“Peningkatan produksi ini merupakan hasil dari intensifikasi pertanian, mulai dari peningkatan indeks pertanaman, perbaikan irigasi, hingga pemanfaatan teknologi,” katanya.

Surplus Produksi Beras

BPS memproyeksikan produksi beras nasional 2025 mencapai sekitar 34,77 juta ton, sementara kebutuhan konsumsi berada di kisaran 31,1 juta ton per tahun. Dengan angka tersebut, pemerintah menyebut terdapat surplus produksi beras secara nasional.

Impor Beras Medium Dihentikan

Pemerintah juga menyampaikan bahwa sepanjang 2025 tidak ada impor beras medium untuk konsumsi masyarakat.

“Impor beras medium yang tercatat di awal 2025 merupakan sisa kontrak tahun sebelumnya, bukan kebijakan impor baru,” jelas Andi.

Ia menambahkan bahwa impor yang masih berjalan hanya untuk beras premium atau kebutuhan industri tertentu.

Stok Beras Bulog Tertinggi

Sementara itu, Perum Bulog mencatat stok beras per 18 April 2026 mencapai sekitar 4,95 juta ton. Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa stok tersebut dapat diverifikasi secara langsung.

“Stok ini tersimpan secara fisik di ribuan gudang di seluruh Indonesia dan terbuka untuk diperiksa publik,” ujarnya.

Menurut dia, Bulog bahkan membuka akses bagi masyarakat dan akademisi untuk melihat langsung kondisi cadangan beras pemerintah.

Proyeksi Global dan Posisi ASEAN

Secara global, Food and Agriculture Organization (FAO) memproyeksikan produksi beras Indonesia pada musim tanam 2025/2026 mencapai 35,6 juta ton. Capaian ini menempatkan Indonesia sebagai produsen beras terbesar di kawasan ASEAN, melampaui Vietnam dan Thailand.

Meski demikian, kritik terhadap klaim swasembada pangan masih muncul, terutama terkait metode perhitungan produksi. Andi menilai sebagian kritik muncul karena kesalahan dalam memahami data.

“Narasi yang hanya menghitung dari luas baku sawah tanpa mempertimbangkan intensitas tanam dan produktivitas merupakan pendekatan yang keliru secara metodologis,” tegasnya.

Pemerintah menilai kritik tetap penting dalam mengawal kebijakan publik, namun harus disertai data yang akurat.

“Mengkritisi kebijakan adalah hal yang sah, tetapi harus berbasis data, bukan asumsi parsial,” kata Andi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia juga mengingatkan bahwa penyampaian informasi yang tidak utuh berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi negara.

Perdebatan mengenai swasembada pangan menunjukkan pentingnya transparansi data dan literasi publik dalam memahami sektor pertanian. Pemerintah mengklaim capaian positif berdasarkan data resmi, sementara publik tetap diharapkan berperan aktif mengawal kebijakan melalui kritik yang konstruktif.(chm)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

25 Tembakan Sia-sia, Mauricio Souza Soroti Mandulnya Persija Jakarta Usai Ditahan Imbang PSIM Yogyakarta

25 Tembakan Sia-sia, Mauricio Souza Soroti Mandulnya Persija Jakarta Usai Ditahan Imbang PSIM Yogyakarta

Pertandingan yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Rabu (22/4/2026), memperlihatkan dominasi Persija yang tak berbuah maksimal.
Dedi Mulyadi Tak Main-main Kirim 9 Siswa SMAN 1 Purwakarta ke Barak Militer Buntut Viral Lecehkan Guru

Dedi Mulyadi Tak Main-main Kirim 9 Siswa SMAN 1 Purwakarta ke Barak Militer Buntut Viral Lecehkan Guru

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengambil tindakan tegas terhadap sejumlah siswa SMAN 1 Purwakarta yang lakukan pelecehan terhadap gurunya beberapa waktu lalu.
Rawan Kecelakaan, KAI Bandara Ajak Masyarakat Patuhi Rambu di Perlintasan Sebidang

Rawan Kecelakaan, KAI Bandara Ajak Masyarakat Patuhi Rambu di Perlintasan Sebidang

PT Railink sebagai operator kereta bandara KAI Bandara mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu taat dan disiplin saat melintas di perlintasan kereta api. 
Jakarta "Mati Lampu", PLN Lakukan Penanganan Intensif dan Imbau Warga Tetap Tenang

Jakarta "Mati Lampu", PLN Lakukan Penanganan Intensif dan Imbau Warga Tetap Tenang

Terjadi pemadaman di sejumlah wilayah Jakarta pada Kamis (23/4/2026) sekitar pukul 10.25 WIB.
Kapten Persib Akui Persaingan di Papan Atas Super League, Jadi Tantangan Hattrick Juara

Kapten Persib Akui Persaingan di Papan Atas Super League, Jadi Tantangan Hattrick Juara

Persib sementara ini masih memimpin klasemen hingga pekan ke-28. Namun jarak poin dengan Borneo FC yang membuntuti di urutan kedua hanya dua angka saja
Antusias Fans V-League Tak Terbendung usai Rumor Kuat Megawati Hangestri Comeback ke Liga Voli Korea: Kalian Wajib Pulangkan

Antusias Fans V-League Tak Terbendung usai Rumor Kuat Megawati Hangestri Comeback ke Liga Voli Korea: Kalian Wajib Pulangkan

Nama Megawati Hangestri kembali mengguncang jagat voli Asia usai rumor kuat comeback ke Liga Voli Korea. Fans V-League beri reaksi antusias tak terbendung.

Trending

Pertanyakan Kinerja 1.500 Penyapu Jalan di Kota Bandung, Dedi Mulyadi: Menurut Saya Tidak Berfungsi dengan Baik

Pertanyakan Kinerja 1.500 Penyapu Jalan di Kota Bandung, Dedi Mulyadi: Menurut Saya Tidak Berfungsi dengan Baik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mempertanyakan kinerja 1.500 penyapu jalan di Kota Bandung. 
Bung Ropan Mulai Curiga dengan Niat John Herdman untuk Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026

Bung Ropan Mulai Curiga dengan Niat John Herdman untuk Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026

Bung Ropan bicara soal rencana yang mungkin akan dikerjakan John Herdman untuk Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026 nanti menjelang AFF dan ASEAN Cup.
Trending: Kadisdik Jabar Putuskan Sanksi Baru Kasus Bully Guru, Mendikdasmen Susul Langkah KDM, Dedi Mulyadi Ungkap Fakta Haru

Trending: Kadisdik Jabar Putuskan Sanksi Baru Kasus Bully Guru, Mendikdasmen Susul Langkah KDM, Dedi Mulyadi Ungkap Fakta Haru

Langkah tegas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dalam menyoroti kasus siswa SMAN 1 Purwakarta yang mengejek guru kini berbuntut panjang. Ini kabar terbarunya.
Dedi Mulyadi Temui Kakek dan Nenek Pemungut Botol di Tepi Jalan, Langsung Tawarkan Kerja Bergaji Rp4,2 Juta

Dedi Mulyadi Temui Kakek dan Nenek Pemungut Botol di Tepi Jalan, Langsung Tawarkan Kerja Bergaji Rp4,2 Juta

​​​​​​​Dedi Mulyadi temui kakek nenek pemulung botol di jalan, lalu tawarkan pekerjaan sebagai petugas kebersihan di Tangkuban Parahu bergaji Rp4,2 juta.
Media Belanda Tak Habis Pikir, Gelandang Berdarah Manado Rp347 Miliar Jadi Penentu Lolosnya Lazio ke Final Coppa Italia

Media Belanda Tak Habis Pikir, Gelandang Berdarah Manado Rp347 Miliar Jadi Penentu Lolosnya Lazio ke Final Coppa Italia

Nama Kenneth Taylor kembali mencuri perhatian publik Eropa maupun Indonesia. Gelandang keturunan Rp347 miliar itu jadi penentu lolosnya Lazio ke Final Coppa.
Sosok Bu Atun Guru SMAN 1 Purwakarta yang Diolok Siswa: Pilih Naik Angkot, Donasikan Bantuan Rp25 Juta dari Dedi Mulyadi untuk Anak Yatim

Sosok Bu Atun Guru SMAN 1 Purwakarta yang Diolok Siswa: Pilih Naik Angkot, Donasikan Bantuan Rp25 Juta dari Dedi Mulyadi untuk Anak Yatim

Di tengah sorotan atas insiden dirinya menjadi bahan olokan sejumlah murid, Bu Atun justru menunjukkan keteladanan lewat gaya hidup bersahaja dan pandangan humanis terhadap pendidikan.
Hidup Produktif Dibiasakan Sejak Kecil, Dedi Mulyadi: Anak-Anak Lebih Baik Cari Kayu Bakar Ketimbang Motor-motoran dan Main Gadget

Hidup Produktif Dibiasakan Sejak Kecil, Dedi Mulyadi: Anak-Anak Lebih Baik Cari Kayu Bakar Ketimbang Motor-motoran dan Main Gadget

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bicara soal hidup yang lebih produktif. Menurut dia, hidup produktif harus dibiasakan sejak kecil. 
Selengkapnya

Viral